Tampilkan postingan dengan label Menipu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menipu. Tampilkan semua postingan

Fadli Zon Sindir Survei Capres LSI Denny JA Bisa Menipu Rakyat

<

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai survei calon presiden menjelang pemilu bisa menjadi indikator dalam bursa pemilu 2014. Namun jika hasil survei tersebut diintervensi oleh oknum tertentu sama saja dengan menipu.

"Menurut saya ya survei itu harusnya menjadi indikator bagi partai politik maupun capres ataupun calon kepala daerah. Tapi kalau survei itu sudah diotak-atik dan ditukangi, ini sebenarnya sudah menipu diri sendiri," ujar Fadli, Senin (18/3/2013).

Menurut Fadli, jika suatu survei dilakukan dengan biaya dari kelompok tertentu maka lembaga survei tersebut harus transparan menyebutkan sumber dananya. Tentunya dengan menjunjung tinggi metodologi ilmiah yang boleh salah tapi tidak boleh bohong.

"Walaupun pesanan harusnya dinyatakan survei pesanan, tapi jangan mengkhianati metodologi ilmiah. Selain menipu diri sendiri ya menipu rakyat," ujar Fadli.

Fadli merasa banyak survei bursa capres 2014 bermunculan tidak mengganggu dirinya. Walau ada beberapa kejanggalan yang ia nilai dari survei LSI terakhir.

"Kami tidak terganggu dengan survei yang ada. Apalagi kalau survei itu banyak keanehan seperti survei LSI Denny JA ini," tutup Direktur Institute for Policy Studies ini.

Survei LSI terakhir saat ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka dengan 1.200 orang responden. Margin of error 2,9 persen. Berikut elektabilitas masing-masing kandidat capres, berdasarkan survei LSI, jika Pilpres digelar Minggu (17/3) kemarin:

1. Megawati Soekarnoputri: 20,7 persen
2. Aburizal Bakrie: 20,3 persen
3. Prabowo Subianto: 19,2 persen
4. Wiranto: 8,2 persen
5. Hatta Rajasa: 6,4 persen
6. Ani Yudhoyono: 2,4 persen
7. Surya Paloh: 2,1 persen
8. Suryadharma Ali: 1,9 persen
9. Muhaimin Iskandar: 1,6 persen
10. Anis Matta: 1,1 persen
Belum memutuskan: 16,1 persen

Sementara Jokowi dan JK hanya ditempatkan pada kandidat cawapres saja, berikut kandidat cawapres paling potensial versi LSI Denny JA jika Pemilu diadakan sekarang:

1. Joko Widodo: 35,2 persen
2. Jusuf Kalla: 21,2 persen
3. Hatta Rajasa: 17,1 persen
4. Mahfud MD: 15,1 persen
5. Suryadharma Ali: 2,9 persen
6. Muhaimin Iskandar: 2,2 persen
7. Anis Matta: 1,9 persen
8. Nama lain (Chairul Tanjung, Gita Wirjawan): 2,1 persen
Belum memutuskan: 2,3 persen

(vid/fjp)





5 Gadget Yang Menipu Kita Setiap Hari

Gadget diciptakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Beberapa diantaranya dibuat untuk membantu kita dalam mengukur suatu benda di sekitar kita. Namun tahukah Anda bahwa beberapa gadget ukur yang kita gunakan tidak sepenuhnya akurat dalam mengukur sehingga kita merasa tertipu olehnya. Berikut 5 Gadget yang Menipu Anda Setiap Hari

1. Fuel Meter

Spoilerfor fuel:

Bagi para pengguna kendaraan bermotor, kehadiran fuel meter atau alat pengukur bahan bakar sangatlah membantu. Namun secara tidak sadar, gadget ini tidak benar-benar akurat dalam mengukur kapasitas bahan bakar. Sebagai contoh ketika tanki penuh skala akan menunjukkan batas penuh(Full) begitu juga apabila bahan bakar berkurang menjadi 80% begitu juga sebaliknya

2. Tombol Elevator
Spoilerfor elevator:


Elevator atau sering kita menyebut lift merupakan alat yang mempermudah kita dalam berpindah ke ruangan lain. Umumnya terdapat bermacam tombol pada lift seperti nomor lantai, pembuka & penutup pintu serta tombol atas bawah pada bagian luar lift. Tombol di luar lift inilah yang sering membohongi kita karena pada saat kita menekan tombol yang kita inginkan sebenarnya keadaan lift tidak benar-benar sama dengan posisi tombol. Karena itu sering kita menunggu lama setelah menekan tombol di luar lift.

3. Alat Penimbang Badan
Spoilerfor timbangan:

Untuk Anda yang peduli dengan berat badan maka alat penimbang badan tidak jauh dari Anda. Alat yang berfungsi sebagai penimbang bobot tubuh setelah diteliti secara detail ternyata tidak menunjukkan data yang sebenarnya. Walaupun hanya selisih beberapa ons akan sangat berpengaruh bagi Anda yang tengah menjalani program diet.

4. Navigasi GPS
Spoilerfor gps:

GPS membantu kita dalam menentukan posisi kita, selain itu juga dapat digunakan untuk memandu perjalanan. Saat penentuan posisi awal, GPS bekerja secara maksimal, namun tidak saat Anda mulai meninggalkan posisi awal sejauh 100 m. Pada posisi itu GPS memberikan data posisi yang tidak akurat sehingga Anda harus berhati-hati agar tidak salah lokasi.

5. Speedometers
Spoilerfor speedo:

Gadget terakhir yang menipu Anda adalah speedometer. Alat yang berfungsi sebagai pengukur kecepatan kendaraan ini biasanya menggunakan patokan putaran pada ban depan untuk mengukur kecepatan. Akan tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan kecepatan yang sebenarnya karena jarum tidak responsif, oleh karena itu diciptakanlah spedometer digital.



soember