Tampilkan postingan dengan label Presiden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden. Tampilkan semua postingan

Kata RUHUT: Tak Pantas, Tukang Mebel Jadi Presiden



JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengaku heran masih saja banyak lembaga survei yang menempatkan Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden potensial periode 2014-2019.

Ruhut melihat justru kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta berantakan. Satu tahun masa jabatan, persoalan ibukota seperti kemacetan, banjir dan lain sebagainya tidak ada satu pun yang dituntaskan.

"Masih ada yang jagoin? Hancur begitu. Itu, survei dulu, sekarang lihat jalan makin macet, banjir dimana-mana, sudah enggak pantas dia jadi Presiden. Gimana, jadi Wali Kota Solo saja gagal, tukang mebel mau jadi capres," kata Ruhut kepada Tribunnews, Minggu (19/5/2013).

Publik, kata Ruhut, jangan tertipu oleh upaya pencitraan yang terus dibangunnya lewat banyak media massa demi meraih kursi nomor satu di Indonesia. "Jangan jadi korban pencitraan, aduh, masih saja jagokan dia," kata Ruhut.

Ruhut juga mengklaim tidak ada satupun partai politik yang menjagokan Jokowi menjadi Presiden tahun 2014 mendatang, bahkan PDI Perjuangan sekalipun. Dengan tidak adanya dukungan tersebut, lanjut Ruhut, mustahil Jokowi akan maju jadi calon presiden tahun 2014, karena undang-undang tidak membolehkan kandidat presiden dari kalangan independen mencalonkan diri.

"PDIP saja enggak calonin dia, siapa yang mau dukung, mau maju jadi calon independen? Ya enggak bisa, itu ada undang-undang, ini kan negara hukum, kalau gubernur, wali kota, bupati bisa," katanya.


Sumber :
Tribunnews
http://nasional.kompas.com/read/2013...campaign=Khlwp

Editor :
Egidius Patnistik

Gimana tuh pendapat agan-agan..

SOURCE: www.kaskus.co.id

PESAN & CERITA TERAKHIR PRESIDEN SOEKARNO !!! FULL PART #1,2,3

Sedikit Menelisik dan Menambah pengetahuan juragan semua , disini ts , ingin memamparkan sedikit tentang kronologi tentang kejadian kejadian sebelum meninggalnya BAPAK PROKLAMATOR INDONESIA .

Langsung aja cekibrot .

NO REPSOL

Spoilerfor one:


Hari-hari Terakhir Bung Karno (1)

Spoilerfor joss:

Bung Karno, di akhir hayatnya sangat nista. Ia dinista oleh penguasa ketika itu. Ia sakit, dan tidak mendapat perawatan yang semestinya bagi seorang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus tokoh pemersatu bangsa. Bahkan untuk sekadar bisa menghirup udara Jakarta (dari pengasingannya di Bogor), ia harus menulis surat dengan sangat memelas kepada Soeharto.

Spoilerfor joss2:


Mengenang hari-hari terakhir Bung Karno, saya sengaja menukil kisah sedih yang dipaparkan Reni Nuryanti dalam bukunya Tragedi Sukarno, Dari Kudeta Sampai Kematiannya. Harapannya, kita semua bisa berkaca dari sejarah. Detail kisah mengharu biru, dari praktik-praktik biadab aparat militer ketika itu kepada Bung Karno selama hidup dalam “kerangkeng” Orde Baru di Wisma Yaso, cepat atau lambat akan terbabar.

