Tampilkan postingan dengan label Kontroversi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontroversi. Tampilkan semua postingan

Kontroversi Pasal Pidana Kumpul Kebo

Alo agan-aganwati,

Sebagian dari ente-ente mungkin tahu kalo saat ini DPR lagi menggodok rancangan kitab undang-undang hukum pidana (RKUHP). Dalam proses pembahasan RKUHP banyak muncul bahan perdebatan. Salah satunya soal pasal yg mengatur tentang perbuatan hidup bersama sebagai suami istri tanpa per-ka-win-an atau yg populer disebut ‘Kumpul Kebo’.

Dalam RKUHP, pasal tentang kumpul kebo menjadi bagian dari bab pasal-pasal yang berkaitan dengan tindak pidana kesusilaan. Di bab ini, selain kumpul kebo, diatur pula soal perzinahan. Yg menarik, aturan kumpul kebo ini ternyata tidak diatur dalam KUHP lama warisan kolonial yg saat ini masih berlaku di Indonesia.

Kalo agan-aganwati ingin tahu hal-hal menarik lainnya berkaitan dengan pasal kumpul kebo dalam RKUHP, silakan simak tulisan di bawah ini:

Quote:1. Dalam KUHP sekarang, ada 19 pasal kesusilaan, sementara dalam RUU KUHP jumlahnya menjadi lebih dari 30 pasal
2. Pasal2 kesusilaan dalam RUU KUHP dirancang a.l. o/ 2 anggota tim, Prof. Muladi & Prof. Barda Nawawi Arief.
3. Prof. Muladi: pasal2 kesusilaan baru dimasukkan dalam RUU KUHP melihat dampak banyaknya remaja yg hamil di luar nikah.
4. Dengan konsep KUHP yg skrg berlaku, delik zina hanya bisa dikenakan kepada pasangan yg salah satu/keduanya sudah menikah.
5. KUHP tidak bisa menjerat perzinahan yg dilakukan oleh pasangan muda mudi atas dasar suka sama suka.
6. Dengan pasal2 kesusilaan dalam RUU KUHP, pasangan muda mudi yg berzina atas dasar suka sama suka, bisa dipidana
7. Pd 2003 Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra menegaskan "Kami mengganti definisi perzinaan dari hukum Belanda ke hukum Islam."
8. RUU KUHP memang memperkenalkan istilah baru bernuansa Islami, yaitu pasal permukahan (overspel, adultry).
9. Selain memperjelas makna permukahan & zina, ancaman pidananya pun dinaikkan dari maksimal 9 bulan menjadi 5 tahun penjara.
10. Yusril: revisi KUHP mengadopsi hukum Belanda, hukum adat, konvensi internasional & hukum Islam
11. Yg dimaksud kumpul kebo yaitu perbuatan hidup bersama sebagai suami istri tanpa per-ka-win-an
12. Yusril: kumpul kebo di masyarakat Barat adalah hal biasa, tapi di negara mayoritas muslim itu tidak bisa diterima
13. Tidak semua anggota tim penyusun setuju dengan pasal-pasal susila dalam RUU KUHP
14. Prof. Andi Hamzah: Jepang & hampir seluruh Eropa telah mencabut delik permukahan karena dipandang sebagai victimless crime
15. Selain ditentang sebagian penyusunnya, pasal2 kesusilaan dalam RUU KUHP juga mendapat kritik dari praktisi hukum
16. Guru Besar Unpar Prof. Wila Supriadi: Dari sudut pandang hukum negara, per-ka-win-an yg tidak dicatatkan bisa dianggap kumpul kebo
17. Referensi: Ada Tiga Masalah Krusial dalam Penyusunan RUU KUHP
18. Referensi: Islamisasi RUU KUHP Bukan Mau Menerapkan Hukum Islam
19. Referensi: Pasal-Pasal Kesusilaan di RUU KUHP Dinilai Masih Rancu
20. Referensi: Pencatatan Per-ka-win-an Penghayat Kepercayaan Masih Terkendala
21. Referensi: Apakah Hubungan Badan Pasangan Remaja yang Belum Menikah Termasuk Perzinahan?
22. Referensi: Pelaku Persetubuhan Suka Sama Suka, Bisakah Dituntut?
23. Referensi: Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana


Nah agan-aganwati, gimana seru kan? Perdebatan seputar pasal kumpul kebo sebenarnya memang bukan hal yg baru ternyata. Tapi, berhubung pembahasan RKUHP lagi-lagi hangatnya, muncul lagi itu perdebatan.

Kalo menurut agan-aganwati gimana? monggo di-share pendapatnya.

