Tampilkan postingan dengan label Jumlah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jumlah. Tampilkan semua postingan

Jumlah Pengguna Internet Di INDONESIA Mencapai 120Juta..???

HT #25








Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) secara resmi telah menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia tidak hanya berjumlah 63 juta orang.

Pernyataan dari APJII tersebut juga didukung oleh pernyataan Sri Handayani, Praktisi Internet dari PT Internetindo Ata Centra (IDC), kepada merdeka.com (22/04).

"Bila ditanya, seorang tukang sayur atau pembantu pasti tidak akan bilang bahwa dia merupakan pengguna Internet. Padahal kalau update status di Facebook bisa setiap jam. Ini juga pengguna Internet, yang tak tercatat oleh data yang selama ini ada," tuturnya kepada merdeka.com.

Menurut dia, bila dilakukan survei dan perhitungan yang lebih detail, pengguna Internet di Indonesia sebenarnya sangat luar biasa, bahkan bisa mencapai dua kali lipat atau lebih.

Sri Handayani yang akrab dipanggil Aie itu mengungkapkan adanya data yang lebih teliti dan detail diperlukan untuk membangun kebanggaan dan kepercayaan diri bangsa Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki pengguna Internet terbesar di dunia.

Selain itu, berdasarkan data Telkomsel, pengguna Internet dari kalangan pengguna data operator itu saja sudah mencapai 50 juta pelanggan, belum jumlah pengguna operator lainnya.

Johar Alam, pemilik IDC (Internetindo Data Centra Indonesia), juga menuturkan dengan hanya penetrasi 22 persen saja, Indonesia sudah mencatat prestasi luar biasa di bidang Internet.

"Selain sebagai negara dengan pengguna Facebook dan Twitter ke empat terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki trafik bandwidth lokal yang luar biasa, yaitu mencapai 64 GB akhir tahun lalu, atau naik lebih dari 2 juta persen dibandingkan 12 tahun yang lalu," imbuh Johar.

Dari laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan pernyataan dari beberapa praktisi internet di atas, bukan tidak mungkin jika pengguna internet di Indonesia sekarang sudah mencapai atau melebihi angka 120 juta orang.



EMBER


Quote:Beuhh...kita di Indonesia ini salah kaprah mengenai internet, mau internet cepat di jalur padat (radio), sementara di jalur kabel kurang diminati karena mahal, jadi kalau mau internet cepat dan stabil dengan tingkat SLA stabil gunakanlah internet jalur kabel (optic) , dan jangan sekali-kali berharap internet cepat di jalur radio (tidak mungkin). Makanya tidak heran , jalur radio di indonesia sudah full capacity. Konsumen di Indonesia tipikalnya mudah terayu oleh operator karena HARGA MURAH dan operator berjanji ANGIN SURGA

SOURCE: www.kaskus.co.id

Meski Negara Maju, Jumlah Pemilik Senjata Api di Jepang Sedikit

Quote:


Jumlah populasi penduduk Jepang hanya sekitar 120 juta saat ini, mungkin juga banyak berkurang lagi karena anak muda jarang menikah dan jauh semakin sedikit bayi saat ini, Dari jumlah 120 juta tersebut ternyata hanya ada 122.515 pemilik senjata api yang terdaftar di kepolisian Jepang.

Demikian ungkap laporan Buku Putih (White Paper) Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA) tahun 2012 yang dikeluarkan belum lama ini.

Catatan tersebut adalah untuk tahun 2011 di mana tertulis jumlah senjata api di Jepang hanya 246.783 pucuk saja dan dimiliki oleh 122.515 orang. Tentu saja senjata api ini yang tercatat beredar ada di masyarakat umum.

Menarik pula diungkapkan bahwa selama tahun 2011 tersebut sebanyak 27 orang telah ditolak pengajuan perizinan untuk bisa memiliki senjata api. Lalu 95 orang telah dicabut perizinan kepemilikan senjata api.

Sementara bisa kita bandingkan tahun 2009 tercatat sebanyak 299.939 senjata api dan 142.294 pemilik yang mendapat izin kepemilikan senjata api. Jelas sekali jumlah senjata api dan kepemilikannya di Jepang sangat berkurang dari tahun ke tahun. Berkurangnya jumlah tersebut seiring pula dengan berkurangnya kasus tembak-menembak serta berkurangnya jumlah orang yang meninggal gara-gara kasus penembakan di Jepang.

