Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan

UI Kampus Terbaik di Ajang Telkom Smart Campus Award 2013



Universitas Indonesia (UI) meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Telkom Smart Campus Award (TeSCA) ? The ICT?s Smartests Campus 2013. Penghargaan itu yaitu sebagai Universitas Terbaik, Perguruan Tinggi Terbaik Wilayah Jawa dan Universitas 10 Terbaik Nasional.

Pada Kategori Universitas Terbaik, UI meraih peringkat pertama diikuti oleh Universitas Gunadarma peringkat kedua, dan ITB peringkat ketiga. Sedangkan pada kategori Perguruan Tinggi Terbaik di Wilayah Jawa, UI meraih peringkat pertama disusul oleh Universitas Gunadarma dan ITB pada peringkat ketiga.
Sementara pada kategori 10 terbaik nasional, UI menduduki peringkat pertama mengungguli 9 universitas lainnya secara berturut-turut yaitu Univ.Gunadarma, ITB, Univ. Padjajaran, Universitas Airlangga, STMIK Amikom Yogyakarta, Universitas Bina Nusantara, Universitas Komputer Bandung, U GMdan Univ.Kristen Duta Wacana Yogyakarta di peringkat terakhir.

Adapun indikator dalam pemeringkatan TeSCA ? The ICT?s Smartests Campus 2013 yaitu tingkat konektivitas dari ICT yang digunakan, kelengkapan materi ICT, standar aplikasi (software) yang digunakan, kualitas literasi dosen dan visual yang menggunakan ICT, kebijakan yang mendukung ICT di kampus, manfaat ICT yang ada untuk masyarakat, partisipasi kampus dalam pendidikan nasional, ketersediaan sharing resource, fasilitas komputer yang memadai untuk penerapan ICT, penggunaan media IT yang ramah lingkungan serta nilai penggunaan ICT yang ada untuk kegiatan penelitian yang berguna bagi masyarakat di sekitar kampus.
Penghargaan diserahkan oleh Prof. Djoko Santoso, Direktur Jenderal DIKTI kepada Wakil Rektor UI bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Industri Sunardji SE, MM pada Senin (1/5) di Grand Ballroom Hotel Darmawangsa, Jakarta yang disaksikan oleh Direktur Utama PT. Telkom Arief Yahya serta para pimpinan dari 44 perguruan tinggi di Indonesia.[]

Sumber: kabarKAMPUS

SOURCE: forum.indowebster.com

Ijazah Ditahan Kampus, Emang Boleh?

Halo agan-aganwati,

Pernah denger masalah temen yang ijazahnya ditahan sama pihak rektor karena ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi mahasiswa yang bersangkutan? Atau agan-aganwati justru punya pengalaman ijazahnya ditahan?

Di satu sisi mahasiswa udah buat karya ilmiah, udah menjalani pengujian di sidang, dan udah dinyatakan lulus sama dosen penguji, Di sisi lain rasanya pengakuan sah belum didapet dari kampus gara-gara ijazah masih ditahan.

Kalo alasan penahanan ijazah karena mahasiswa harus ikut persyaratan tambahan lain kayak wajib ikut kerja bakti, dibenarkan gak tuh?

Nah di forum Melek Hukum kali ini kami mau kasih penjelasan ke agan-aganwati tentang penahanan ijazah oleh rektor. ditinjau dari aspek hukumnya.

Kalo agan-aganwati punya masalah yang sama dan pengen tahu lebih lanjut, bisa simak tulisan di bawah ini:


Quote:Apakah Ada Dasar Hukumnya Rektor Menahan Ijazah Mahasiswa?