Uraian di atas, pernah kami publikasikan dalam sesi #MelekHukum di akun twitter @klinikhukum

Spoilerfor disclaimer:
Seluruh informasi yang disediakan oleh tim hukumonline.com dan diposting di Forum Melek Hukum pada website KASKUS adalah bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pengetahuan saja dan tidak dianggap sebagai suatu nasihat hukum. Pada dasarnya tim hukumonline.com tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia, sehingga hubungan klien-advokat tidak terjadi. Untuk suatu nasihat hukum yang dapat diterapkan pada kasus yang sedang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang advokat yang berpotensi.


(RZK)

SOURCE: www.kaskus.co.id

Setelah Kontroversi Panjang, Akhirnya Microsoft Luluh Soal Xbox 720


Semakin dekat semakin dekat dan semakin dekat konsol game buatan Microsoft Xbox 720 dari tanggal diperkenalannya ke publik. Makin banyak rumor baik dari model, spesifikasi maupun fitur pada Xbox 720 yang berhembus kencang. Fitur yang salah satunya benar-benar sangat kencang berhembus adalah dikabarkan bahwa Xbox 720 mempunyai fitur bernama "Always On Always Connected". Fitur tersebut adalah fitur dimana kita harus selalu terhubung terhadap koneksi Internet untuk memainkan Xbox 720. Jika tidak ada koneksi internet aktif sama saja Xbox 720 dengan konsol mati. Well, mendengar fitur yang hadir pada Xbox 720 ini, masyarakat diseluruh dunia pun geram dan menyatakan kekecewaannya terhadap konsol ini.





Konsol yang awalnya sudah ditunggu-tunggu sejak lama ini langsung menjadi bahan cemooh para gamers. Banyak analisis juga yang kecewa terhadap microsoft karena adanya fitur seperti ini. Fitur Always On Always Connected ini dinilai akan membunuh passion para gamers. Rata-rata memang para gamers lebih menyukai bermain secara offline. Koneksi Internet yang belum menyebar diseluruh dunia secara merata tentu saja menjadi kendala. Jikalau disinggung, memang para player konsol sudah siap untuk bermain secara online. Tapi masalahnya adalah para Internet Service atau penyedia layanan internet. Pertanyaannya sudah siapkah mereka memasang layanan mereka dengan tarif murah?



Hal ini memang menjadi tanda tanya besar. Bukan hanya diluar negeri sana tapi juga di negeri kita sendiri Indonesia. Pemain konsol di Indonesia saja tidak bisa dianggap sedikit. Baik pemain konsol Playstation 3 dan juga Xbox 360 sudah bisa kita temui bahkan dalam jarak 1km. Fitur yang awalnya gencar-gencar diumumkan Microsoft yang sudah mengundang kontroversi ini sampai membuat sang Direktur Microsoft Adam Orth mengundurkan diri. Akibat dari banyaknya hujatan terhadap Microsoft sang direktur akhirnya mengundurkan diri. Kasusnya yang terbilang cukup berani yaitu membuat sebuah twit pada akun twitternya yang mencemooh para gamers dengan kata "maaf saya tidak mengerti tentang kontroversi fitur always on pada konsol. Setiap device harusnya bisa selalu terhubung pada internet. Yang tidak bisa? bukan urusan kami".









Yap kabar gembira bagi kita semua akhirnya Microsoft "luluh" dengan para kontroversi yang ada. Microsoft menyatakan fitur 'always on' tidak akan digunakan dalam konsol terbarunya karena banyak pertimbangan yang dilakukan oleh pihak Microsoft. Pernyataan tersebut didapatkan dari dalam Microsoft. Pihaknya menyebutkan bahwa konsol terbarunya hanya akan menggunakan keseluruhan sistem Chip milik Xbox 360 dengan meningkatkan kekuatan dari konsol. Yeah cahaya terang akhirnya kembali lagi kepada konsol Xbox 720.





Yah semoga saja apa yang kita harapkan selama ini dari Xbox 720 bisa terwujud. Masa pesaing konsol playstation 4 malah mendapat ejekan dan cemoohan. We expected better than Xbox 360!



News Powered By Indogamers.

SOURCE: forum.indowebster.com

KONTROVERSI R.A. KARTINI



Mengapa Harus Kartini?

Mengapa setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Pada dekade 1980-an, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik pengkultusan R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia. Tahun 1988, masalah ini kembali menghangat, menjelang peringatan hari Kartini 21 April 1988. Ketika itu akan diterbitkan buku Surat-Surat Kartini oleh F.G.P. Jacquet melalui penerbitan Koninklijk Institut voor Tall-Landen Volkenkunde (KITLV).

