Tampilkan postingan dengan label Kotak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kotak. Tampilkan semua postingan

Kotak Susu Ind**ilk Dituding Sebarkan Gaya Hidup Orangtua Gay

Kotak Susu Ind**ilk Dituding Sebarkan Gaya Hidup Orangtua Gay


Gambar susu bermerek Ind**ilk dituding menyebarkan gaya hidup gay. Kok bisa? karena menurut pengkritiknya, kotak susu buat anak-anak itu bukan menunjukkan gambaran keluarga yang ada ayah, ibu dan anak. Yang muncul 2 lelaki dan satu anak lelaki.

Ribut-ribut soal susu gay ini dilontarkan banyak pihak lewat jejaring sosial media Twitter. Kenapa kotak susu bergambar dua orang dewasa berjenis kelamin laki-laki yang hampir sebaya dan mengapit seorang anak laki-laki seperti menggambarkan keluarga gay.

Kemasan susu tersebut dicap 'susu LBGT (Lesbi Gay Biseksual Transgender)'. Kicauan bermula dari akun twitter @trijakaperkasa. "Ini kemasan susu aneh gak? Aneh yaaaa," begitu isi kicauannya seperti yang diposting 16 jam lalu.

Ternyata, kicauan @trijakaperkasa disambut Fahira Idris dengan menanyakan "Susu apa tuh mas?". Bahkan Fahira Idris ngetweet agar produsen susu menjelaskan maksud iklan tersebut.

Soal 'Susu LBGT' itu semakin ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Padahal, isu susu tersebut pernah ditanyakan pada 2011. Seperti diungkap @valdyabara: "Knp skr baru heboh soal gay di kotak ind**ilk?? Siapa yg bisa jamin sapi poto model susu dari dulu itu straight??".

"Dear parents, both straights and gays, meminum susu dengan box yg menampilkan gay parents gak akan bikin anakmu jadi gay. Yakin deh," isi tweet @AmmarGill.

"Sampai saat ini kita belum tahu pasti dampak pd anak yg diasuh pasangan gay/lesbian. Permasalahkan bungkus susu adl diskusi yg terlalu dini"--@hermansaksono.

Namun tak sedikit pihak yang membela kalau gambar susu itu mencerminkan tiga generasi. Memang jika diperhatikan sekilas kedua pria dewasa hampir sebaya, namun salah seorang pria terlihat tampak tua dibanding yang satunya.

@kemalarsjad 12h:itu iklan dilihat dgn kacamata lebar deh. itu mewakili 3 generasi peminum susu tsb. bukan pendukung gay. *aneh*

Soal 'Susu LGBT' ternyata pernah jadi topik dalam Suara Publika di Harian Umum Republika pada 2 Desember 2011. Suara Publika berjudul "Susu Ind**ilk : Kemasan Mengandung Pesan Berbahaya" akhirnya mendapat tanggapan dari produsesn susu pada Senin, 5Desember 2011..

"Pesan yang disampaikan oleh produsen Ind**ilk tersebut adalah hendak menyampaikan bahwa abnormalitas adalah suatu hal yang lumrah dan mengubah pandangan struktur keluarga yang selama ini di strukturkan sebagai seorang ayah, seorang ibu dan anak-anak," begitu isi blog berjudul 'Rahasia di Balik Kemasan Susu Ind**ilk' di mujibeljawy.blogspot.com seperti dikutip Selasa (30/4/2013).

Hingga saat ini pihak Ind**ilk belum memberikan klarifikasi mengenai maksud gambar tersebut. Pihak Ind**ilk yang dihubungi Liputan6.com mengaku arti gambar kotak susu anak-anak itu tidak seperti yang diributkan.

"Sepertinya nggak seperti itu maksudnya, tapi marketing yang tahu betul arti gambarnya," kata Suryanto dari PT Indolakto yang memproduksi susu tersebut.