Hari-hari terakhir Bung Karno ini, saya penggal mulai dari peristiwa tanggal 16 Juni 1970 ketika Bung Karno dibawa ke RSPAD (Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto). Ia dibawa pukul 20.15, harinya Selasa. Ada banyak versi mengenai peristiwa ini. Di antaranya ada yang menyebutkan, Sukarno dibawa paksa dengan tandu ke rumah sakit.
Hal itu ditegaskan oleh Dewi Sukarno yang mengkonfirmasi alasan militer, bahwa Bung Karno dibawa ke RS karena koma. Dewi mendapat keterangan yang bertolak belakang. Waktu itu, tentara datang membawa tandu dan memaksa Bung Karno masuk tandu. Tentara tidak menghiraukan penolakan Bung Karno, dan tetap memaksanya masuk tandu dengan sangat kasar. Sama kasarnya ketika tentara mendorong masuk tubuh Bung Karno yang sakit-sakitan ke dalam mobil berpengawal, usai menghadiri pernikahan Guntur. Bahkan ketika tangannya hendak melambai ke khalayak, tentara menariknya dengan kasar.


Adalah Rachmawati, salah satu putri Bung Karno yang paling intens mendampingi bapaknya di saat-saat akhir. Demi mendengar bapaknya dibawa ke RSPAD, ia pun bergegas ke rumah sakit. Betapa murka hati Rachma melihat tentara berjaga-jaga sangat ketat. Hati Rachma mengumpat, dalam kondisi ayahandanya yang begitu parah, toh masih dijaga ketat seperti pelarian. “Apakah bapak begitu berbahaya, sehingga harus terus-menerus dijaga?” demikian hatinya berontak.


Dalam suasana tegang, tampak Bung Karno tergolek lemah di sebuah ruang ujung becat kelabu. Tak ada keterangan ruang ICU atau darurat sebagaimana mestinya perlakuan terhadap pasien yang koma. Tampak jarum infus menempel di tangannya, serta kedok asam untuk membantu pernapasannya.


Untuk menggambarkan kondisi Sukarno ketika itu, simak kutipan saksi mata Imam Brotoseno, “Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa –dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar kemana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas. (roso daras)


Hari-hari Terakhir Bung Karno (2)

Spoilerfor joss3:


Hari kedua, 17 Juni 1970, Sukarno tampak lebih baik dari hari sebelumnya. Tapi, ia tidak mau makan. Bahkan, obat-obatan yang diberikan dokter pun enggan meminumnya. Setiap kali dokter hendak memberi suntikan pun, Bung Karno selalu menolak. Rachmawati menerka, Bung Karno mengetahui bahwa semua pengobatan selama ini hanya untuk memperlemah dirinya. Dalam kacamata politik, pengobatan dengan misi pembunuhan.


Karenanya, kondisi Sukarno makin lemah dari hari ke hari. Hingga saat itu Rachma berani bertanya kepada tim dokter yang merawat, dalam hal ini ia bertanya kepada Ketua Tim Dokter yang merawat Bung Karno, yakni Prof Mahar Mardjono, “Mengapa sakit komplikasi yang diderita bapak dibiarkan begitu saja. Mengapa tidak dilakukan cuci darah?” Mahar hanya menjawab sambil lalu, sehingga Rachma berkesimpulan, dokter-dokter itu tidak benar-benar merawat Sang Proklamator Bangsa. Bahkan, para dokter tampak tak punya rasa iba sedikit pun.


Lebih sakit hati Rachma ketika dr Mahar mengatakan, “Alat itu sedang dipesan dari Inggris, dan belum tentu ada. Kalaupun ada, kapan datangnya, tidak tahu.” Keterangan Mahar ini, di kemudian hari dibenarkan anggota dokter lain, “Sebenarnya sudah lama, tim dokter telah mengusulkan agar alat itu dibeli. Tapi alat itu tak kunjung datang meski pembeliannya kabarnya telah dijajaki di Singapura dan Inggris.” Dan akhirnya, anggota tim dokter itu menambahkan, “jangan-jangan memang sengaja tidak dibeli….”


