Tampilkan postingan dengan label Panti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panti. Tampilkan semua postingan

[Field Report] "Berbagi Roti Bersama Kepada Adik-adik Jalanan Kita & Panti Asuhan”.

Assalammualaikum Wr.Wb

Sebelumnya terimakasih kepada semuanya yang terlibat dalam kegiatan sosial kali ini yaitu “Berbagi Roti Bersama Kepada Adik-adik Jalanan Kita & Panti Asuhan”. Dan terimakasih kepada semua element (KasKuser Regional Bengkulu, Radio Swara UNIB, Mahasiswa Universitas Bengkulu, Toko Usaha Roti menjual rotinya bahkan ada juga yang memberi potongan harga yang telah ikut mensukseskan kegiatan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pada kesempatan kali ini saya ingin melaporkan Field Report (FR) kegiatan kemarin “Berbagi Roti Bersama Kepada Adik-adik Jalanan Kita & Panti Asuhan”. Untuk KasKuser Regional Bengkulu, Radio Swara UNIB Bengkulu, Universitas Bengkulu dan lainnya.

Kegiatan ini sengaja direncanakan secara mendadak dengan limit hari pemberitahuan dan waktu pelaksanaannya hanya berjarak 3 hari mengingat ada hari libur pada 1 minggu ini (9 Mei 2013). Pemberitahuan dilakukan via Phone, SMS, BBM, Broadcast, Posting pemberitahuan di Forum KasKus dan beberapa grup Sosial Network (Radio Swara UNIB, KasKuser Regional Bengkulu, Universitas Bengkulu) untuk mengumpulkan beberapa orang saja, kenapa harus beberapa orang saja, agar nantinya dilapangan mudah terkontrol dengan team kecil (2 team, 1 team = 7 Org) jadi tidak ada kesan rebutan (*tar pada lari semua anak2 klo dikejar2 massa ) jadi sweaping dari jalur kiri dan kanan

Kegiatan “Berbagi Roti Bersama Kepada Adik-adik Jalanan Kita & Panti Asuhan”. Dilakukan dengan cara mengumpulkan personil relawan yang seperlunya, dan berfokus hanya untuk pembagian Roti kepada anak-anak jalanan yang sering bermain dipinggiran emperan Prabto Kota Bengkulu, selebihnya roti-roti tersebut juga diberikan kepada saudara-saudara kita yang disekitar sana yang membutuhkan uluran tangan kita untuk bertahan hidup, serta Panti asuhan.

Pengumpulan roti-roti tersebut dilakukan tanpa perlu adanya namanya kumpul-kumpul uang, atau sponsor manapun, Tanpa perlu sebuah kepanitiaan Resmi hanya sbuah team work. Langsung dibeli oleh relawan dan juga teman2 lainnya yang ingin ikut menyumbangkan roti-roti mereka tapi belum sempat ikut terjun langsung ke lapangan. Dan murni kegiatan sosial yang juga melibatkan beberapa elemen dan terbuka untuk umum bagi yang ingin ikut serta dalam kegiatan bersama.

Kenapa tidak perlu dengan adanya kumpul-kumpul uang, karena dengan membeli potongan-potongan roti tersebut langsung dari uang sendiri yang dikeluarkan dari dompet/kantung sendiri jauh lebih berasa ikhlas ingin berbagi kepada mereka, jadi walau capek-capek jauh sendiri membelinya artinya memang murni dalam hati sendiri tanpa adanya paksaan.

Awal cerita

Spoilerfor Awal Cerita:
Bermula dari niatan pribadi yang beberapa waktu yg lalu juga melakukan beberapa kali (2 kali) melakukan kegiatan serupa seorang diri. Pada awalnya kegiatan ini kegiatan yang tidak direncanakan sebelumnya hanya selintas terpikirkan ketika saya seorang diri beberapa waktu yang lalu mampir ke salah satu Toko Roti yang berada di kawasan ramai pertokoan Prabto Bengkulu untuk membeli 2 potong roti seharga Rp.8.000,-.