Sumber

--------
terserah mau dipandang seperti apa,, yang penting rasa susunya enak dan bermanfaat bagi tubuh

SOURCE: forum.indowebster.com

[Salut] Pemulung di Bali Kembalikan 3 Kotak EMAS yg ditemukan, nilainya ratusan juta

Pemulung di Bali Kembalikan 3 Kotak Emas yang Ditemukan di Tempat Sampah

Denpasar - Ahmad Zaini (17) warga Situbondo, seorang pemulung di Denpasar menemukan tiga kotak emas yang nilainya ditaksir ratusan juta rupiah. Dengan kebaikan hatinya pemuda tersebut mengembalikan kepada pemiliknya.

"Saya diberitahu pegawai saya kalau ia menemukan emas, ketika saya lihat ternyata memang emas, setelah itu saya simpan sambil menunggu ada pemiliknya mengambil," kata pengelola depo sampah Made Raka kepada wartawan, Kamis (4/4) petang WITA.

Made mengatakan, peristiwa penemuan emas tersebut terjadi pada Senin (1/4) lalu. Diketahui pemilik ketiga kotak emas tersebut bernama Desak Putu warga Denpasar. Dia pun langsung mengambil ketiga kotak emas tersebut di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Suwung, Jl By Pass, Sanur, Denpasar Selatan.

"Pemiliknya, mengaku teledor menaruh perhiasannya di plastik kemudian membuangnya di tempat sampah," ujar Made.

lebih lanjut untuk memastikan Desak Putu merupakan pemilik ketiga kotak tersebut, dia sempat meminta sang pemilik untuk menyebutkan isi kotak.

"Hasilnya memang sesuai dengan apa yang ada didalam kotak tersebut," lanjutnya


Made mengatakan, setelah berhasil mengembalikan perhiasan senilai ratusan juta tersebut, sang pemilik memberikan imbalan sejumlah uang tunai dan sembako

"Selain dia, teman-temannya yang kemarin ikut bekerja juga dikasih imbalan sebagai rasa terimakasih,” kata Made Raka.

Perhiasan senilai ratusan juta tersebut terdiri dari beraneka ragam bentuk. Mulai dari cincin, gelang, kalung, bros, hingga dalam bentuk keris ukuran mini. Maklum saja perhiasan ini adalah perhiasan peninggalan keluarga.

sumber: http://news.detik..com/read/2013/04/...-tempat-sampah




dari media lokal:
Quote:
Seorang pemulung bernama Ahmad Zaini, 20, asal Situbondo, Jawa Timur dikejutkan dengan temuan tiga kotak emas dari tumpukan sampah, Sabtu (30/4) lalu. Pemulung ini kemudian memilih untuk melaporkan ke bosnya daripada diambil sendiri.

Ahmad Zaini beserta tiga orang temannya bekerja ditempat pengelola sampah secara swakelola yakni Depo Artha Ayu yang berada di Jalan Kendedes Ubung Kaja Denpasar. Sampah swakelola ini milik seorang warga bernama Made Raka Wirata. “Anak buah saya menemukan tiga kotak emas ini sekitar seminggu lalu setelah Galungan,” kata Made Raka Wirata, ditemui NusaBali di depo pengelolaan sampah miliknya, Kamis (4/4).

Saat itu kata dia, dirinya sedang makemit di Pura Dalem Alas Arum Banjar Batur, Desa Adat Ubung, Denpasar Barat. “Jadi hari Sabtu itu, saya didatangi tenaga saya (pegawai), dia menunjukkan tiga kotak yang dibilang ada isinya emas,” ujar Made Raka yang tinggal di Jalan Karya Makmur Denpasar ini. Saat dibuka dan disaksikan oleh banyak warga, tiga kotak itu ternyata benar berisi emas asli dalam bentuk cincin, gelang, keris dan beberapa bentuk lainnya.

Kepada dirinya, anak buahnya bercerita saat itu Zaini hendak memilah sampah-sampah yang dipungut dari warga. Saat pemilahan tersebut, Zaini yang baru satu bulan bekerja ini dikejutkan dengan tiga kotak emas dan beberapa diantaranya isinya berceceran diantara tumpukan sampah. Melihat hal itu, dia berinisiatif untuk mengambil dan memberikan kotak itu kepada bosnya, Made Raka Wirata. “Setelah itu, saya lakban tiga kotak ini sampai penuh, kemudian saya minta tanda tangan penemunya. Ini saya lakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, juga untuk mengamankan anak buah saya biar tidak dikira dapat dari mana,” urainya.