Quote:Selamat siang semua, ada yang mau saya tanyakan di situs ini. Saya punya teman yang kuliah di salah satu PTS di Denpasar dan sudah menyelesaikan pendidikannya serta telah menyelesaikan segala kewajibannya sebagai mahasiswa baik akademik maupun administrasi, serta telah di-yudisium dan diwisuda. Namun, sampai saat ini belum diperkenankan mengambil ijazah karena adanya syarat tambahan yaitu harus kerja bakti selama 12 hari dengan durasi 9 jam sehari. Apakah ada dasar hukum bagi rektor untuk menahan ijazah mahasiswa karena tidak melaksanakan kerja bakti?

Quote:Sesuai ketentuan Pasal 25 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ("UU Sisdiknas"), “Perguruan tinggi menetapkan persyaratan kelulusan untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi.”

Kepada mahasiswa atau peserta didik kemudian diberikan ijazah sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi (Pasal 61 ayat [2] UU Sisdiknas).

Pada dasarnya, syarat kelulusan program pendidikan diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa (“Kepmendiknas 232/2000”) yakni ditetapkan dalam Pasal 14 sebagai berikut:

Spoilerfor Pasal tentang Syarat Kelulusan Program Pendidikan:
Pasal 14
(1). Syarat kelulusan program pendidikan ditetapkan atas pemenuhan jumlah SKS yang disyaratkan dan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum.
(2). Perguruan tinggi menetapkan jumlah SKS yang harus ditempuh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dengan berpedoman pada kisaran beban studi bagi masing-masing program sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 5, Pasal 6, dan Pasal 8.
(3). IPK minimum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi, sama atau lebih tinggi dari 2,00 untuk program sarjana dan program diploma, dan sama atau lebih tinggi dan 2,75 untuk program magister.


Dari ketentuan tersebut dapat disimpulkan bahwa seseorang yang telah memenuhi syarat kelulusan sesuai dengan beban studi pada program yang diikuti. Juga atas hasil belajarnya telah dilakukan ujian-ujian berupa ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian akhir program studi, ujian skripsi atau ujian tesis atau ujian disertasi sebagaimana ditentukan dalam Pasal 12 Kepmendiknas 232/2000. Maka seharusnya, mahasiswa tersebut telah dapat dinyatakan lulus dan berhak memperoleh ijazah.

Seperti yang telah Anda sebutkan bahwa Anda telah menyelesaikan segala kewajiban Anda sebagai mahasiswa baik secara akademik maupun secara administrasi. Juga, telah melalui yudisium dan wisuda, sudah seharusnya Anda mendapatkan ijazah sebagai tanda kelulusan Anda.

Terutama hal ini dibuktikan dengan Anda telah melalui yudisium dan wisuda. Yudisium menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai penentuan nilai (lulus) suatu ujian sarjana lengkap (di perguruan tinggi). Jika melihat dari definisi tersebut, maka ketentuan tentang yudisium diatur dalam Pasal 15 Kepmendiknas 232/2000:

Spoilerfor Pasal tentang Ketentuan Yudisium:
Pasal 15
(1) Predikat kelulusan terdiri atas 3 tingkat yaitu: memuaskan, sangat memuaskan, dan dengan pujian, yang dinyatakan pada transkrip akademik.
(2) IPK sebagai dasar penentuan predikat kelulusan program sarjana dan program diploma adalah:
a. IPK 2,00 - 2,75 : memuaskan;
b. IPK 2,76 - 3.50 : sangat memuaskan;
c. IPK 3.51 - 4,00 : dengan pujian.
(3) Predikat kelulusan untuk program magister:
a. IPK 2,75 - 3,40 : memuaskan;
b. IPK 3.41 - 3,70 : sangat memuaskan:
c. IPK 3,71 - 4,00 : dengan pujian.
(4) Predikat kelulusan dengan pujian ditentukan juga dengan memperhatikan masa studi maksimum yaitu n tahun (masa studi minimum) ditambah 1 tahun untuk program sarjana dan tambah 0,5 tahun untuk program magister.
(5) Predikat kelulusan untuk program doktor diatur oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.


