Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Turis Asing Lebih Suka Plesir ke Malaysia Dibanding Indonesia

Padahal Indonesia memiliki banyak objek pariwisata ketimbang Malaysia.

VIVAnews - Indonesia memiliki banyak objek pariwisata ketimbang Malaysia. Namun, pelancong luar negeri ke Indonesia jumlahnya masih kalah banyak dibanding wisatawan yang datang ke negeri jiran itu.

Dalam satu tahun, pengunjung yang datang ke Malaysia jumlahnya mencapai 23 juta wisatawan. Dari jumlah itu, 2,5 juta orang di antaranya merupakan warga negara Indonesia. Sementara itu, wisatawan asing yang ke Indonesia hanya tiga juta per tahun.

Menurut Chairman Commissioner Malaysia-Indonesia Turism Exchange (Mitex), Hero E A Putra, kurangnya wisatawan asing datang ke Indonesia karena minimnya pelayanan, kenyamanan, dan jaminan keamanan yang ada di Tanah Air.

"Karena itu, kami buat kerja sama Gateaway to Malaysia dan Indonesia, untuk memperkenalkan wisata Indonesia ke Malaysia dan juga sebaliknya," kata Hero saat peluncuran Mitex, di Jakarta, Minggu 31 Maret 2013.

Dari sekitar 20 juta turis asing yang berkunjung ke Malaysia itu, dia hanya menargetkan satu persen dari turis tersebut datang ke Indonesia, yang berarti sekitar 200 ribu.

"Kami juga telah mempersiapkan kedatangan wisatawan seperti di beberapa kota besar yang memiliki penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Medan, Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya," kata dia,

Adanya Mitex diharapkan bisa membuat turis yang ada di Malaysia dapat datang ke Indonesia. "Kalau soal keindahan Indonesia itu tidak diragukan lagi. Yang paling kurang hanya infrastruktur," kata dia.

Presiden Direktur Saputra Wisata, Muslim Iskandar, mengatakan, para turis, khususnya dari Timur Tengah, sebenarnya lebih suka Indonesia dibandingkan Malaysia.

"Terutama, mereka sudah tahu kulturnya dari TKI kita, yang ramah kepada mereka," kata Muslim.

Selain ingin memperkenalkan wisata di Indonesia, jika warga Indonesia yang ingin berkunjung ke Malaysia, program Mitex juga menyediakan beberapa produknya, seperti Malaysia VIP Resident atau disebut juga Visa Malaysia My Second Home (MM2H).

"Itu sebenarnya mengundang orang Indonesia juga untuk tinggal di sana. Sementara di Indonesia belum ada sistem itu," jelas Hero. (art)

http://bisnis.news.viva.co.id/news/...dium=facebook

saran kepada pak mentri pariwisata, bikin resort 'genting' versi indonesia di bali pak
kalau di jakarta ntar dicubit ormas nanti

5 Cerita Malaysia hormati Presiden Soeharto [Must Read]



Quote:MOHON DIBANTU

Quote: Quote:5 Cerita Malaysia hormati Presiden Soeharto
Quote:
Agansis.Com – Sebagai negara bertetangga, hubungan Indonesia dan Malaysia sering panas dingin. Dulu Presiden Soekarno mengobarkan perang gerilya dengan Malaysia periode 1963. Namun setelah Soekarno jatuh, Soeharto tak berniat melanjutkan peperangan itu.

Soeharto secara perlahan menggagas perdamaian antar kedua negara. Malaysia menyambut baik uluran perdamaian Indonesia. Kala itu mereka pun kewalahan menghadapi gerilyawan Kalimantan yang sebenarnya pasukan elite TNI. Malaysia bahkan sampai meminta bantuan pasukan elite Inggris dan negara persemakmuran.

Perdana Menteri Malaysia Tun Mahatir bin Mohamad kemudian menjadi sahabat Soeharto. Dia memuji kepemimpinan Soeharto yang berwibawa. Kala itu Malaysia sangat menghormati Indonesia.

Saya merasa terhormat dapat diterima Pak Harto sebagai sahabat,” kenang Mahatir dalam buku ‘Pak Harto The Untold Stories’ terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Berikut cerita-cerita penghormatan Malaysia untuk Soeharto:

Quote:
1. Ada Kampung Soeharto di Malaysia

Spoilerfor buka:


Felda Soeharto atau kampung Soeharto terletak di Selangor, Malaysia. Luasnya sekitar  2.909,35 hektar. Ada juga klinik kesehatan yang bernama Soeharto di sana.

Kampung ini diberi nama Soeharto untuk menghormati Presiden kedua RI. Pada tahun 1977, Soeharto dan Ibu Tien mengunjungi Felda Sungai Dusun. Sebagai penghormatan nama kampung ini diubah menjadi Felda Soeharto.

Kunjungan Soeharto ke Selangor sekaligus mencairkan hubungan Indonesia-Malaysia yang sempat tegang akibat konfrontasi Ganyang Malaysia yang dicetuskan Soekarno.


Quote:
2. ‘Seorang yang benar-benar, sungguh-sungguh’
Spoilerfor buka:


“Seorang yang benar-benar, sungguh-sungguh,” puji Perdana Menteri Malaysia Tunku Abdul Rahman saat berdialog dengan Presiden Soeharto soal Selat Malaka. Pertemuan keduanya berlangsung tahun 1970.?

Tunku Abdul Rahman memuji Soeharto karena komitmennya mewujudkan perdamaian antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya Soeharto berperan besar untuk mengembangkan hubungan baik antara negara jiran ini.