Spoilerfor Roti :


Setelah keluar dari toko dengan membawa beberapa potong roti, saya dicegat oleh 2 orang anak kecil yg penampilannya *maaf sebelumnya dekil dan ada yg hanya memakai celana pendek saja menghampiri untuk meminta uang kepada saya, dan kebetulan pada waktu itu juga ngak membawa lagi uang lebih, dan kebetulan pada waktu itu sedang menenteng roti yang barusan dibeli tadi hanya menggunakan kantong plastik transparan. Dan secara spontan saat itu karena ada rasa ngak enakan & kasihan saya berikanlah potongan roti tersebut. Pada waktu itu saya kurang memperhatikan disekelilingnya ternyata ada jga beberapa teman mereka yang bermain disekitaran sana dan bahkan ada yang diseberang jalan, datang menghampiri temannya untuk berbagi/rebutan roti tersebut. Agak berdesir hati melihat hal tersebut bercampur iba.

Dari awal cerita tersebutlah saya berinisiatif ingin berbagi roti kepada mereka lagi jika ada rezki yang berlebih. Beberapa kali (2 kali) saya lakukan seorang diri, yang pada awalnya berpikir bisa seorang diri dilakukan, ternyata kewalahan juga saat dilapangan,, hehee…

Saat itu terpikirkan untuk mengajak teman-teman KasKuser Regional Bengkulu yang kebetulan saya juga kaskuser untuk melakukan hal serupa. Saya coba posting niatan saya untuk berbagi roti bersama adik-adik jalanan di Forum KasKus dan beberapa Forum Sosial Network lainnya sekalian izin untuk melibatkan mereka juga. Dan saya coba hubungi beberapa teman & relasi untuk ikut membantu acara kecil kecilan ini. Dan secara tidak diduga banyak yang merespon hal baik tersebut, bahkan ada yg mo menyumbangkan dalam bentuk Uang, Nasi Bungkus, Pakaian Layak Pakai dan ada juga yang minta nati disurvei jikala ada anak-anak kecil yang ingin khinatan (*sunat). Karena jarak waktu antara postingan sebelumnya dan pemberitahuan dengan teman-teman lainnya (Senin, 6 Mei 2013) sangat singkat waktunya dengan hari pelaksanaan (Kamis, 9 Mei 2013) hanya 3 hari, saya belum berani menyanggupi semuanya karena niatan awalnya hanyalah potongan roti. Walau dimulai dari kantong sendiri, diharapkan nantinya bisa memancing teman semuanya untuk bisa ikutan berbagi dengan uang mereka sendiri juga, banyak yang bantu menyumbang banyak juga roti yang terkumpul untuk adik-adik kita. Segitu jaa awal ceritanya yang pendek


Hari pelaksanaan
Kamis, 9 Mei 2013 adalah hari pelaksanaan kegiatan “Berbagi Roti Bersama Kepada Adik-adik Jalanan Kita & Panti Asuhan”. Hari itu dari subuh pagi hari Kota Bengkulu telah diguyur hujan dari hari kemarin sebelumnya. Sempat terfikir pesimis (*galau juga) pada waktu itu jikala hujan tidak berenti, bisa juga melunturkan SEMMangat teman-teman lainnya yang ingin ikutan berbagi roti. Dan juga terpikir juga jikala hari tetap hujan, saat hujan mereda/gerimis jika teman-teman lainnya meng Cancel kehadiran mereka, tetap ingin menyebarkan roti-roti tersebut seorang diri, kalau tidak dilakukan bisa melunturkan semmangat jga dan roti yang dipesan sebelumnya mubazir telah dibeli banyak klo batal diberikan. Untungnya pas sebelum tengah hari hujan berhenti.

Spoilerfor Mesjid jamik:


Pukul 13.00 WIB setelah zuhur adalah waktu kami berkumpul bersama menghimpun anggota relawan yang hadir (13-14 orang) serta menghitung jumlah roti (181 roti) di masjid Kota Bengkulu

Spoilerfor Personil Pembagi Roti Kita:


Personil yang turun ke lapangan
Kaskuser Regional Bengkulu

1. Hary.suhendar
2. Jack
3. Rad3
4. Kingabie
5. Wonderkid01
6. 13and17 (Titipan beberapa potongan Roti dgn total harga 50 rb)
7. Actiar (Regional Leader – yang ikut memberikan support)
8. Teman-teman kasksuer dari luar kota yg belum sempat hadir krn jarak

Crew Swara UNIB Bengkulu
1. Della Ayu Mutiara
2. Septa Agustina
3. Anggara Fajri
4. Ollyvia Dwi Tamara
5. Nurwinda Sulistya
6. Dll

Simpatisan
1. Rere
2. Temannya Rere (Lupa namanya krn saking bening orangnya,, hehehe)
3. Ryandi
4. Rio Rikardo (Head Marketing DMB)


Pukul 13.50 WIB setelah personil dan roti terkumpul dilakukan pembahasan teknis pembagian di lapangan, penekanan target penerima roti, pembagian kelompok, serta PLAN B.