Jadi, karena Anda telah memenuhi syarat kelulusan, telah ditentukan lulus dan telah diwisuda, Anda berhak memperoleh ijazah Anda tanpa harus melakukan kerja bakti tersebut. Tidak ada dasar hukum bagi rektor untuk menahan ijazah mahasiswa karena tidak melaksanakan kerja bakti tersebut.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar hukum:
1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

Sumber: Apa Ada Dasar Hukumnya Rektor Menahan Ijazah Mahasiswa?

Penjawab: Diana Kusumasari

Nah agan-aganwati, gimana? Gak ada tuh dasar hukum rektor nahan-nahan ijazah mahasiswa kalo memang mahasiswa itu udah sah memenuhi persyaratan kelulusan yang ditetapkan Kepmendiknas.

Agan-aganwati punya cerita seputar penahanan ijazah? Atau punya pendapat tersendiri tentang hal ini? Monggo share di sini, gan

Spoilerfor Disclaimer:
Seluruh informasi yang disediakan oleh tim hukumonline.com dan diposting di Forum Melek Hukum pada website KASKUS adalah bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pengetahuan saja dan tidak dianggap sebagai suatu nasihat hukum. Pada dasarnya tim hukumonline.com tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia, sehingga hubungan klien-advokat tidak terjadi. Untuk suatu nasihat hukum yang dapat diterapkan pada kasus yang sedang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang advokat yang berpotensi.


TJA

SOURCE: www.kaskus.co.id

Gallaudet University, Satu-Satunya Kampus Paling Sunyi Didunia

Assalamu'alaikum

Spoilerfor cek - no repost:
sunyi sm sepi beda lo gan, cm ngingetin







ini kampus ato kuburan ya? sunyi amat
g usa takut gan..yg jls kampus ini ad tanda2 kehidupan
karena mahasiswa/wi nya tuna rungu & tuna wicara makanya kampus ini sunyi
Spoilerfor llm:

namanya Kampus Gallaudet (Gallaudet University)... bkn "galau" lo gan
yang berdiri sejak taun 1864. Kampus ini dinamakan dari bapak Thomas Hopkins Gallaudet yang merupakan seorang tokoh terkenal dalam mengembangkan pendidikan bagi orang tunarungu.



(December 10, 1787 – September 10, 1851)

kampus ini berlokasi di Washington DC, Amerika Serikat
Spoilerfor lokasi:

Spoilerfor Jurusan:
Jurusan utk jenjang sarjana

Arts/Media
  • Digital Media
  • Graphic Design
  • Photography
  • Studio Art
  • Theatre Arts: Production and Performance

Business
  • Accounting
  • Business Administration

Humanities
  • English
  • History
  • Government
  • Philosophy

Language/Culture
  • American Sign Language
  • Communication Studies
  • Deaf Studies
  • International Studies
  • Interpretation
  • Spanish

Science/Math/Technology
  • Biology
  • Chemistry
  • Information Technology
  • Mathematics

Human Services
  • Education
  • Early Childhood
  • Elementary
  • Secondary
  • Family and Child Studies
  • Physical Education
  • Teaching
  • Personal Training
  • Psychology
  • Recreation and Sports Programming
  • Social Work
  • Sociology
  • Sociology: Criminology

lbh lengkapnya dimari


makanya kampus ini mjd satu2nya kampus tuna rungu & tuna wicara didunia
gmn gan ad yg pengen kuliah disana? ato skedar mnikmati gmn rasanya?

bagi yg mo liat 2 poto2 kampusnya
Galeri Foto Kampus Gallaudet


klo yg mau liat kek gmn suasananya, buffer aj videonya gan



sumber1
sumber2
sumber3
sumber4


skian dulu dr ane, smg bermanfaat

bagi ijo2nya jg boleh gan

SOURCE: www.kaskus.co.id

10 Kampus di Indonesia Terpopuler di Facebook



Quote:Pertama-tama mohon agan bersudi melakukan ini


Quote:
Spoilerfor No repost:

