Tampilkan postingan dengan label lintas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lintas. Tampilkan semua postingan

[FR] We are ONE BIG FAMILY.. BOSS 1st Anniversary Lintas Nusantara

Quote:

Sejarah Singkat BOSS

Sabtu, 27 April 2013
Serempak dirayakan oleh seluruh Chapter BOSS..

Orchard Walk Foodcourt - Bogor Nirwana Residence
Menjadi 'saksi' Chapter Gabungan Jabodetabek-Bandung-Tasik merayakannya..

Spoilerfor Daftar Hadir:





*)donatur


ALL HAIL BOSS


----------ooo----------


FR & Dokumentasi? Ga mungkin ga ada..

SOURCE: www.kaskus.co.id

Ini 41 Lokasi Pengalihan Arus Lalu Lintas di Hari Buruh

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas pada peringatan Hari Buruh Sedunia, Rabu (1/5/2013), Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memilih 41 lokasi pengalihan arus kendaraan di Jakarta.

"Berdasarkan unjuk rasa besar yang akan dilakukan pada 1 Mei, perlu ada pengalihan arus agar tidak stuck atau tidak mengalami kemacetan total yang tentunya menghambat produktivitas," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/4/2013).

Ia mengatakan, polisi akan melakukan pengalihan arus lalu lintas di 41 lokasi di wilayah DKI Jakarta. Polisi juga akan memberikan fokus pada tiga lokasi penting yang kemungkinan akan menjadi pusat konsentrasi massa, yakni Istana Negara, Bundaran Hotel Indonesia (HI), dan depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan. "Pusatnya nanti ada di tiga titik itu dan di gedung-gedung lain," ujar Sambodo.

Sambodo mengatakan, selain tiga lokasi di atas, konsentrasi massa buruh berada di kantor Kemnakertrans, KPK, Kejaksaan Agung, Jamsostek, Kantor Gubernur DKI atau Balaikota DKI, Mahkamah Konstitusi, dan Mabes Polri. Polisi akan melakukan pengamanan lalu lintas pada lokasi-lokasi itu.

Adapun 41 lokasi pengalihan arus lalu lintas terdapat di sejumlah traffic light di lima wilayah DKI, yaitu

Jakarta Barat: pengalihan arus dilakukan di traffic light (TL) Slipi, TL Tomang, TL Grogol, TL Roxy, TL Petojo, TL Batu Ceper, TL Mangga Besar, TL Gajah Mada, dan TL Asemka di Stasiun Kota.
Jakarta Selatan: pengalihan arus dilakukan di TL Lebak Bulus, TL Fatmawati, TL Panglima Polim, TL Santa, TL Mampang, TL Kuningan, TL Pancoran, Doorbrak DPN Kedubes Malaysia, TL Pakubuwono, TL CSW, TL Pati I, TL Bulungan, TL Monaliza, dan Panglima Polim IX.
Jakarta Utara: pengalihan arus dilakukan di TL Bintang Mas, TL Coca Cola, TL Jembatan Lima, TL Pasar Ikan.
Jakarta Pusat: pengalihan arus dilakukan di TL Cokroaminoto, TL Tugu Tani, TL Senen, TL MBAL, TL Pintu Besi, TL Tarakan, TL Biak, TL Kesehatan, dan TL Harmoni.
Jakarta Timur: pengalihan arus dilakukan di TL Baru, TL Cawang UKI, TL Cawang Kompor, pertigaan Kalibata, dan simpang T Kampung Melayu.
.
sumber
http://megapolitan.kompas.com/read/2...&utm_campaign=

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
semoga bermanfaat gan....kalo ada demo gini melanggar ham kaga ya??kan semua orang punya hak memakai jalan umum

SOURCE: www.kaskus.co.id

Jenderal Ursinus Medellu "polisi lalu lintas paling jujur"

Spoilerfor no repost:




Spoilerfor sekilas tentang korps lalu lintas:
Harta kekayaan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Djoko Susilo membuat orang menggeleng-gelengkan kepala. Dia memiliki sejumlah rumah mewah, tanah, mobil, SPBU hingga bus pariwisata.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkirakan harta kekayaan Djoko lebih dari Rp 100 miliar.