Spoilerfor Persiapan:






Pukul 14.00 WIB waktunya photo bersama sebelum berkeringat, hehehe skaligus memulai kegiatan dengan membagi kelompok menjadi 2 team kecil yg dibagi 2 sisi jalan & emperan toko (kiri & kanan) dimulai dari masjid jamik hingga ke area Simpang lima sebagai post istirahat pertama (*Lumayan jauh juga cikkk berapa kilo berkeringat,, )

Spoilerfor Bergerak:






Setelah itu dilanjutkan dengan memutar haluan sweaping ke area Pasar Tradisional Modern (PTM) & MEGA Mall Bengkulu hingga kembali ke lokasi awal (Masjid Jamik Bengkulu) sebagai Post Pemberhentian istirahat Kedua (*bolak balik bisa dibayangkan perjuangan teman2 dengan SEMMangatnya dibawah terik matahari siang yang berbaik hati berbagi roti bersama)

Spoilerfor istirahat:



SOURCE: www.kaskus.co.id

Melihat Panti Jompo Layaknya Hotel Berbintang

Lobby Rukun Senior Living di Babakan Madang, Sentul, Jawa Barat, (5/3). Rukun Senior Living merupakan tempat bagi para lanjut usia kelas menengah atas yang ingin mencoba gaya kenyamanan dan menikmati hidup di masa tuanya. TEMPO/Seto Wardhana

Spoilerfor nyaman:


Seorang pekerja sedang membersihkan rukun Senior Living di Babakan Madang, Sentul, Jawa Barat, (5/3). TEMPO/Seto Wardhana
Spoilerfor nyaman:


Suasana di Rukun Senior Living di Babakan Madang, Sentul, Jawa Barat, (5/3). TEMPO/Seto Wardhana
Spoilerfor nyaman:


Kamar penghuni di Rukun Senior Living di Babakan Madang, Sentul, Jawa Barat, (5/3). TEMPO/Seto Wardhana
Spoilerfor nyaman:


Sebuah kamar penghuni Rukun Senior Living di Babakan Madang, Sentul, Jawa Barat, (5/3). TEMPO/Seto Wardhana
Spoilerfor nyaman:


Seorang perawat berjaga di ruang kesehatan Rukun Senior Living di Babakan Madang, Sentul, Jawa Barat, (5/3). TEMPO/Seto Wardhana
Spoilerfor nyaman:


SUMBER

sepertinya nyaman sekali ya disana benar2 dimanjakan oleh pelayanan dan fasilitasnya, kira2 berapa ya harganya?

Quote:Quote:Original Posted By les_noir ?


Neneknya temen gw lebih milih panti jompo
Keluarganya sayang sama dia tapi dia bilang kesepian di rumah kalo semua pada kerja
Dan cenderung pulangnya malam
Karena dia pengen ada temen banyak dia minta dimasukin ke panti jompo
Sekarang sehat aja dan keluarganya sering bgt jenguk dia
Ga selamanya yang namanya orang masuk panti jompo = ditelantarkan


Quote:Original Posted By mossi777 ?


menurut ane,kalo ada orang tua yg memang pengen sendiri dan merasa lebih berbahagia berkumpul bersama teman2 sesamanya di panti jompo,ya tdk salahnya diikhlaskan..


Quote:Original Posted By Kang.Allam ?
Saudaraku...
Percayalah, senyaman apapun suatu tempat
jauh lebih nyaman jika kita berada di rumah, di tengah keluarga dan orang tua
adakah hati kita tega, "mengasingkan" orang tua kita di panti jompo dalam kesendirian
apakah kita lupa bagimana perjuangan mereka membesarkan kita sampai saat ini?