Quote:Hallo gan
Di thread ini, ane mau membahas tentang kampus paling populer di salah satu jejaring sosial, yaitu FACEBOOK
Kepopuleran kampus berdasarkan jumlah LIKE di Fans Page Official dari kampus tersebut, oke langsung aja gan
[UPDATE 1 April 2013]



Quote:Peringkat 10
Spoilerfor buka:
Universitas Sumatera Utara

Kampus yang terletak di kota Medan ini memiliki sekitar 37.873 likers


Quote:Peringkat 9
Spoilerfor buka:
Universitas Pendidikan Indonesia

Kampus yang terletak di kota Ibukota Jawa Barat ini memiliki sekitar 39.531 likers


Quote:Peringkat 8
Spoilerfor buka:
Universitas Diponegoro

Kampus yang terletak di Ibukota Jawa Tengah ini memiliki sekitar 44.285 likers


Quote:Peringkat 7
Spoilerfor buka:
Universitas Padjajaran

Kampus yang terletak di kota Bandung ini memiliki sekitar 51.743 likers


Quote:Peringkat 6
Spoilerfor buka:
Universitas Indonesia

Kampus yang terletak di kota Depok Jawa Barat ini memiliki sekitar 54.056 likers


Quote:Peringkat 5
Spoilerfor buka:
Universitas Airlangga

Kampus yang terletak di kota Pahlawan ini memiliki sekitar 54.765 likers


Quote:Peringkat 4
Spoilerfor buka:
Akademi Kepolisian

Kampus yang berjasa mencetak perwira-perwira polisi ini memiliki sekitar 83.400 likers


Quote:Peringkat 3
Spoilerfor buka:
Institut Teknologi Bandung

Kampus yang selalu mencetak insinyur-insinyur hebat ini memiliki sekitar 95.051 likers


Quote:Peringkat 2
Spoilerfor buka:
Universitas Gadjah Mada

Kampus yang digadang-gadang sebagai kampus terbaik di Indonesia saat ini memiliki sekitar 99.760 likers


Quote:Peringkat 1
Spoilerfor buka:
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Kampus ini adalah salah satu kampus kedinasan yang ada di Indonesia, terletak di Kota Tangerang, memiliki sekitar 153.089 likers


Oke itu sekilas 10 besar kampus di Indonesia terpopuler di facebook gan, mudah-mudahan kampus agan ada di daftar kampus di atas

Spoilerfor Jangan dibuka pliss:
Saya bersumpah jika saya tidak meninggalkan komentar atau , maka saya siap diuber-uber maho seharian ini


Klik

Spoilerfor Buka gan:
ane berharap kemurahan hati agan memberi atau bagi yang udah ISO tolong kasih ane ya gan


Spoilerfor Buka:
ane gak berharap menerima ini


Spoilerfor Sumber:
kagak ada sumbernya gan, ini penelitian ane sendiri


Spoilerfor Bonus ++:
Komeng udah nyampe 250 & 152 likes tapi belum ada yang nyumbang ijo-ijo buat ane


Quote:
NB : Maaf kalau penelitian ane kurang akurat atau gak sesuai fakta di lapangan, karena ini penelitian kecil-kecilan & penelitian ini hanya mengacu pada jumlah LIKE di fans page official masing-masing kampus, serta thread ini gak ada pengaruhnya di dunia nyata

Alasan Agan-agan menjadi Mapala kampus (Mahasiswa Paling LAma)



1. Kuliah karena terpaksa
Melihat anaknya diwisuda adalah kebanggaan bagi setiap orang tua. Dari lubuk hati setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar dan sukses. Bahkan memaksa anaknya untuk kuliahpun bisa saja mereka lakukan.. Berawal dari sebuah keterpaksaan inilah maka ketika sudah menjadi mahasiswa, dia enggan untuk serius dalam kuliah, apalagi pengen cepat-cepat diwisuda.

