Punya Ferrari Belum Tentu Bahagia
Sabtu, 16 Maret 2013 | 11:15 WIB
Sumber : carscoop | Author : -
Biaya perawatan dan asuransi mahal membuat lebih dari separo pemilik Ferrari di Eropa tak bahagia.
Quote:London, KompasOtomotif – Mungkin benar istilah bahwa uang terkadang tak bisa membeli kebahagiaan. Seperti hasil survei yang dilakukan perusahaan asuransi AXA di Inggris untuk mencari korelasi antara mobil dan kebahagaiaan. Banyak yang menganggap, semakin mahal dan spektakuler mobil, semakin membuat pemiliknya happy. Tapi hasil survei justru mengatakan sebaliknya!
AXA membeberkan analisa Motoring Cencus 2012 yang melibatkan ribuan pemilik mobil mewah di Eropa. Hasilnya? Menganjurkan para pemilik mobil stop bermimpi menaikkan level mobil yang dimilikinya menjadi supercar sekelas Ferrari, karena hanya hanya 57 persen pemilik Kuda Jingkrak yang bahagia setelah membawanya pulang ke garasi.
Justru para pemilik BMW yang menyatakan sangat menikmati memiliki mobil buatan Jerman ini dengan 82 persen yang menyatakannya. Disusul Aston Martin dan Lexus dengan 78 persen, lalu Seat, Peugeot, Honda, dan Renault masing-masing 75 persen.
Alasannya sederhana, tak nyaman dipakai hingga besarnya biaya perawatan. Tapi menurut AXA, paling dikeluhkan adalah soal biaya yang membuat nilai kenikmatan memiliki mobil jadi berkurang, dan itu dibeberkan responden yang menyatakan tak bahagia punya Ferrari.
Amanda Edwards, dari AXA Personal Direct and Partnerships berkomentar, bahwa kebahagiaan adalah faktor penting bagi pemilik mobil. ”Pengemudi yang tak bisa menikmati mobilnya atau tidak bahagia memicu stres di jalan dan sulit berkonsentrasi ketika menyetir. Ini meningkatkan risiko kecelakaan,” ujarnya.
Pengemudi yang menaiki mobil lebih murah tapi kuat dan bertenaga mungkin lebih membahagiakan karena dinilai masuk kategori murah untuk urusan asuransi. Dan ini membuat mereka bisa melebarkan senyum.
Sumber: autoguide, axainsurance
Bedanya antara kita punya ilmu dan punya barang: jika punya ilmu, ilmu yg menjaga kita; tp jika kita punya barang, kita yg menjaga barang. Capek.... capek, aaahhhh....
@AaGym mode ON
Jadi inget temen ane; cuma seorang pegawai tingkat bawah dg muka pas2an tp pengen bergaya dg punya motor sport, belilah dia motor Happy bekas, itu pun nyicil. Bodynya dimodivikasi sedemikian rupa biar mirip CBR. Merk Happy di mesinnya ditutup dan dikasih stiker CBR dan Honda. Ini apa-apaan? Kenapa musti gede2an dg kepalsuan. Jadi apa adanya ajalah, sampe kapan kuat bertahan dlm kepalsuan
Para sista gmn dg cowok cem begini?
-----editing area-----
Quote:Original Posted By anwarbro ?
ga dapet pekiwan
Nih ane pejwanin om
0 komeng:
Posting Komentar