Dalam keterangan lain, situasi saat itu memang membuat tim dokter yang dipimpin Mahar Mardjono tak berdaya. Ada kekuatan besar yang bisa mengancam nyawa mereka seandainya mereka bekerja di luar kendali penguasa. Karenanya dalam suatu kesaksian terungkap, saat kondisi Bung Karno kritis, Prof dr Mahar Mardjono sempat menuliskan resep khusus, namun obat yang diresepkannya itu disimpan saja di laci oleh dokter yang berpangkat tinggi. Mahar mengemukakan hal itu kepada rekannya, dr Kartono Mohammad.


Spoilerfor joss4:



Kesaksian datang dari saksi lain yang juga mantan pejabat di era Sukarno. Menurutnya, adalah fakta bahwa Sukarno ditelantarkan oleh Soeharto pada waktu sakit. Saksi yang juga seorang purnawirawan tinggi militer itu juga mengungkapkan, perlakuan yang seragam terhadap Sukarno berasal dari sebuah instruksi, “Yang memberi instruksi adalah Soeharto,” katanya. (roso daras)


Hari-hari Terakhir Bung Karno (3)

Spoilerfor joss5:


Semua detik yang berdetak, semua menit yang lewat, semua jam yang bergulir, semua angin yang berembus… adalah duka sepanjang hari. Satu hari bernama tanggal 18, mungkin hanya bermakna 24 jam. Satu hari berikutnya yang bernama tanggal 19 Juni 1970, adalah bilangan 1440 menit, 86.400 detik. Tapi semua itu adalah tusukan duri bagi Sukarno yang tengah tergolek lemah.


Sedangkan tanggal 20 Juni, tercatat sebagai simbol dwitunggal yang terpatri abadi. Sejarahlah yang berkuasa pada hari itu. Bung Hatta, datang menjenguk sahabat seperjuangan. Sementara, Bung Karno, seperti diberi kekuatan untuk menyaksikan kedatangan Sang Hatta. Maka, terjadilah pertemuan yang mengharu-biru, seperti dikisahkan Meutia Hatta dalam bukunya: Bung Hatta: Pribadinya dalam Kenangan.


Berkata lirih Sukarno kepada Hatta, “Hatta… kau di sini….?
Seperti diiris-iris hati Hatta melihat sahabatnya tergolek tanpa daya. Demi memompa semangat kepada sahabat, wajah teduh Bung Hatta menampakkan raut yang direkayasa, “Ya… bagaimana keadaanmu, No?” begitu Hatta membalas sapaan lemah Karno, dengan panggilan akrab yang ia ucapkan di awal-awal perjuangan. Hatta memegang lembut tangan Bung Karno. Bung Karno melanjutkan sapaan lemahnya, “Hoe at het met jou…” (Bagaimana keadaanmu?)


Hatta benar-benar tak kuasa lagi merekayasa raut teduh. Hatta benar-benar tak kuasa menahan derasnya arus kesedihan demi mendengar sahabatnya menyapanya dalam bahasa Belanda, yang mengingatkannya pada masa-masa penuh nostalgi. Apalagi, usai berkata-kata lemah, Sukarno menangis terisak-isak. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya. Seketika, Hatta pun tak kuasa membendung air mata. Kedua sahabat yang lama berpisah, saling berpegang tangan seolah takut terpisah. Keduanya bertangis-tangisan.


“No...”


Lanjut Dibawah Yak Gan . . .

SOURCE: www.kaskus.co.id

(Poll) Siapa Presiden Indonesia Favorit Agan?


Presiden Pertama, Ir. Soekarno (1945-1966)

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.


Presiden Kedua, Soeharto (1966-1998)

Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.

Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.

Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.

Perkimpoian Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.


Presiden Ketiga, B.J.Habibie (1998-1999)

Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :

* VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
* CN – 235
* N-250
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
• Helikopter BO-105.
• Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
• Beberapa proyek rudal dan satelit.

Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :

* 1976 – 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
* 1978 – 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
* 1978 – 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
* 1978 – 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
* 1980 – 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980)
* 1983 – 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
* 1988 – 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
* 1989 – 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
* 1990 – 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret – 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
* 21 Mei 1998 – Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia


Presiden Keempat, KH. Abdurrahman Wahid (1999-2001)

Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur adalah keturunan “darah biru”. Ayahnya, K.H. Wahid Hasyim adalah putra K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais ‘Aam PBNU setelah K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus, dan dua tokoh bangsa Indonesia.
Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-’aqdi yang diketuai K.H. As’ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Meskipun sudah menjadi presiden, ke-nyleneh-an Gus Dur tidak hilang, bahkan semakin diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Dahulu, mungkin hanya masyarakat tertentu, khususnya kalangan nahdliyin yang merasakan kontroversi gagasannya. Sekarang seluruh bangsa Indonesia ikut memikirkan kontroversi gagasan yang dilontarkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid

Presiden Kelima, Megawati (2001-2004)

Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati. Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama.

Presiden Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)

Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden RI ke-6. Berbeda dengan presiden sebelumnya, beliau merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Lulusan terbaik AKABRI (1973) yang akrab disapa SBY ini lahir di Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949. Istrinya bernama Kristiani Herawati, merupakan putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

SOURCE: www.kaskus.co.id

Andai Saja Sultan Brunei Jadi Presiden Indonesia

Berbicara masalah kesejahteraan yang diterapkan oleh Sultan Brunei kepada rakyatnya, hati ini menjadi miris dan sedih. Kenapa Brunei yang hanya mempunyai kekayaan alam berupa MINYAK BUMI dan GAS saja ternyata Sultannya mampu menyejahterakan dan memakmurkan rakyatnya. Pokok persoalan bukan karena wilayah Brunei Yang kecil dan populasi penduduk yang sedikit bila dibandingkan Indonesia ditambah hasil Minyak bumi dan Gas Brunei yang melimpah, namun karena "politic will" Sultan Brunei yang berkomitmen dan bervisi untuk kesejahteraan rakyatnya.