2. Salah jurusan
Kalah dalam persaingan SPMB/UM PTN/PTS yang memiliki jurusan-jurusan favorit, menyebabkan banyak mahasiswa memilih jurusan lain (yang tidak diminati) sebagai pelarian ketika tidak diterima. Tujuannya adalah agar mereka tetap bisa kuliah meski jurusan itu bukan yang diminati.

3. Terlalu menikmati kebebasan karena jauh dari ortu
Anak Mami kalau kita sering sebut, terkadang juga menjadi faktor kuliah lama. Rendahnya pengawasan dari orang tua (jauh dari ortu) terkadang kebebasan itu dimanfaatkan secara berlebihan. Kerjanya maen, pacaran, begadang tiap malam, nongkrong sana-sini dan lain-lainnya.

4. Sibuk mengikuti organisasi kemahasiswaan ataupun Ormas
Tingkat Intelegency Emotional (IE) yang lebih besar daripada IQ mendorong mahasiswa untuk lebih senang berorganisasi, bersosialisasi, bertukar pikiran dan melakukan kegiatan-kegiatan atau bergabung dengan Ormas daripada belajar. Kesibukannya itu terkadang menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan juga waktu sehingga kuliah terabaikan dan bukan prioritas lagi.

5. Menekuni hobi secara berlebihan
Soft Skill yang dimiliki mahasiswa mendorong untuk menjadi hobi. Hobi kalau dilakukan secara wajar itu baik, tapi kalau berlebihan, pasti mengganggu kegiatan lainnya. Beberapa hobi seorang mahasiswa antara lain: ngegame, ngeband, billiard, Playstation, ngenet, Futsal, dll.

6. Bisa mendapatkan uang sendiri (kerja)
Kerja terkadang dibutuhkan bagi mahasiswa, terutama yang kurang mampu ataupun untuk menambah uang saku. Tetapi tidak sedikit pula dari mereka yang terlena dengan pekerjaannya itu. Alasannya simple, ujung akhir dari kuliah adalah mendapat gelar sarjana yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari kerja sehingga menghasilkan uang. kalau kuliah saja sudah bisa punya uang sendiri, kenapa harus buru-buru lulus? Makanya mereka lebih senang kerja daripada ngurusin kuliahnya.

7. Tidak adanya jaminan kerja setelah lulus
Tidak adanya jaminan inilah yang paling banyak membuat mereka lebih milih lama kuliah daripada lama nganggur.. Prinsipnya : Rezeki itu sudah ada yang ngatur, dan kalau sudah rejeki, gak bakal kemana. Jadi, buat apa cepat-cepat lulus kalau ujung-ujungnya nganggur? Yang sudah sarjana saja banyak yang nganggur kok.

Sumber: http://sorsow.blogspot.com/2011/04/7...wi-kuliah.html

Muhaimin Iskandar: Kampus di Indonesia Ketinggalan Zaman, Bisanya hasilkan Penganggur


Menakertrans, Muhaimin Iskandar

Kampus di Indonesia Ketinggalan Zaman
Selasa, 23 Oktober 2012 00:05 WIB

Jumlah sarjana yang menganggur di Indonesiaterus meningkat dari tahun ke tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, awal tahun 2006 jumlah sarjana yang belum bekerja mencapai 385.400 orang. Tahun 2011 jumlahnya diperkirakan telah melebihi angka satu juta orang. Hal ini mengingat setiap tahunnyaIndonesiamemproduksi sekitar 300.000 sarjana dari sekitar 2.900 perguruan tinggi. “Jumlahnya mungkin sudah sekitar 11,78 persen dari total angka pengangguran di Indonesia,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) A Muhaimin Iskandar, di Jakarta.

