Tampilkan postingan dengan label Televisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Televisi. Tampilkan semua postingan

Tak Siarkan Tendangan Sudut, Televisi Bisa Didenda


BT Sport, pemegang hak siar Premier Leaegue yang telah membayarkan 738 juta pounds, tak ingin main-main dalam mendapatkan siaran berkualitas dari partner produksi televisi mereka. Hal itu terlihat dari klausul denda yang cukup besar bagi televisi partner jika melewatkan momen gol atau bahkan sebuah tendangan sudut sekalipun dalam siaran musim depan.

Sunset+Vine (S+V) misalnya, mereka harus menyepakati klausul yang dibuat BT Sports. Salah satu di antaranya adalah denda 250 ribu pounds jika ada satu gol yang tak disiarkan langsung dalam salah satu dari 38 laga Premier League musim 2013-14.
Bahkan, BT Sport juga mengatur denda untuk hal-hal kecil, semisal jika S+V gagal menyiarkan proses tendangan sudut atau tendangan bebas saat menyerang. Denda 150 ribu pounds harus dibayarkan S+V untuk kelalaian tersebut.
Setidaknya ada enam poin penalti yang dituntut BT Sport terhadap televisi partner mereka. Hal ini dirasa cukup mengherankan oleh pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses tender dengan BT Sport. Para pengacara televisi lain mengaku tak pernah melihat denda yang begitu besar dalam kontrak siaran sepak bola.

Kendati begitu, pihak S+V lewat chairman-nya Jeff Foulser, memaklumi tuntuan tinggi dari BT Sport. "Ada beberapa penalti finansial yang dimasukkan dalam kontrak, tapi kami gembira menandatanganinya. BT telah membayarkan uang dalam jumlah besar dan ingin siaran yang sebaik mungkin," tuturnya.
"Bukan niatan kami untuk melewatkan satu pun gol. Kami memiliki staf-staf terbaik di dunia dan memiliki pengalaman luas," lanjutnya.
Kontrak S+V dengan BT Sport sendiri diyakini mencapai 100 juta pounds. Mereka memiliki kewajiban untuk mneyampaikan siaran Premier League sepak bola dan Premiership rugby.

Code:
 SUMBER 

SOURCE: forum.indowebster.com

Pria yang Sering Nonton Televisi Jumlah Spermanya Sedikit



Quote:Kaum pria yang ingin memiliki sperma yang banyak mulailah mematikan televisi Anda dan pergi ke gym. Soalnya, pemuda yang keseringan nonton televisi dan jarang berolahraga bisa memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan pria yang jarang menonton olahraga dan giat bergerak.

Temuan ini merupakan hasil penelitian yang tak membuktikan sebab dan akibat. Tetapi hali itu menambah bukti bahwa gaya hidup modern bisa berkontribusi terhadap penurunan dalam jumlah sperma di negara maju.

Seperti dikutip USAToday, Selasa (5/2/2013), Jorge Chavarro, asisten profesor gizi dan epidemiologi di Harvard School of Public mengatakan, temuan ini bisa menjamin orang-orang aktif yang pernah mendengar kalau olahraga bisa menurunkan jumlah sperma.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine.

"Sebagian besar penelitian sebelumnya telah difokuskan pada atlet, seperti pelari marathon dan pesepeda profesional yang tubuhnya mungkin berada di bawah tekanan yang tidak biasa," kata Chavarro.

Menurut Chavarro, bersepeda mungkin terlalu panas atau melukai skrotum.

Pada penelitian terbaru ini melibatkan 189 mahasiswa pria yang berusia 18-22 tahun dari Rochester, NY. Setiap responden memberikan contoh air maninya dan menjawab pertanyaan tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi dan terlibat dalam latihan fisik.

Hasil penelitian itu antara lain:
  1. Pria yang sering menonton televisi, lebih dari 20 jam seminggu memiliki jumlah sperma 44 persen lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak menonton.
  2. Pria yang sering berolahraga, lebih dari 15 jam seminggu memiliki jumlah sperma 73 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang jarang berolahraga, setidaknya kurang dari lima jam dalam seminggu.
  3. Karakteristik sperma lainnya meliputi kecepatan berenang, yang sama pada semua kelompok, dan peneliti tidak bisa mengatakan apakah perbedaan dalam jumlah sperma cukup besar berdampak pada kesuburan.


Pada penelitian lain, obesitas dan diet lemak tinggi telah dikaitkan dengan jumlah sperma yang lebih rendah. Namun, dalam studi baru, hubungan antara aktivitas, TV, dan jumlah sperma meningkatkan berat badan bahkan pola diet secara keseluruhan.

Chavarro menunjukkan, perubahan metabolik yang berkaitan dengan aktivitas dan pemanasan skrotum karena kelamaan duduk di depan TV mungkin memainkan peran. Meskipun studi pada jumlah sperma pekerja kantor yang duduk sepanjang hari telah memberikan hasil yang beragam.

Chavarro mengatakan, televisi mungkin terkait dengan faktor makanan, termasuk paparan banyak iklan junk food. Beberapa studibaru lainnya telah menghubungkan menonton televisi berkepanjangan dengan penyakit jantung, diabetes, dan kematian dini.

Seorang profesor Kedokteran Lingkungan di University of Southern Denmark, Tina Kold Jensen, mengatakan, tak ada faktor yang cenderung disalahkan jika jumlah sperma menurun. Dia baru-baru ini menghubungkan jumlah sperma yang berkurang dengan diet lemak jenuh.

"Saya yakin itu adalah gabungan dari gaya hidup, tidak olahraga, menonton televisi, minum cola, dan makanan cepat saji, yang mengurangi kualitas sperma," ujar Jensen.(Mel/Igw)



Spoilerfor Sumber:
Liputan 6 dot com