Mungkin hanya Sultan Brunei saja (dari Sultan ke-28 Al-Marhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien III yang di juluki sebagai Arsitek Modern Brunei dan kemudian di teruskan oleh Sultan ke-29 Sultan Hassanal Bolkiah) yang JELAS, TIDAK RAGU-RAGU dan secara tidak langsung bisa mengimplementasikan Pasal 33 UUD 1945 UUD Republik Indonesia ,”Bumi dan air dikuasai Negara, dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.” Sayang pasal ini telah hilang dalam UUD 1945 Perubahan?
Visi Sultan Brunei Jelas dan tidak ragu-ragu, Hasil kekayaan Alam Brunei yang hanya berupa Minyak dan Gas, benar-benar dimanfaatkan dan didistribusikan secara optimal untuk kesejahteraan serta kemakmuran rakyatnya.
Sultan Brunei diakui sebagai orang terkaya di dunia, namun kekayaannya tidak dinikmati sendiri, tetapi sebagai Sultan dan wali amanah, Rakyat dibawahnyapun benar-benar sejahtera dan makmur karenanya.
Sayang sekali, Indonesia belum mempunyai Presiden yang mempunyai visi yang Jelas dan tidak ragu-ragu untuk memakmurkan dan menyejahterakan rakyatnya seperti Sultan Brunei .
Presiden Indonesia dan Sultan Brunei, kedua-duanya saat ini juga menerima banyak anugerah gelaran Doktor Honoris Causa, namun siapa yang bisa secara nyata mengimplementasikan kesejahteraaan dan kemakmuran buat rakyatnya?
Jadi, andai saja Presiden Indonesia adalah Sultan Brunei, maka Indonesia akan memiliki Model kesejahteraan ala Brunei dan akan mengadopsi Rencana Pembangunan Nasional Brunei Darussalam (NDP).
Lalu apa implementasinya :
• BENSIN MURAH dan TARIF LISTRIK RENDAH :
Banyak hal yang akan dapat dinikmati rakyat Indonesia berupa subsidi dari pemerintahnya. Menjadi salah satu negara penghasil minyak, rakyat Indonesia juga akan menikmati harga bensin terendah di kawasan Asia Tenggara dengan harga hanya SGD 0,53 per liter atau Rp 2.000/liter tidak Rp. 6.500 seperti yang akan diberlakukan kenaikannya sebentar lagi? Namun tentunya diimbangi dengan kebijakan mengurangi jumlah produksi mobil dan sepeda motor berbahan bakar bensin, sebagai tindak lanjut mengurangi polusi kendaraan bermotor. Selain itu, warga Negara Indonesia juga akan menikmati tariff air bersih yang rendah dan tarif listrik yang rendah. Dipastikan TDL tidak akan naik, karena semua pembangkit listrik di Indonesia tidak lagi menggunakan BBM tapi batubara?
•TIDAK ADA PAJAK :
Indonesia tidak akan memerlukan warga negara dan penduduknya, untuk membayar segala bentuk pajak untuk membiayai negara. Jadi tidak ada pajak penghasilan, NO Goods & Services Tax (GST) or Value-Added Tax (VAT)/Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dan satu-satunya pajak yang dibayar hanyalah Pajak Jalan. Jadi tidak ada Institusi Perpajakan dan tidak akan ada Gayus-gayus nakal.
• GRATIS PENDIDIKAN:
Rakyat Indonesia akan menikmati keistimewaan pendidikan gratis di sekolah pemerintah dari tingkat dasar sampai ke menengah atas. Siswa Indonesia yang berprestasi akan dikirim ke luar negeri, terutama Inggris dan Australia dengan beasiswa penuh dari pemerintah. Selain itu, pemerintah Indonesia akan bermurah hati memberikan uang saku sebesar SGD1000 per mahasiswa per bulan, terlepas dari apakah mereka berada di perguruan tinggi lokal atau luar negeri. Dan pendidikan di Indonesia akan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Jadi bukan sebagai “Jualan Kampanye menjelang pemilihan Kepala Daerah saja.”
• GRATIS PERAWATAN KESEHATAN:
Rakyat Indonesia akan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Mereka tidak harus membayar untuk konsultasi dengan dokter, juga tidak harus membayar untuk setiap operasi yang dilakukan. Dalam hal warga negara Indonesia membutuhkan perawatan yang sangat khusus yang tidak tersedia di dalam negeri Indonesia, maka ia akan dikirim ke luar negeri, seperti Singapura atau Inggris untuk menerima perawatan kesehatan lanjutan, dengan semua biaya ditanggung oleh pemerintah Indonesia. Anggota keluarga yang menemani juga dibayar oleh pemerintah. Untuk ibu hamil, pemeriksaan pra-kelahiran benar-benar bebas. Setelah bayi lahir, pemerintah Indonesia akan bermurah hati memberikan susu bubuk gratis. Jadi bukan sebagai “Jualan Kampanye menjelang pemilihan Kepala Daerah saja.”
• SKEMA PENSIUN Dan JAMINAN SOSIAL:
Pemerintah Indonesia akan memastikan semua warganya bekerja dan mendapatkan pekerjaan, sehingga tidak ada yang menganggur dan bisa memastikan angka kriminalitas kecil. Badan Penyelenggara Jaminas Sosial akan berfungsi sebagaimana mestinya. Semua warga negara dan penduduk Indonesia yang berusia di atas usia 60, akan berhak mendapat santunan sebesar SGD250 per bulan, yang didanai langsung dari pemerintah! Selain itu, warga yang bekerja juga akan memiliki Tabung Amanah Pekerja (TAP). Selain itu ada santunan untuk para janda, anak yatim dan cacat.
• BANTUAN PERUMAHAN :
Pemerintah Indonesia akan secara aktif melakukan advokasi kebijakan untuk memastikan bahwa setiap kepala keluarga di Indonesia akan memiliki hak untuk memiliki rumah. Pemerintah Indonesia bahkan akan memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat rendah untuk membangun rumah impian bagi warga negaranya berupa pinjaman sekitar SGD100, 000 sampai SGD200, 000 untuk membangun rumah.