Tulisan ini bukan untuk menggugat pribadi Kartini. Banyak nilai positif yang bisa kita ambil dari kehidupan seorang Kartini. Tapi, kita bicara tentang Indonesia, sebuah negara yang majemuk. Maka, sangatlah penting untuk mengajak kita berpikir tentang sejarah Indonesia. Sejarah sangatlah penting. Jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Bung Karno. Al-Quran banyak mengungkapkan betapa pentingnya sejarah, demi menatap dan menata masa depan.

Banyak pertanyaan yang bisa diajukan untuk sejarah Indonesia. Mengapa harus Boedi Oetomo, Mengapa bukan Sarekat Islam? Bukankah Sarekat Islam adalah organisasi nasional pertama? Mengapa harus Ki Hajar Dewantoro, Mengapa bukan KH Ahmad Dahlan, untuk menyebut tokoh pendidikan? Mengapa harus dilestarikan ungkapan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani sebagai jargon pendidikan nasional Indonesia? Bukankah katanya, kita berbahasa satu: Bahasa Indonesia? Tanyalah kepada semua guru dari Sabang sampai Merauke. Berapa orang yang paham makna slogan pendidikan nasional itu? Mengapa tidak diganti, misalnya, dengan ungkapan Iman, Ilmu, dan amal, sehingga semua orang Indonesia paham maknanya.

Kini, kita juga bisa bertanya, Mengapa harus Kartini? Ada baiknya, kita lihat sekilas asal-muasalnya. Kepopuleran Kartini tidak terlepas dari buku yang memuat surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Eropanya, Door Duisternis tot Licht, yang oleh Armijn Pane diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini diterbitkan semasa era Politik Etis oleh Menteri Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H. Abendanon tahun 1911. Buku ini dianggap sebagai grand idea yang layak menempatkan Kartini sebagai orang yang sangat berpikiran maju pada zamannya. Kata mereka, saat itu, tidak ada wanita yang berpikiran sekritis dan semaju itu.

Beberapa sejarawan sudah mengajukan bukti bahwa klaim semacam itu tidak tepat. Ada banyak wanita yang hidup sezamannya juga berpikiran sangat maju. Sebut saja Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (terakhir pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita.

Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Kalau Kartini hanya menyampaikan Sartika dan Rohana dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang ber inisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Kalau saja ada yang sempat menerbitkan pikiranpikiran Rohana dalam berbagai surat kabar itu, apa yang dipikirkan Rohana jauh lebih hebat dari yang dipikirkan Kartini. Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fa -timah dari Aceh, klaim-klaim ke terbe lakang an kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita.

Di Aceh kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati. Aceh juga pernah dipimpin oleh Sultanah (sultan wanita) selama empat periode (1641-1699). Posisi sulthanah dan panglima jelas bukan posisi rendahan.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus menda -pat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan, begitu kata Rohana Kudus.

Bayangkan, jika sejak dulu anak-anak kita bernyanyi: Ibu kita Cut Nyak Dien. Putri sejati. Putri Indonesia..., mungkin tidak pernah muncul masalah Gerakan Aceh Merdeka. Tapi, kita bukan meratapi sejarah, Ini takdir. Hanya, kita diwajibkan berjuang untuk menyongsong tak dir yang lebih baik di masa depan. Dan itu bisa dimulai dengan bertanya, secara serius: Mengapa Harus Kartini?

Ditulis oleh Tiar Anwar Bachtiar (INSISTS)

Sumber: http://insistnet.com/index.php?optio...d=149&Itemid=6

dan yang penting lagi dari semua ini adalah tindakan kita akan menghargai para pahlawan kita baik yang laki laki atau perempuan

SOURCE: www.kaskus.co.id

Foto PRT di Saudi Inilah yang Picu Kontroversi Hebat

Publikasi foto rasisme seorang warga Saudi yang mendudukkan pembantunya di antara tumpukan barang-barang di belakang mobilnya, menimbulkan kontroversi hebat.

Alalam melaporkan, jejaring sosial dan berbagai situs di Arab Saudi memasang foto seorang pembantu rumah tangga asal Asia Tenggara yang duduk di bagian belakang mobil milik majikannya. Namun parahnya, dia duduk bersama dengan tumpukan barang milik sang majikan.

Lembaga-lembaga HAM hingga kini telah melaporkan berbagai macam perilaku rasisme dan bahkan terkadang sadis para majikan Arab Saudi kepada pembantu rumah tangga mereka, khususnya kepada para pembantu perempuan.

Show foto


alangkah gak dianggap sebagai manusia klo dsn ya