Tampilkan postingan dengan label Soviet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soviet. Tampilkan semua postingan

Soekarno Perintahkan Uni Soviet Untuk Cari Makam Imam Bukhari

Spoilerfor Hot News!:


ternyata sudah 60 lebih yang ngasih rating terhadap thread ini
dan 50 orang sudah nge-like OMG!



THANKS KASKUSER!!!



Spoilerfor Donatur GRP & Rated:

Profil Imam Bukhari ada di Post #2
Spoilerfor norepost:

Spoilerfor Apakah artikel pada thread ini HOAX?:


Cerita soal Presiden Soekarno tak ada habisnya. Banyak sumber yang mengatakan, Soekarno-lah yang menemukan makam perawi hadis terkenal, Imam Bukhari.


Jumat (25/11), tim ekspedisi tengah melintas Kota Samarkand, Uzbekistan, dalam perjalanan menuju Turkmenistan. Langit sudah gelap. Kompleks makam Imam Bukhari yang megah terlihat laksana istana raja. Penerangan di sana seadanya karena sudah tidak ada lagi peziarah yang berkunjung. Imam Bukhari ialah seorang pengumpul hadis sahih Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam. Makamnya terletak di Samarkand, Uzbekistan.

Tim Fastr*n Europe-Asia M*tro TV Expedition 2011 mendapat kesempatan langka berziarah ke sana, bahkan langsung masuk ke ruang bawah tanah tempat jenazah Imam Bukhari bersemayam. Padahal biasanya para peziarah yang berasal dari berbagai suku bangsa hanya boleh masuk sampai ruang atas kompleks pemakaman. Kompleks serta-merta menjadi terang benderang kala perwakilan ekspedisi menemui pengelola makam dan mengungkapkan bahwa rombongan berasal dari Indonesia dan ingin berziarah.

Tak lama kemudian, Rahmatullo Sultonov, juru kunci makam yang berjilbab hitam, keluar dari bangunan dan langsung mengarah ke ruang bawah tanah makam Imam Bukhari. Anggota ekspedisi diminta melepaskan sepatu sebelum masuk ruangan yang beralaskan karpet warna hijau tersebut. Ruangan berdinding batu bata itu mampu menampung sekitar 10 orang, dilengkapi bangku untuk para peziarah. Makam ada di tengah ruang, berselimutkan kain hitam, bertulisan Arab warna kuning.


Nuansa begitu khidmat saat berada di sana. Setelah mengajak anggota tim ekspedisi untuk membaca beberapa surah pendek Alquran, Rahmatullo berkisah, kompleks permakaman Imam Bukhari tidak mungkin seindah dan semegah itu tanpa peran Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia.

Ketika Uzbekistan masih termasuk Uni Soviet, Soekarno dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet pada 1959 pernah meminta petinggi Partai Komunis untuk mencarikan makam orang suci Islam yang sangat terkenal bernama Imam Bukhari.

Setelah tiga hari pencarian, makam Imam Bukhari ditemukan. Soekarno naik kereta dari Moskow ke Samarkand, tempat Bukhari meninggal dunia dan jenazahnya dimakamkan sekitar tahun 870.

“Beliau tiba pada malam hari dan langsung membaca Alquran sampai pagi hari, tidak tidur,” lanjut Rahmatullo seperti diterjemahkan Temur Mirzaev, rekanan Kedutaan Besar Republik Indonesia sekaligus dosen bahasa Indonesia di Institute of Oriental Studies, Tashkent.

Saat ditemukan, makam dalam kondisi tidak terurus. Soekarno meminta pemerintah Uni Soviet agar segera memperbaikinya. Ia bahkan sempat menawarkan agar makam dipindahkan ke Indonesia apabila Uni Soviet tidak mampu merawat dan menjaga makam tersebut. Emas seberat makam Imam Bukhari akan diberikan sebagai gantinya.

“Bangsa Indonesia sangat berjasa bagi keberlangsungan makam Imam Bukhari. Sebenarnya makam sudah tutup untuk pengunjung karena hari sudah malam. Tapi, karena orang Indonesia yang datang, makanya dibukakan,” tutur Temur.