Bayangkan jika nanti, di usia senjamu, kau di "asingkan" oleh anakmu. Bagaimana perasaamu? apakah kenyamanan itu dapat mengobati rasa rindu pada anakmu? pada celoteh mereka ketika kecil? pada senyum mereka?
tak akan ada lagi anak yang mencium kedua tanganmu saat mereka pergi bekerja, tak ada lagi canda tawa mereka yang menghiasi harimu.

Jika kini kau masih "mengasingkan" kedua orang tuamu di panti jompo, segeralah jemput mereka, berlutut, dan cium kaki mereka untuk meminta maaf.
yakinlah dari perjuangan dan doa restu merekalah, kita bisa sesukses saat ini
jangan sampai kau menyesal setelah mereka pergi

Salam Sukses!
Kang Allam


Quote:Original Posted By mossi777 ?
Memang ,yg terbaik dn seharusnya ,adalah orang tua bersama dn dirawat anak2nya...dengan syarat, anak2nya benar2 mengasihi dn merawat dgn tulus,sama seperti orang tua dgn tulus membesarkan anak2nya...

Tetapi,walau orang tua serumah dgn anaknya,tapi diperlakukan se-mena2 ,ya percuma..

Hujani org tua dgn kasih tulus,jangan sampe org tua melarikan diri dan lebih memilih menetap di panti jompo,karna bersama anaknya dicuekin,kesepian..


Quote:Original Posted By sesepanas ?


ayolah, seolah menaruh orang tua dipanti jompo terkesan begitu jahat dan salah. menelantarkan dan tidak berbakti..?? justru sebaliknya..

panti jompo itu memberikan yg terbaik bagi para manula. fasilitas kesehatan, senam, makanan yg cocok bagi manula (ompong), bersosiliasi dan berkumpul dengan orang2 seusianya..

orang tua yg dibawa kerumah itu umumnya dijadikan babysitter buat jaga anak, melupakan karna terlalu sibuk mengurusi anak,suami & pekerjaan, dikurung dirumah dan tidak pernah punya teman, tidak peduli pada pola makan yg baik, tidak mau mengganti popok dan memandikan, etc.

semakin bertambah usia, semakin butuh perhatian dan prioritas. berbicara tentang kasih sayang, faktanya justru menyiksa..


Quote:Original Posted By h4nd ?
Jangan buru2 judge ah gan... Gak semua yg di panti jompo itu orang yg ditelantarkan keluarga loh. Kalau memang ybs memilih tinggal di panti jompo... ya biarin aja. Yang penting sering ditengok.

Yg gak boleh itu klo sebetulnya ybs gak ingin tinggal di panti jompo tp anaknya yg maksa masukin ke sana. Ini baru yg patut dicaci maki anak2 nya

Tp selama ybs happy2 aja... ya monggo klo mau tinggal di panti jompo


Quote:Original Posted By blackdoors ?
Ada beberapa orang tua yg berkeingginan sendiri memilih tinggal dipanti jompo bukan karna ditelantarkan oleh anaknya , tapi biasanya anaknya jg sudah terlalu sibuk dengan pekerjaannya, mereka merasa bosan sendirian dirumah. Kalau dipanti jompo keperluan mereka diperhatikan dan tak bisa keluar rumah sembarangan. Ada acara atau permainan yg bisa menyibukan mereka, ada teman teman seusia mereka yg bisa diajak ngobrol dan bernostalgia. Tp yg harus diingat jangan sampai lupa untuk menjeguk mereka secara rutin , misalnya seminggu atau sebulan sekali. Tp lebih tergantung orang tuanya sih , mereka lebih nyaman tinggal dimana. Kalau orang orang kaya kan selalu sibuk berbisnis , jangankan orang tuanya , anaknya pun belum tentu sering bertemu dengan orang tuanya , yg nguruspun cuma pembantu dan baby sister


Quote:Original Posted By bujangsix ?
ada yg bilang karena kesibukan kita bekerja atau berbisnis,
trus mungkin lebih baik orang tua di titipkan saja, biar ada teman, biar mereka gak kesepian, yg mana bukan berarti yang menitipkan itu tidak menyayangi orang tuanya, malah mungkin menyayangi orang tuanya karena merasa orang tuanya senang di sana, makanya di dititipkan ke sana...