Tahun 2002 sebanyak 158 kasus penembakan dan 24 meninggal sebagai akibat penembakan tersebut. Sedangkan tahun 2012, sepuluh tahun kemudian, tercatat 45 kasus penembakan dan delapan orang meninggal. Dari 45 penembakan tersebut, 33 kasus penembakan melibatkan Yakuza.

Jepang memang negara maju dengan kasus penembakan dan kepemilikan senjata api paling sedikit di dunia.

Menurut sumber Tribunnews.com di kepolisian Jepang, umumnya kepemilikan senjata api hanya polisi dan Yakuza saja. Beberapa penyebab mengapa senjata api sedikit beredar di masyarakat.

Pertama, masyarakat berpikir bahwa sebenarnya pistol atau senjata api tidaklah membunuh manusia. Yang membunuh manusia sebenarnya manusia itu sendiri. Pistol hanyalah alat saja. Jadi yang berbahaya sebenarnya manusia itu sendiri bagaimana supaya bisa menjadi bijaksana, tidak menjadi jahat, manusia sendirilah yang harus berusaha untuk itu sehingga bisa hidup saling berdampingan dengan damai.

Kedua, jumlah manusia Jepang saat ini jauh semakin sedikit orang dewasanya dan umumnya sudah beralih menjadi manusia lanjut usia (lansia). Bagi lansia umumnya tidak diperkenankan memegang senjata api karena memang tidak mudah untuk menggunakan senjata api dan ditakutkan malah membahayakan keselamatan orang lain dengan faktor usia yang sudah lanjut tak bisa mengontrol senjata api dengan baik.

Ketiga, karena pengaruh budaya dan jiwa orang Jepang yang melihat bahwa penggunaan senjata api justru malahan membuat diri sendiri tidak tenang. Jadi untuk mengantisipasi kejahatan akan lebih baik dengan kemampuan diri sendiri, dengan senjata yang ada seperti pedang, akan lebih "berseni". Itulah sebabnya nama UU itu pun menambahkan kata pedang selain kata senjata api. Karena pedang sudah menjadi budaya di Jepang sebagai alat bela diri dan sekaligus membunuh secara kesatria dengan cara terhormat.

Keempat, UU Pengawasan Senjata Api dan Pedang Jepang memang teramat sangat ketat (termasuk hukuman sangat berat) dengan peraturan yang ada tertulis di sana. Demikian pula persyaratan pengambilan izin kepemilikan senjata api saat ini dari berbagai revisi sudah teramat sangat ketat. Masa kepemilikan (perizinan) sekarang hanya satu tahun. Setelah itu harus ujian (test) kembali dilakukan, baik lisan, tertulis, termasuk psikologis, kesehatan dan bahkan penyelidikan dilakukan polisi sampai ke lingkungan rumah calon yang mengajukan diri untuk memiliki senjata api.

"Polisi terkadang datang ke rumah calon pemilik perizinan senjata api guna melihat bertanya dan menyelidiki keadaan lingkungan serta investigasi apakah memang orang tersebut tidak bermasalah. Kalau ketahuan di lingkungan ada sedikit masalah, misalnya pertengkaran dengan tetangga, hal ini menjadi cacat karena ditakutkan senjata api bisa saja digunakan sebagai upaya menyelesaikan pertengkaran tersebut," ungkap sumber itu lagi.

Senjata api yang disebutkan di atas pun sebenarnya bukan pistol atau bukan senjata api laras pendek seperti yang dimiliki pihak polisi. Untuk masyarakat umum dilarang kepemilikan tersebut. Jadi kepemilikan senjata api itu hanyalah senjata api laras panjang untuk maksud berburu. Larangan kepemilikan senjata api laras pendek seperti pistol dilarang di Jepang sejak tahun 1965. Senjata api sendiri masuk ke Jepang sekitar tahun 1500-an antara lain melalui kapal-kapal dagang asing yang masuk ke Jepang saat itu.

Kepemilikan senjata laras panjang untuk tujuan berburu pun teramat sangat ketat dengan segala macam pengujian seperti tertulis di atas pula.