Bung Karno Mencari Makam Imam Bukhori
Di Tashkent tidak ada jalan bernama Bung Karno. Tapi bukan berarti rakyat Uzbekistan ini tidak mengenal presiden pertama Republik Indonesia itu. Tidak banyak yang tahu kalau Bung Karno adalah penemu makam Imam Al Bukhari, seorang perawi hadist Nabi Muhammad SAW.

Begini ceritanya. Tahun 1961 pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa tertinggi Uni Soviet, Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Bung Karno ke Moskow. Kayaknya Khrushchev hendak menunjukkan pada Amerika bahwa Indonesia berdiri di belakang Uni Soviet.

Karena bukan orang lugu, Bung Karno tidak mau begitu saja datang ke Moskow. Bung Karno tahu, kalau Indonesia terjebak, yang paling rugi dan menderita adalah rakyat. Bung Karno tidak mau membawa Indonesia ke dalam situasi yang tidak menguntungkan. Bung Karno juga tidak mau Indonesia dipermainkan oleh negara mana pun. Bung Karno mengajukan syarat. Kira-kira begini kata Bung Karno, “Saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tidak boleh tidak.”

Khrushchev balik bertanya, “Apa syarat yang Paduka Presiden ajukan?”

Bung Karno menjawab, “Temukan makam Imam Al Bukhari. Saya sangat ingin menziarahinya.”

Jelas saja Khrushchev terheran-heran. Siapa lagi ini Imam Al Bukhari. Dasar orang Indonesia, ada-ada saja. Mungkin begitu sungutnya dalam hati. Tidak mau membuang waktu, Khrushchev segera memerintahkan pasukan elitnya untuk menemukan makam dimaksud. Entah berapa lama waktu yang dihabiskan anak buah Khrushchev untuk menemukan makam itu, yang jelas hasilnya nihil.

Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno, “Maaf Paduka Presiden, kami tidak berhasil menemukan makam orang yang Paduka cari. Apa Anda berkenan mengganti syarat Anda?”

Bung Karno tersenyum sinis. “Kalau tidak ditemukan, ya udah, saya lebih baik tidak usah datang ke negara Anda.”

Kalimat singkat Bung Karno ini membuat kuping Khrushchev panas memerah. Khrushchev balik kanan, memerintahkan orang-orang nomor satunya langsung menangani masalah ini.

Nah, akhirnya setelah bolak balik sana sini, serta mengumpulkan informasi dari orang-orang tua Muslim di sekitar Samarkand, anak buah Khrushchev menemukan makam Imam kelahiran Bukhara tahun 810 Masehi itu. Makamnya dalam kondisi rusak tak terawat. Imam Al Bukhari yang memiliki pengaruh besar bagi umat Islam di Indonesia itu dimakamkan di Samarkand tahun 870 M.

Presiden Soekarno meminta pemerintah Uni Soviet agar segera memperbaikinya. Ia bahkan sempat menawarkan agar makam dipindahkan ke Indonesia apabila Uni Soviet tidak mampu merawat dan menjaga makam tersebut. Emas seberat makam Imam Bukhari akan diberikan sebagai gantinya.

Khrushchev memerintahkan agar makam itu dibersihkan dan dipugar secantik mungkin. Selesai renovasi, Khrushchev menghubungi Bung Karno kembali. Intinya, misi pencarian makam Imam Al Bukhari berhasil.

Sambil tersenyum Bung Karno mengatakan, “Baik, saya datang ke negara Anda.”

Setelah dari Moskow, tanggal 12 Juni 1961 Bung Karno tiba di Samarkand. Sehari sebelumnya puluhan ribu orang menyambut kehadiran Pemimpin Besar Revolusi Indonesia ini di Kota Tashkent. (Habib Ahmad bin Faqih Ba'Syaiban)

Quote:Sumber artikel & foto:


Sekedar share ya Gan no just only

SOURCE: www.kaskus.co.id

Wisata Sejarah ke Uni Soviet Yuk !

Assalamualaikum wr. wb.