kesenangan yang diperlihatkan orang tua itu ketika mereka di titipkan ke panti jompo, kok ane merasa kayaknya itu hanya kesenangan semu ya, dimana supaya anaknya senang ( karena perlu diingat: orang tua itu selalu pengen anak2nya senang dan bahagia apapun orang tua akan korbankan untuk itu sampai akhir hayat mereka, walaupun mereka harus dititipkan di panti jompo sekalipun), "mama/ibu senang kok di sini, banyak teman, dst" atau apalah yang d ucapkan orangtua kita saat berada di panti jompo utk menunjukkan supaya kita jangan khawatir..... kok ane merasa sebenarnya dalam lubuk hati mereka terdalam mereka pasti ingin berkumpul dengan anak2 dan cucu2nya di rumah (apakah di rumah mereka atau di rumah anak2 mereka), siapa yang tahu mungkin setiap malam ketika mau tidur, orang tua kita sedih dan menangis sendiri di kamar panti jompo yang mewah itu, kita gak tau gan....dan ane yakin itu banyak terjadi gan, dan ane yakin akan memlilih hidup di rumah sendiri yg biasa2 aja, daripada ke panti jompo yg mewah itu...

kl ane sih, kok gak tega yah walaupun mereka merasa senang di panti jompo, karena ane yakin dalam benak hati terdalam orangtua kita pasti mereka ingin selalu berkumpul dengan anak2 dan bermain dengan cucu2nya, melihat cucu2nya tumbuh besar di sisa umur mereka, tidak harus kita menyuapi orang tua kita makan berhubung mereka sudah tua, dst...cukup bisa berkumpul dengan anak2 dan cucu2nya di rumah mereka atau rumah kita sendiri (bukan di panti jompo), ane yakin mereka sudah sangat bahagia, syukur2 kita bisa men service orang tua kita layaknya seperti di hotel itu dengan tangan kita sendiri di rumah.... skrang tinggal kita aja nih sebagai anaknya menyikapi gimana keseharian kita tidak mentelantarkan dan bisa selalu menumpahkan kasih sayang pada orangtua di rumah (rumah orang tua atau rumah kita), misalkan kita harus bisa ngatur waktu, atau kl pun orang tua tidak mau tinggal di rumah kita dimana mereka maunya tetap di rumah mereka sendiri menikmati hari tua dan kenangan di rumah itu ya sediakan pembantu untuk melayani mereka, dan jangan lupa setiap waktu tertentu kl bisa frekuensinnya sering sempatkan berkunjung ke rumah orang tua dan men service mereka di rumah mereka sendiri.

note:
orang tua itu selalu pengen anak2nya senang dan bahagia apapun orang tua akan lakukan dan korbankan untuk itu sampai akhir hayat mereka, walaupun mereka harus dititipkan di panti jompo sekalipun,


trus apa pengorbanan kita sebagai anak kepada orang tua agar orang tua bahagia ?


perlu di ingat: di ujung ajal, di ujung napas terkahir orang tua kita saja mereka ingin melihat atau memandangi anaknya berkumpul di sisinya untuk mengiringi kepergiannya menemui Yang Maha Kuasa, bahkan orang tua sampai berusaha harus "menahan" kepergiannya semampu mereka untuk menunggu anak2nya berkumpul lengkap dulu sebelum mereka pergi menemui Yang Maha Kuasa



Quote:Original Posted By SeTECH ?


Hadapi realita aja deh gan
Naro ortu di rumah jompo itu sama aja kayak ortu yg naro anaknya di PAUD. Bukan berarti ga sayang, tapi memang agan bisa menjamin bisa menyisihkan 100% waktu agan bagi mereka?
Lebih sakit lagi hati ortu yg udah percaya akan dirawat anaknya, tapi ternyata anaknya seringkali harus terus ngelembur di tempat kerja, keluar kota demi masalah pekerjaan dan lain2

Seandainya agan2 kaskuser saat ini sudah punya anak, dan sehari2nya:
- naro anak di PAUD
- punya babysitter/pembantu merangkap ngemong anak
- sering nitip anak ke sodara/tetangga
- pernah muncul pikiran "haduuuh, anakku kok rewel banget sih, aku ga pernah punya waktu pribadi lg gara2 anakku"

Yakinlah, agan pasti akan merasakan hal yg sama saat merawat ortu agan nanti.



SOURCE: www.kaskus.co.id