Tampilkan postingan dengan label Sultan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sultan. Tampilkan semua postingan

Andai Saja Sultan Brunei Jadi Presiden Indonesia

Berbicara masalah kesejahteraan yang diterapkan oleh Sultan Brunei kepada rakyatnya, hati ini menjadi miris dan sedih. Kenapa Brunei yang hanya mempunyai kekayaan alam berupa MINYAK BUMI dan GAS saja ternyata Sultannya mampu menyejahterakan dan memakmurkan rakyatnya. Pokok persoalan bukan karena wilayah Brunei Yang kecil dan populasi penduduk yang sedikit bila dibandingkan Indonesia ditambah hasil Minyak bumi dan Gas Brunei yang melimpah, namun karena "politic will" Sultan Brunei yang berkomitmen dan bervisi untuk kesejahteraan rakyatnya.

Mungkin hanya Sultan Brunei saja (dari Sultan ke-28 Al-Marhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien III yang di juluki sebagai Arsitek Modern Brunei dan kemudian di teruskan oleh Sultan ke-29 Sultan Hassanal Bolkiah) yang JELAS, TIDAK RAGU-RAGU dan secara tidak langsung bisa mengimplementasikan Pasal 33 UUD 1945 UUD Republik Indonesia ,”Bumi dan air dikuasai Negara, dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.” Sayang pasal ini telah hilang dalam UUD 1945 Perubahan?
Visi Sultan Brunei Jelas dan tidak ragu-ragu, Hasil kekayaan Alam Brunei yang hanya berupa Minyak dan Gas, benar-benar dimanfaatkan dan didistribusikan secara optimal untuk kesejahteraan serta kemakmuran rakyatnya.
Sultan Brunei diakui sebagai orang terkaya di dunia, namun kekayaannya tidak dinikmati sendiri, tetapi sebagai Sultan dan wali amanah, Rakyat dibawahnyapun benar-benar sejahtera dan makmur karenanya.
Sayang sekali, Indonesia belum mempunyai Presiden yang mempunyai visi yang Jelas dan tidak ragu-ragu untuk memakmurkan dan menyejahterakan rakyatnya seperti Sultan Brunei .
Presiden Indonesia dan Sultan Brunei, kedua-duanya saat ini juga menerima banyak anugerah gelaran Doktor Honoris Causa, namun siapa yang bisa secara nyata mengimplementasikan kesejahteraaan dan kemakmuran buat rakyatnya?
Jadi, andai saja Presiden Indonesia adalah Sultan Brunei, maka Indonesia akan memiliki Model kesejahteraan ala Brunei dan akan mengadopsi Rencana Pembangunan Nasional Brunei Darussalam (NDP).
Lalu apa implementasinya :
• BENSIN MURAH dan TARIF LISTRIK RENDAH :
Banyak hal yang akan dapat dinikmati rakyat Indonesia berupa subsidi dari pemerintahnya. Menjadi salah satu negara penghasil minyak, rakyat Indonesia juga akan menikmati harga bensin terendah di kawasan Asia Tenggara dengan harga hanya SGD 0,53 per liter atau Rp 2.000/liter tidak Rp. 6.500 seperti yang akan diberlakukan kenaikannya sebentar lagi? Namun tentunya diimbangi dengan kebijakan mengurangi jumlah produksi mobil dan sepeda motor berbahan bakar bensin, sebagai tindak lanjut mengurangi polusi kendaraan bermotor. Selain itu, warga Negara Indonesia juga akan menikmati tariff air bersih yang rendah dan tarif listrik yang rendah. Dipastikan TDL tidak akan naik, karena semua pembangkit listrik di Indonesia tidak lagi menggunakan BBM tapi batubara?
•TIDAK ADA PAJAK :
Indonesia tidak akan memerlukan warga negara dan penduduknya, untuk membayar segala bentuk pajak untuk membiayai negara. Jadi tidak ada pajak penghasilan, NO Goods & Services Tax (GST) or Value-Added Tax (VAT)/Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dan satu-satunya pajak yang dibayar hanyalah Pajak Jalan. Jadi tidak ada Institusi Perpajakan dan tidak akan ada Gayus-gayus nakal.
• GRATIS PENDIDIKAN:
Rakyat Indonesia akan menikmati keistimewaan pendidikan gratis di sekolah pemerintah dari tingkat dasar sampai ke menengah atas. Siswa Indonesia yang berprestasi akan dikirim ke luar negeri, terutama Inggris dan Australia dengan beasiswa penuh dari pemerintah. Selain itu, pemerintah Indonesia akan bermurah hati memberikan uang saku sebesar SGD1000 per mahasiswa per bulan, terlepas dari apakah mereka berada di perguruan tinggi lokal atau luar negeri. Dan pendidikan di Indonesia akan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Jadi bukan sebagai “Jualan Kampanye menjelang pemilihan Kepala Daerah saja.”
• GRATIS PERAWATAN KESEHATAN:
Rakyat Indonesia akan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Mereka tidak harus membayar untuk konsultasi dengan dokter, juga tidak harus membayar untuk setiap operasi yang dilakukan. Dalam hal warga negara Indonesia membutuhkan perawatan yang sangat khusus yang tidak tersedia di dalam negeri Indonesia, maka ia akan dikirim ke luar negeri, seperti Singapura atau Inggris untuk menerima perawatan kesehatan lanjutan, dengan semua biaya ditanggung oleh pemerintah Indonesia. Anggota keluarga yang menemani juga dibayar oleh pemerintah. Untuk ibu hamil, pemeriksaan pra-kelahiran benar-benar bebas. Setelah bayi lahir, pemerintah Indonesia akan bermurah hati memberikan susu bubuk gratis. Jadi bukan sebagai “Jualan Kampanye menjelang pemilihan Kepala Daerah saja.”
• SKEMA PENSIUN Dan JAMINAN SOSIAL:
Pemerintah Indonesia akan memastikan semua warganya bekerja dan mendapatkan pekerjaan, sehingga tidak ada yang menganggur dan bisa memastikan angka kriminalitas kecil. Badan Penyelenggara Jaminas Sosial akan berfungsi sebagaimana mestinya. Semua warga negara dan penduduk Indonesia yang berusia di atas usia 60, akan berhak mendapat santunan sebesar SGD250 per bulan, yang didanai langsung dari pemerintah! Selain itu, warga yang bekerja juga akan memiliki Tabung Amanah Pekerja (TAP). Selain itu ada santunan untuk para janda, anak yatim dan cacat.
• BANTUAN PERUMAHAN :
Pemerintah Indonesia akan secara aktif melakukan advokasi kebijakan untuk memastikan bahwa setiap kepala keluarga di Indonesia akan memiliki hak untuk memiliki rumah. Pemerintah Indonesia bahkan akan memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat rendah untuk membangun rumah impian bagi warga negaranya berupa pinjaman sekitar SGD100, 000 sampai SGD200, 000 untuk membangun rumah.