• KEBUTUHAN POKOK MURAH:
Pemerintah Indonesia juga akan berupaya untuk membuat harga kebutuhan pokok yang murah dan terjangkau bagi semua warganya. Pemerintah Indonesia tidak akan mengimpor beras dari Thailand, tapi justru kreatif mencetak sawah baru, menyejahterakan petani, mempunyai Hari Nasional Petani sebagai penghargaan bagi petani Indonesia. Pemerintah Indonesia akan mengawal Harga kebutuhan pokok penduduknya sehingga tidak ada lonjakan harga. Pemerintah Indonesia akan memiliki beberapa peternakan sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di dalam negeri. Sehingga tidak perlu lagi mengimpor Daging Sapi dan tidak akan ada kasus suap Impor Daging sapi lagi. Dan pemerintah Indonesia akan dapat memastikan pasokan daging sapi segar dan pasokan daging kambing untuk penduduk Indonesia dengan harga rendah.
• GRATIS GAS & INFRASTRUKTUR JALAN YANG BAIK:
Gas untuk memasak benar-benar akan gratis di Indonesia dan langsung disalurkan ke dapur warganya dan warganya tidak perlu membeli tabung gas. Serta semua infrastruktur jalan akan sangat bagus seperti jalan tol, hingga daerah terpencilpun di seluruh Indonesia.
Semoga saja Sultan Brunei mau menerima pinangan rakyat Indonesia untuk menjadi Presiden Indonesia 2013? Dan tidak perlu lagi rakyat Indonesia melakukan survey-survey menentukan calon presidennya sekarang. Karena Sultan Brunei telah terbukti memakmurkan negerinya dan rakyatnya. Sedangkan calon-calon dari hasil Survey masih dipertanyakan kemampuannya?
Brunei mampu menyejahterakan dan memakmurkan rakyatnya hanya dengan MINYAK dan GAS saja, mengapa Indonesia yang berlimpah KEKAYAAN ALAM-nya dan subur tanahnya BELUM!

Referensi tulisan :
http://virtual-bruneidarussalam.blog...arussalam.html

http://antenatv-rakitan.blogspot.com...siden_971.html

SOURCE: www.kaskus.co.id

PSY Diundang Makan Malam di White House bersama Presiden Obama


WowKeren.com - PSY mendapat kehormatan dari istana kepresidenan Amerika Serikat. Pelantun "Gentleman" tersebut mendapat undangan spesial untuk hadir di makan malam korespondensi di Washington pada Sabtu 27 April.

Kehadiran PSY tersebut merupakan kedatangannya yang kedua kalinya setelah pada 2012 lalu juga diundang. Pada Desember lalu ia hadir setelah tampil di acara amal untuk Natal. PSY pun hadir dengan mengenakan setelan jas rapi dan dasi kupu-kupu.

"White House Correspondents' Dinner" ini adalah acara besar untuk media yang diadakan setiap tahun. Digelar di Gedung Putih, acara makan malam ini dipandu langsung oleh Presiden Obama. Tahun ini hadir juga artis Nicole Kidman dan Jessica Alba, sutradara Steven Spielberg serta pebasket NBA Shaquille O'Neal.

Para netizen yang mengetahui berita ini pun menyambut positif kehadiran PSY. "Wah, itu kehormatan besar! Selamat! Kamu memang pantas mendapatkannya," puji seorang netter. "wow, go psy! :)" tulis netter lainnya.