Menurut Muhaimin, kondisi ini sangat ironi. Pasalnya, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan paling tinggi dibandingkan sektor-sektor lain, yakni 20 persen dari total anggaran APBN. “Tetapi istilah pengangguran intelektual masih kerap kita dengar, bahkan cenderung terus meningkat,” ujarnya.

Dibandingkan dengan zaman orde baru, ketika Menteri Pendidikan Fuad Hasan menerapkan sistem link and match, kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Dulu, jumlah pengangguran tinggi karena Indonesia kurang orang-orang yang terdidik, tetapi sekarang jumlah pendidikan tinggi semakin banyak, pengangguran juga semakin tinggi. Dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura, masih terlalu jauh. “Karena itu kampus semestinya harus kembali ke basic, yakni mendidik mahasiswa untuk memiliki keterampilan di luar kemampuan utamanya sebagai intelektual. Sehingga ketika lulus nanti, mereka siap memasuki dunia kerja,” kata Muhaimin.

Menakertrans melihat, perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada sekarang masih kurang memberi ruang kepada mahasiswa untuk memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Kampus masih cenderung mencetak mahasiswa yang memiliki intelektual tinggi, tetapi sulit diserap oleh pasar kerja. Sementara yang diperlukan dunia kerja tidak hanya intelektual tinggi, tetapi juga keterampilan praktis. “Jadi tolong kampus dijadikan tempat pencetak sarjana-sarjana pintar dan tenaga kerja yang siap pakai. Dengan demikian, kampus tidak lagi menjadi penyumbang tingginya angka pengangguran di Indonesia,” ujarnya.
http://www.tribunnews.com/2012/10/23...inggalan-zaman

Quote:
"Tak Bisa Bahasa Inggris, Kok Jadi Menteri"
Itulah kritikan Wakil Ketua DPD La Ode Ida terhadap Muhaimin yang diplot jadi Menaker.
Senin, 19 Oktober 2009, 15:11

VIVAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah, La Ode Ida, menilai 50 persen nama-nama yang muncul untuk mengisi kabinet pemerintahan SBY-Boediono tidak sesuai kompetensi. Bahkan ada menteri yang tak bisa berbahasa Inggris, ditaruh sebagai menteri yang juga mengurusi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. "Pos ini harus diisi orang yang bisa bahasa Inggris. Calonnya tidak bisa bahasa Inggris," kata La Ode dalam diskusi di Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Senin 19 Oktober 2009.

Helmy Faisal, yang mendapat posisi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal juga dikritik. Helmy dinilai La Ode tidak tepat mengisi pos tersebut. "Indonesia Timur menanti gebrakan dari kementerian ini. Sejak awal ada, tidak ada gebrakan. Dia (Helmy) tidak tepat," katanya. Kemudian, Djoko Kirmanto dan Sudi Silalahi juga tidak layak lagi menjadi menteri karena usia dan problem kesehatan. "Harusnya pensiun saja," ujar La Ode.

Selain mereka, La Ode berpendapat Hatta Rajasa (Menteri Koordinator Perekonomian), Agung Laksono (Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat), Patrialis Akbar (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia), Tifatul Sembiring (Menteri Komunikasi dan Informatika) dan Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan) juga tidak tepat menjabat bidang menteri yang disiapkan untuk mereka. Harusnya posisi menteri "Tidak boleh sembarangan, harus sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan departemen dan kementerian tersebut," ujar La Ode.
http://politik.news.viva.co.id/news/..._jadi_menteri_



-------------------------



Sekiranya para sarjana itu punya TOEFL atau IELTS bagus atau sejenisnya, serta bisa nyerocos bahasa Inggris saja, maka bekerja di luar negeri sebagai TKI Skill, cukup luas lowongannya di negeri asing. Masalahnya, mereka payah bahasa inggrisnmya, seperti juga halnya Pak menteri satu ini, yang bisa diangkat jadi menteri padahal kagak bisa bahasa inggris ...