• KEBUTUHAN POKOK MURAH:
Pemerintah Indonesia juga akan berupaya untuk membuat harga kebutuhan pokok yang murah dan terjangkau bagi semua warganya. Pemerintah Indonesia tidak akan mengimpor beras dari Thailand, tapi justru kreatif mencetak sawah baru, menyejahterakan petani, mempunyai Hari Nasional Petani sebagai penghargaan bagi petani Indonesia. Pemerintah Indonesia akan mengawal Harga kebutuhan pokok penduduknya sehingga tidak ada lonjakan harga. Pemerintah Indonesia akan memiliki beberapa peternakan sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di dalam negeri. Sehingga tidak perlu lagi mengimpor Daging Sapi dan tidak akan ada kasus suap Impor Daging sapi lagi. Dan pemerintah Indonesia akan dapat memastikan pasokan daging sapi segar dan pasokan daging kambing untuk penduduk Indonesia dengan harga rendah.
• GRATIS GAS & INFRASTRUKTUR JALAN YANG BAIK:
Gas untuk memasak benar-benar akan gratis di Indonesia dan langsung disalurkan ke dapur warganya dan warganya tidak perlu membeli tabung gas. Serta semua infrastruktur jalan akan sangat bagus seperti jalan tol, hingga daerah terpencilpun di seluruh Indonesia.
Semoga saja Sultan Brunei mau menerima pinangan rakyat Indonesia untuk menjadi Presiden Indonesia 2013? Dan tidak perlu lagi rakyat Indonesia melakukan survey-survey menentukan calon presidennya sekarang. Karena Sultan Brunei telah terbukti memakmurkan negerinya dan rakyatnya. Sedangkan calon-calon dari hasil Survey masih dipertanyakan kemampuannya?
Brunei mampu menyejahterakan dan memakmurkan rakyatnya hanya dengan MINYAK dan GAS saja, mengapa Indonesia yang berlimpah KEKAYAAN ALAM-nya dan subur tanahnya BELUM!

Referensi tulisan :
http://virtual-bruneidarussalam.blog...arussalam.html

http://antenatv-rakitan.blogspot.com...siden_971.html

SOURCE: www.kaskus.co.id

4 Fakta Tentang Sri Sultan HB X


Siapa yang tak kenal dengan Raja Keraton Jogjakarta sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta? Mungkin hampir semua orang kenal. Namun, banyak hal yang tidak diketahui banyak orang tentang Raja satu ini. Berikut ini adalah empat fakta tentang Sri Sultan HB X yang mungkin belum banyak orang tahu.