KPK menduga uang ini berasal dari korupsi simulator SIM dan tindak pidana pencucian uang. Kasus Djoko masih ditangani KPK.

Sejak dulu posisi di Korps Lalu Lintas dinilai lahan basah. Perilaku para polisi yang kerap meminta damai pun menambah buruk citra penegak hukum ini. Benarkah tak ada sosok yang pantas diteladani dari Korps Lalu Lintas Polri?

Ternyata ada. Sosok teladan itu sejujur Jenderal Hoegeng. Tak serupiah pun uang kantor dibawa pulang. Hidupnya dihabiskan untuk memberikan teladan bagi korps lalu lintas.




Seperti dilansir dalam situs merdeka Polisi jujur itu bernama Inspektur Jenderal Ursinus Ellias Meddelu. Dia menjabat Direktur Lalu Lintas Markas Besar Angkatan Kepolisian tahun 1965-1972. Setelah itu menjadi Kadapol (Kini Kapolda) Sumatera Utara.

Ursinus dikenal sebagai bapak Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dia juga yang membenahi sistem surat tilang.



Tapi apakah kemudian Ursinus mengambil keuntungan dari jabatannya? Apakah Ursinus memperkaya diri? Tidak sama sekali. Jenderal ini baru bisa punya rumah setelah mencicil mess dengan uang pensiunnya. Bayangkan juga seorang jenderal yang tak mampu menguliahkan anak-anaknya karena kekurangan biaya.

"Kisah hidup Papa seperti sulit dipercaya. Papa meneladani Jenderal Hoegeng soal kejujuran dan pengabdian. Akibatnya saya dan adik-adik tidak bisa kuliah karena kurang biaya," kata Elias Christian Meddelu, putra sulung Ursinus saat menerima tim liputan merdeka.com di rumahnya di kawasan Otista, Jakarta Timur.

Selama hidupnya beliau menduduki jabatan-jabatan yang sangat menentukan dan bergelimang uang. Namun pribadi seorang Ursinus Elias Medellu bagaikan batu karang yang teguh dan tidak goyah diterpa badai kemewahan yang dihadapkan pada kebutuhan hidup membesarkan ke delapan putra-putrinya.



Ketika menjadi Kepala Kepolisian Sumatra Utara di Medan, beliau pernah ditunjuk untuk menjadi Kapolda Metro Jaya dimana hal tersebut merupakan jabatan prestisius menuju puncak pimpinan Polri. Sekali lagi dengan penuh kerendahan hati dan dengan santun meminta kepada Kapolri pada saat itu Jenderal M. Hassan, kalau boleh memilih perwira yang lebih muda karena beliau dalam 5 tahun mendatang akan pensiun, agar yang menjabat Kapolda Metro Jaya selanjutnya dipersiapkan untuk menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menjadi pucuk pimpinan Polri.

Kesederhanaan dalam berpikir, berperilaku jujur, lugas dalam bertindak dan beloko atau semata-mata demi kejayaan Polri, itulah nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh almarhum Ursinus Elias Medellu. Apakah sepeninggal beliau dengan berbagai warisan nilai pengabdian, godaan dan kenikmatan karena berlimpahnya uang dalam genggaman kekuasaannya dan berbagai warisan kebendaan lainnya yang ditinggalkan selama beliau mengabdi dapat dihayati, diaktualisasikan oleh para pimpinan Polri masa kini atau mereka bahkan mengambil kesempatan demi kepentingan pribadi.



Quote:Membandingkan Irjen Djoko Susilo dan Irjen Ursinus Meddelu adalah sebuah ironi. Sama-sama komandan lalu lintas Polri, dengan kekayaan yang bagai bumi dan langit.

sumber 1
sumber 2