Read more: http://www.wowkeren.com/berita/tampi...#ixzz2RupV2FtQ


gilee makan malam ama Presiden Amerika...
si PSY blom tentu udah makan malam ama Presiden Korsel...hehhehe

hebat ni orang, koneksinya udah tingkat atas lah...

SOURCE: forum.indowebster.com

Beginilah Gaya dan Ekspresi Presiden SBY Menunggu Tetamunya

Quote:

Spoilerfor HT #2:
HT #2
Special Thanks tuk Mimin & Momod Serta rekan2 RATM dan Thanks berat buat Kaskuser yg berkenan Komeng

Quote:Beragam Gaya dan Ekspresi SBY Menunggu Tetamunya

Quote:Bagi yang belum tahu cara penerimaan tamu yang baik? Yuk, kita Intip cara penerimaan tamu ala Bapak Nomor 1 di Indonesia ini.

Spoilerfor :
Quote:Quote:Quote:Quote:Quote:


Quote:
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanti kedatangan Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 November 2011.


Quote:
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kehormatan Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati (tengah), di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 November 2011.


Spoilerfor :
Quote:
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanti kedatangan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Yingluck Shinawatra, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 September 2011.


Quote:
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Yingluck Shinawatra, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 September 2011.


Spoilerfor :
Quote:








Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat menunggu kedatangan Perdana Menteri Republik Rakyat Cina (RRC) Wen Jiabao di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 29 April 2011.


Quote:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Republik Rakyat Cina (RRC) Wen Jiabao (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 29 April 2011.


Spoilerfor :
Quote:









Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunggu kedatangan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2013.


Quote:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima Presiden Belarusia Alexander Lukashenko (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/3). Dalam kunjungan tersebut dibahas mengenai peningkatan kerjasama berbagai bidang antara kedua negara.


Spoilerfor :
Quote:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (kiri) didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa saat menunggu kedatangan kunjungan kenegaraan Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Kantor Presiden, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu 20 Maret 2013.


Quote:






Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menunggu kedatangan Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Kantor Presiden, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu 20 Maret 2013.


Quote:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyambut kedatangan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair (kiri) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/3). Mantan PM Inggris tersebut merupakan pendiri The Tony Blair Faith Foundation sebuah yayasan amal yang bertujuan untuk melawan ekstrimisme dalam enam agama terkemuka di dunia.


Spoilerfor :
Quote:




Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunggu kunjungan Pengurus Besar HMI (PB HMI) di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Februari 2013. Kunjungan tersebut dalam rangka rencana pelaksanaan Kongres HMI ke-28 yang akan berlangsung di Jakarta pada 15 Maret 2013, yang diharapkan dapat dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Quote:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia (PB HMI) Noer Farjieansyah di kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2013. Kunjungan tersebut dalam rangka rencana pelaksanaan Kongres HMI ke-28 yang akan berlangsung di Jakarta, 15 Maret 2013, yang diharapkan dapat dihadiri oleh Presiden


Spoilerfor :
Quote:






Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menunggu kedatangan Menteri Pertanian Suswono di kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 13 Februari 2013. Pemanggilan menteri pertanian tersebut terkait dengan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi.


Quote:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) bersama Menteri Pertanian Suswono di ruang kerjanya, Istana Negara, Jakarta, Rabu, 13 Februari 2013. Pemanggilan menteri pertanian tersebut terkait dengan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi.


Spoilerfor :
Quote:
Presiden SBY dan Prabowo Subianto saling memberi hormat militer saat bertemu di depan ruang kerja Presiden, Senin (11/3) sore.



Quote:Sir SBY. He s a very humble man dan sederhana
org yg sgt ramah,inspiring, dan hobby photography

Quote:
Source Poto http://berita.plasa.msn.com/nasional...nggu-tetamunya

Jangan Ragu2 Timpuk TS dengan Cendol
Jangan Lupa di
[





SOURCE: www.kaskus.co.id