Nama Asli

Sri Sultan Hamengku Buwono X bukanlah nama aslinya, itu adalah gelar bagi Raja Kesultanan Ngayogyokarta. Nama aslinya adalah Bendara Raden Mas Herjuno Darpito. Ketika dewasa ia diberi gelar KGPH Mangkubumi dan setelah diangkat sebagai putra mahkota diberi gelar KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Rajaputra Nalendra ing Mataram. Barulah setelah ia menjadi raja diberi gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kuliah 17 Tahun

Kalau Sri Sultan HB X kuliah pada masa sekarang sudah pasti di DO dari kampusnya. Beruntung dimasa ia kuliah belum ada aturan 7 tahun DO. Sultan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UGM pada tahun 1965 dan baru merampungkan studinya pada tahun 1982. Meski begitu, bukan berarti Sultan bodoh, ia lama kuliah karena harus mendampingi ayahnya di Jakarta yang pada waktu itu menjadi wakil presiden.Barulah setelah ayah lepas dari jabatan wakil presiden, ia kembali ke Jogja untuk menyelesaikan studinya.

Gubernur Tanpa Wakil

Setelah Sri Paduka Paku Alam VIII yang pada waktu itu menjadi Gubernur DIJ meninggal dunia, Sri Sultan HB X ditetapkan sebagai Gubernur pada tahun 1998-2003. Saat itu ia menjadi Gubernur tanpa ada Wakil Gubernur. Barulah pada periode 2003-2008 ia didampingi Sri Paduka Paku Alam IX sebagai Wakil Gubernur.

Rokok Kraton Dalem

Untuk selera rokok, Sultan memiliki merek rokok sendiri yang selalu menjadi idolanya yaitu Kraton Dalem. Rokok tersebut merupakan produk dari perusahaan rokok yang diprakasai oleh anak Sultan sendiri. Tak tanggung-tanggung, rokok yang diluncurkan pada tahun 2003 ini menggandeng PT Sampoerna Tbk sebagai konsultan dan partner.

Sumber: http://beritajogja.co.id/2013/03/09/...i-sultan-hb-x/

Sultan Sulu: Saya Adalah Sultan Termiskin di Dunia

detail Foto : Sultan Sulu Jamalul Kiram III (AP)

MANILA - Sultan Sulu Jamalul Kiram III memang berbeda ketimbang raja-raja lain yang memimpin negara Islam di dunia ini. Istana Kiram hanyalah rumah bertingkat dua di Kota Manila, Filipina, dan Kiram pun mengaku dirinya adalah sultan termiskin di dunia.

Lahir di Sulu pada 1938 silam, Kiram merupakan seorang pemimpin yang cukup dicintai dan penggemar olah raga tenis. Tanpa disadari, Sultan Sulu itu pernah bekerja sebagai penyiar radio di salah satu stasiun radio.

Pria itu sempat mencalonkan diri sebagai seorang senator pada 2007 silam lewat dukungan mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Namun keberuntungan tidak berpihak pada Kiram. Kiram justru gagal, hartanya pun habis karena kampanye pemilu tersebut.

"Saya adalah sultan termiskin di dunia ini," ujar sultan berusia 74 tahun itu, seperti dikutip Associated Press, Kamis (7/3/2013).

Putri Kiram, Jaycel, juga ikut menceritakan bagaimana masa kecilnya. Jaycel sendiri mengaku pernah terkejut ketika mendengar kabar bahwa dirinya adalah seorang putri raja sungguhan.

"Ketika saya masih kecil, saya kira nama 'Putri' adalah nama depan saya. Seorang putri (raja) umumnya mengenakan mahkota, memiliki istana, dan kereta kuda," ujar Jaycel Kiram yang saat ini berusia 35 tahun.

Salah satu hal yang menunjukan kejayaan Kiram saat ini hanyalah titel sultan yang ada di depan nama panjangnya. Selain itu, Kiram tidak memiliki apapun, selain loyalis-loyalisnya yang saat ini menduduki Sabah.

Kesehatan Kiram saat ini juga mulai memburuk, pria itu menderita gagal ginjal dan penyakit jantung. Kiram pun sulit untuk berbicara. Biaya perawatan sang sultan itu ternyata cukup mahal, keluarga Kiram dikabarkan lupa membayar pajak rumah.

Di masa muda, Kiram mengaku sering berkunjung ke Sabah. Ketika berada di wilayah itu, Kiram merasa seperti berada di kampung halamannya sendiri.

Sabah dan Sulu dipisahkan oleh sebuah selat di Laut Sulu. Perjalanan dari Sabah ke Sulu juga hanya memakan waktu 30 menit bila menggunakan kapal. Dua provinsi itu memiliki banyak kesamaan, warga-warga dari Sulu maupun Sabah juga saling mengunjungi.

Selama ini, Kesultanan Sulu ingin melihat Pemerintah Filipina mengklaim kembali wilayah Sabah. Menurut Kiram, klaim itu penting karena banyak pengikut Kesultanan Sulu yang diburu oleh polisi Malaysia di Sabah. Kiram cukup khawatir akan regenerasi para pengikutnya. (AUL)