Jenderal Ursinus Medellu "polisi lalu lintas paling jujur"

Spoilerfor no repost:




Spoilerfor sekilas tentang korps lalu lintas:
Harta kekayaan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Djoko Susilo membuat orang menggeleng-gelengkan kepala. Dia memiliki sejumlah rumah mewah, tanah, mobil, SPBU hingga bus pariwisata.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkirakan harta kekayaan Djoko lebih dari Rp 100 miliar.

KPK menduga uang ini berasal dari korupsi simulator SIM dan tindak pidana pencucian uang. Kasus Djoko masih ditangani KPK.

Sejak dulu posisi di Korps Lalu Lintas dinilai lahan basah. Perilaku para polisi yang kerap meminta damai pun menambah buruk citra penegak hukum ini. Benarkah tak ada sosok yang pantas diteladani dari Korps Lalu Lintas Polri?

Ternyata ada. Sosok teladan itu sejujur Jenderal Hoegeng. Tak serupiah pun uang kantor dibawa pulang. Hidupnya dihabiskan untuk memberikan teladan bagi korps lalu lintas.




Seperti dilansir dalam situs merdeka Polisi jujur itu bernama Inspektur Jenderal Ursinus Ellias Meddelu. Dia menjabat Direktur Lalu Lintas Markas Besar Angkatan Kepolisian tahun 1965-1972. Setelah itu menjadi Kadapol (Kini Kapolda) Sumatera Utara.

Ursinus dikenal sebagai bapak Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dia juga yang membenahi sistem surat tilang.



Tapi apakah kemudian Ursinus mengambil keuntungan dari jabatannya? Apakah Ursinus memperkaya diri? Tidak sama sekali. Jenderal ini baru bisa punya rumah setelah mencicil mess dengan uang pensiunnya. Bayangkan juga seorang jenderal yang tak mampu menguliahkan anak-anaknya karena kekurangan biaya.

"Kisah hidup Papa seperti sulit dipercaya. Papa meneladani Jenderal Hoegeng soal kejujuran dan pengabdian. Akibatnya saya dan adik-adik tidak bisa kuliah karena kurang biaya," kata Elias Christian Meddelu, putra sulung Ursinus saat menerima tim liputan merdeka.com di rumahnya di kawasan Otista, Jakarta Timur.

Selama hidupnya beliau menduduki jabatan-jabatan yang sangat menentukan dan bergelimang uang. Namun pribadi seorang Ursinus Elias Medellu bagaikan batu karang yang teguh dan tidak goyah diterpa badai kemewahan yang dihadapkan pada kebutuhan hidup membesarkan ke delapan putra-putrinya.



Ketika menjadi Kepala Kepolisian Sumatra Utara di Medan, beliau pernah ditunjuk untuk menjadi Kapolda Metro Jaya dimana hal tersebut merupakan jabatan prestisius menuju puncak pimpinan Polri. Sekali lagi dengan penuh kerendahan hati dan dengan santun meminta kepada Kapolri pada saat itu Jenderal M. Hassan, kalau boleh memilih perwira yang lebih muda karena beliau dalam 5 tahun mendatang akan pensiun, agar yang menjabat Kapolda Metro Jaya selanjutnya dipersiapkan untuk menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menjadi pucuk pimpinan Polri.

Kesederhanaan dalam berpikir, berperilaku jujur, lugas dalam bertindak dan beloko atau semata-mata demi kejayaan Polri, itulah nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh almarhum Ursinus Elias Medellu. Apakah sepeninggal beliau dengan berbagai warisan nilai pengabdian, godaan dan kenikmatan karena berlimpahnya uang dalam genggaman kekuasaannya dan berbagai warisan kebendaan lainnya yang ditinggalkan selama beliau mengabdi dapat dihayati, diaktualisasikan oleh para pimpinan Polri masa kini atau mereka bahkan mengambil kesempatan demi kepentingan pribadi.



Quote:Membandingkan Irjen Djoko Susilo dan Irjen Ursinus Meddelu adalah sebuah ironi. Sama-sama komandan lalu lintas Polri, dengan kekayaan yang bagai bumi dan langit.

sumber 1
sumber 2

0 komeng:

Posting Komentar