Salam sejahtera dan selamat malam pada para agan-agan forsex sekalian. Perkenankan ane yang nubitol ini untuk mempersembahkan thread perdana tentang sejarah pada para agan sekalian

Semoga ane kagak dan semoga agan-agan sekalian terhibur dan ane bisa belajar banyak dari agan . Oke, langsung aja deh.

Seperti apakah kehidupan di Uni Soviet itu? Benarkah negara-negara komunis adalah negara yang terbelakang, menakutkan, miskin dan lebih banyak sisi jeleknya daripada sisi bagusnya?
Dalam thread ini ane akan menampilkan berbagai dokumentasi tentang Uni Soviet berikut beberapa penjelasan singkat tentangnya.

UNI SOVIET / USSR



Uni Soviet atau dalam tulisan cyrillic CCCP (SSSR = Soyuz Sovetskikh Sotsialisticheskikh Respublik) merupakan negara sosialis pertama di dunia yang dibentuk oleh Partai Komunis pimpinan Vladimir Lenin (1870-1924) melalui Revolusi Oktober.

Negara ini berdiri hampir 60 tahun lamanya sebelum kemudian ambruk karena munculnya gerakan demokratis-radikal yang menghendaki diakhirinya sistem sosialis-komunis.

Spoilerfor "Lenin":

Bapak pendiri Partai Komunis Uni Soviet sekaligus founding father Uni Soviet. Lahir dengan nama Vladimir Ilyich Ulyanov dari keluarga seorang inspektur pendidikan dan ibu berprofesi sebagai tabib. Menikahi Nadezhda Konstantinova Krupskaya yang juga seorang revolusioner. Meninggal pada tahun 1924 setelah mengalami serangan stroke untuk kedua kalinya


Kehidupan Mahasiswa

Spoilerfor "Hidup Mahasiswa":


Potret mahasiswa jurusan geologi (1937). 3 tahun kemudian beberapa mahasiswa dalam foto ini bekerja sebagai: Kaurov Taguro (anggota Ekspedisi Tagulsk di daerah Nizhneudinsk), Koljazhnov Glushinskij (Tentara Merah), Galushkin (bekerja di badan intelijen NKVD). courtesy : northstarcompass.org


Petani Pedesaan

Spoilerfor "Petani":


Keluarga petani di daerah Hakasija dengan sepeda buatan dalam negeri (1938).
courtesy : northstarcompass.org


Apartemen

Spoilerfor "Apartemen":


Salah satu apartemen peninggalan Soviet dengan tipe Khruschevka (merujuk pada style apartemen tahun 50 dan 60-an saat Nikita Khruschev berkuasa). courtesy : www.enlight.ru


Keluarga

Spoilerfor "Sakinah Mawaddah wa Rahmah":


Tipikal keluarga ideal Uni Soviet tahun 70'an. courtesy : www.englishrussia.com


Sekolah Dasar

Spoilerfor "Dua tambah Dua sama dengaaan....":


Suasana di salah satu sekolah dasar tahun 1970'an. courtesy : www.englishrussia.com


Organisasi Kepemudaan (Komsomol)

Spoilerfor "Komsomol":


Anggota Komsomol (organisasi pemuda / kepanduan Partai Komunis) dalam sebuah acara. courtesy : www.englishrussia.com


Parade Hari Penting

Spoilerfor "Parade":


Parade memperingati Revolusi Oktober di Lapangan Lenin, No'Kis, Provinsi Karakalpakstan pada tahun 1980. courtesy : www.karakalpak.com



Parade peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1977 di Krasnaya Ploschad (Lapangan Merah), Moskow. Hari Buruh adalah libur nasional di negara-negara berhaluan sosialis-komunis. courtesy : www.comtourist.com


Sekian gan yang bisa ane persembahkan, semoga agan-agan sekalian terhibur dan bisa membantu untuk ber-flashback ria di era Uni Soviet masih lagi jaya-jayanya

insyaAllah no karena ane ketik sendiri kata-katanya dan mencari dari sumber internet (udah ane cantumin di masing-masing gambar) serta literatur yang perna ane baca.

Komeng-komeng agan sangat ane nantikan

Yang mau nambah dokumentasi monggo dimari

Kalo berkenan

kalo berbaik hati bolehlah berbagi