Tunku Abdul Rahman berkonfrontasi dengan Soekarno saat Dwikora. Baru setelah Soekarno dilengserkan Soeharto kedua negara memasuki era baru.

Quote:
3. Menghormati Pak Harto sebagai pemimpin ASEAN
Spoilerfor buka:


Pujian ini dicetuskan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad. Menurut Mahatir, Soeharto sangat disegani para pemimpin di ASEAN. Indonesia kala itu memegang peranan penting di Asia Tenggara,

“Di ASEAN, Pak Harto memainkan peranan yang sangat penting. Para pemimpin negara ASEAN mendudukkan Pak Harto sebagai orang tua. Kejatuhan Pak Harto merupakan kerugian yang besar di Asia Tenggara karena beliau sangat dihormati oleh para pemimpin Asean lainnya,” kenang Mahatir dalam buku Pak Harto The Untold Stories terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Indonesia pun digelari Big Brother di ASEAN. Mereka sering menunjuk Indonesia untuk menjadi penengah bila ada konflik.

Quote:
4. ‘Indonesia lebih jaya dari Malaysia’

Spoilerfor buka:


Saat Soeharto berkuasa, Perdana Menteri Mahatir Mohammad tak pernah meremehkan Indonesia. Dia membenarkan infrastruktur di Malaysia lebih maju. Tetapi itu disebabkan wilayah Malaysia lebih kecil.

“Kita tidak boleh membandingkan Indonesia dengan Malaysia. Indonesia adalah negara yang luas dengan banyak pulau, jumlah penduduk yang besar dengan suku-suku yang dimiliki. Sedangkan Malaysia adalah negara kecil sehingga lebih mudah kami mengurus sesuatu. Jadi kejayaan Pak Harto lebih besar dibandingkan kejayaan di Malaysia,” kenang Mahatir di buku Pak Harto The Untold Stories terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Begitu dengan Singapura yang merupakan negara paling maju di Asia Tenggara. Mahatir menilai Singapura hanya negara kota.

“Melihat Indonesia tidak bisa sama dengan melihat Malaysia. Sama halnya melihat Malaysia dengan Singapura, karena Singapura hanya sebuah bandar (kota). Dengan demikian, mengelola sebuah negara yang kecil lebih mudah dibandingkan mengelola sebuah negara yang besar.


Quote:
5. ‘Indonesia dan Malaysia satu bangsa’

Spoilerfor buka:


Menurut mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad Indonesia adalah satu bangsa. Begitu juga Soeharto yang menganggap Indonesia dan Malaysia bersaudara.

“Pak Harto menganggap Malaysia sebagai bangsa yang serumpun, begitu pula saya menempatkan Indonesia sebagai bangsa serumpun. Hanya karena sejarah yang membuat Indonesia dan Malaysia terpisahkan, namun sesungguhnya kedua bangsa berasal dari satu bangsa.”

“Dimana-mana, dalam hubungan dua negara selalu ada konflik. Secara geografis Malaysia berada di tengah-tengah di antara lima negara ASEAN. Dengan setiap negara, Malaysia memiliki masalah. Malaysia memiliki masalah dengan Thailand, Singapura, Philipina, Brunei Darussalam, dan Indonesia, tetapi yang paling mudah diselesaikan adalah dengan Indonesia. Jadi saya merasa berutang budi terhadap Indonesia dan Pak Harto,” puji Mahatir.


Quote:SUMBER

Quote:HARGAI KERJA KERAS TE ES DENGAN MEMBERI
CENDOL GAN


Thread Ini di Dukung Oleh


Klik Banner Untuk Mampir ke Markas Kami

Index Pembangunan manusia : RI sejajar Afsel, jauh di bawah Malaysia

Indeks Pembangunan Manusia: RI Sejajar Afrika Selatan, Jauh di Bawah Malaysia

Jakarta - Lembaga PBB yang bergerak di sektor pembangunan atau United Nations Development Programme (UNDP) merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau biasa dikenal dengan Human Development Index (HDI) 2013.

Indeks Pembangunan Manusia merupakan pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan, dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. Indeks ini digunakan untuk mengklasifikasikan sebuah negara. Apakah masuk ke dalam negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup.

Dikutip dari situs resmi Human Development Index, Senin (18/3/2013), UNDP membagi indeks suatu negara ini ke dalam beberapa golongan. Golongan tersebut yakni Very High Human Development, High Human Development, Medium Human Development dan Low Human Development.

Indonesia masuk ke dalam jajaran Medium Human Development bersama dengan negara lainnya seperti Afrika Selatan, Timor-Leste, Palestina, dan Irak.

Indonesia berada di peringkat 121 yang sejajar dengan Afrika Selatan dan Kiribati yang juga menduduki peringkat 121. Negara Asia Pasifik lainnya seperti Malaysia berada di peringkat ke-64 yang masuk ke jajaran High Human Development. Sedangkan Singapura, berada di peringkat 18 dan masuk ke dalam jajaran Very High Human Development.

Yang menjadi juara adalah Norwegia yang berada di peringkat pertama disusul oleh Australia dan AS di peringkat kedua dan ketiga.

Spoilerfor sumber:
http://finance.detik..com/read/2013/03/18/095932/2196454/4/indeks-pembangunan-manusia-ri-sejajar-afrika-selatan-jauh-di-bawah-malaysia?f9911013


Spoilerfor penting:
komen yang baik gan/ sis untuk Kaskus dan Indonesia yang lebih baik


padahal pembangunan manusia adalah elemen yang sangat penting
menuju bangsa yang maju....

pemerintah harus total berperan, dalam membangun warga negaranya...

Alhamdulillah jadi HT ke-3 ane dari forum BP....