Kotak yang besarnya dua kali bungkus rokok ini kemudian disimpan selama tiga hari sembari menunggu pemiliknya. Selama tiga hari, perhiasan emas ini disimpan di pura biar aman, terlebih saat itu Made Raka juga sedang makemit di pura tersebut. Setelah tiga hari, akhirnya ada seorang warga bernama Desak Putu Urati, yang bertanya mengenai keberadaan kotak yang diakuinya berisi emas. Setelah dipastikan kalau pemiliknya adalah yang bersangkutan, maka perhiasan itu diserahkan kepadanya. Pemilik perhiasan itu mengaku teledor dengan menaruh perhiasan itu di bak kecil yang kemudian lupa dimasukkan ke tempat sampah.

Pemiliknya sempat mau memberikan perhiasan itu sebagai imbalan, tapi saya tolak, karena kami tulus,” ungkapnya. Namun atas inisiatif sendiri pemilik perhiasan ini, kemudian memberikan uang kepada para pemulung yang bekerja di depo ini serta sembako. “Saya juga sudah bilang, kalau mau mengasih imbalan jangan ke saya, tapi kasih anak-anak saja (pegawai),” ungkapnya. Ahmad Zaini ditemui di tempat yang sama mengatakan awalnya dia curiga dengan sebungkus plastik kecil namun sangat berat. Setelah dituang ternyata isinya adalah perhiasan emas. Saat ditanya sempat punya pikiran untuk menyimpannya? “Tidaklah, tidak ada,” katanya polos. Dia mengaku diberikan imbalan Rp 500 ribu serta sejumlah sembako. Selain dirinya, beberapa temannya yang bekerja ditempat ini juga diberikan imbalan serupa. Pemilik perhiasan saat dikonfirmasi via ponsel, Desak Putu Urati, mengatakan karena keteledorannya, perhiasan itu sempat raib. Mengetahui perhiasannya hilang, dia sempat kebingungan, bahkan bakal menerjunkan ratusan orang untuk mencari perhiasan itu di TPA Suwung. Pasalnya perhiasan itu adalah perhiasan peninggalan. Namun sehari sebelum menerjunkan ratusan orang untuk mencarinya, dia mendapat informasi kalau ada pemulung yang bekerja di temat pemilahan sampah yang menemukannya. “Nilainya ya sekitar Rp 300-an juta,” katanya singkat. Dia enggan menyebut berapa ia mengasih imbalan kepada para pemulung tersebut. Namun dia sudah memberikan sesuatu serta sejumlah sembako juga. Kejujuran seorang pemulung bersama pengelola sampah mendapatkan apresiasi dari Pemkot Denpasar. Kabar mengenai kejujuran ini sudah menyebar di masyarakat. Selain dinilai bisa membantu pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan, pengelola sampah ini juga telah memberikan pelajaran tentang sikap kejujuran. “Dengan kesadaran sendiri pengelola depo yakni Made Raka dan anak buahnya mengembalikan perhiasan emas kepada pemiliknya Desak Putu Urati yang tinggal di Perumahan Jalan Tunggul Ametung. Sikap kejujuran ini mampu berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap depo pengolahan sampah yang berada di wilayah Desa Ubung Kaja,” kata Walikota Denpasar IB Dharmawijaya Mantra melalui Kasubag Pemberitaan Humas Dewa Gede Rai, Kamis (4/4). Depo yang didirikannya tahun 2003 ini memiliki empat orang tenaga pengangkut dan pemilah sampah, serta satu truk pengangkut sampah. Selama 11 tahun depo ini telah melakukan pengangkutan sampah beberapa desa seperti di Dusun Mertagangga, Dusun Tegal Kangin, Pasar Adat Poh Gading, hingga sampai Pasar Burung Satria. 7 huk

http://www.nusabali.com/opendoc.php?...-04%2016:05:37


wah salut buat pemulung yang baik hati & tidak sombong,,
siap2 dapat sumbangan dari partai politik buat pencitraan

SOURCE: www.kaskus.co.id