Kini berbagai kepemilikan senjata api pun mulai diusut lebih lanjut karena diperkirakan ada nemuri-ju (pistol tidur), pistol zaman dulu sekali dikeluarkan, lalu tak berjejak lagi karena masih longgar pengawasan dan pendataan kurang baik, yang harus ditarik mundur segera apalagi ketahuan pihak kepolisian.

Kasus kepemilikan senjata api juga ada. Misalnya Juli 2008 seorang karyawan biasa berusia 45 tahun di daerah Shikoku, selatan Jepang, yang berusaha memperpanjang izin kepemilikan senjata apinya, ditangkap pihak kepolisian karena sertifikat medisnya ternyata palsu. Tentu saja dia akhirnya diadili dan masuk penjara dan atau denda yang berat alkibat perbuatan pemalsuan tersebut.

Hukuman yang sangat berat juga membuat Yakuza sungkan menggunakan senjata api karena dianggap tidak imbang dengan keuntungan yang diperoleh. Belum lagi kesusahan yang akan didapat berupa penggerebegan kantor kalau ketahuan, ketangkap basah, seorang angotanya memiliki senjata api.

Bukti ini bisa kita lihat pada kasus Kaneyoshi Kuwata, bos Yamaguchi-gumi tanggal 26 Desember 1997 rombongannya menggunakan mobil Mercedes Benz distop polisi, digeledah dan ditemukan pistol di dalam salah satu mobil geng tersebut di daerah Roppongi.

Setelah melalui persidangan yang panjang akhirnya dihukum 7 tahun masuk penjara. Sejak saat itulah keputusan pengadilan tersebut menjadi yurisprudensi. Apabila ada anggota Yakuza ketangkap membawa peluru dan atau pistol, maka dihukum 7 tahun penjara dan atau hukuman denda, tergantung kasusnya pula.

Bagi polisi dan masyarakat sebenarnya senang apabila antar-anggota Yakuza saling menembak, perang, bunuh-bunuhan, asalkan di dalam rumahnya sendiri. Menjadi masalah adalah tembak-menembak terjadi, dan perang antara Yakuza dilakukan di tempat terbuka sehingga bisa membawa korban masyarakat umum yang mungkin saja jadi korban kena peluru nyasar.

Apabila hal ini terjadi polisi biasanya akan marah sekali dan penggerebegan ke kantor atau markas organisasi Yakuza pasti dilakukan guna mencari, mengusut lebih lanjut senjata api tersebut. Hal inilah yang sangat tak diinginkan pihak yakuza. Salah satu alasan, sungkannya Yakuza menggunakan senjata api. Alasan lain, dianggap pengecut menggunakan senjata api, karena terlalu mudah membunuh seseorang dengan menggunakan senjata api.


Sumber


Quote:kalo di negeri paman sam, jumlah pemilik senjata api banyak sekali. banyak koboi sih disana

SOURCE: www.kaskus.co.id

Pria yang Sering Nonton Televisi Jumlah Spermanya Sedikit



Quote:Kaum pria yang ingin memiliki sperma yang banyak mulailah mematikan televisi Anda dan pergi ke gym. Soalnya, pemuda yang keseringan nonton televisi dan jarang berolahraga bisa memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan pria yang jarang menonton olahraga dan giat bergerak.

Temuan ini merupakan hasil penelitian yang tak membuktikan sebab dan akibat. Tetapi hali itu menambah bukti bahwa gaya hidup modern bisa berkontribusi terhadap penurunan dalam jumlah sperma di negara maju.

Seperti dikutip USAToday, Selasa (5/2/2013), Jorge Chavarro, asisten profesor gizi dan epidemiologi di Harvard School of Public mengatakan, temuan ini bisa menjamin orang-orang aktif yang pernah mendengar kalau olahraga bisa menurunkan jumlah sperma.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine.

"Sebagian besar penelitian sebelumnya telah difokuskan pada atlet, seperti pelari marathon dan pesepeda profesional yang tubuhnya mungkin berada di bawah tekanan yang tidak biasa," kata Chavarro.

Menurut Chavarro, bersepeda mungkin terlalu panas atau melukai skrotum.

Pada penelitian terbaru ini melibatkan 189 mahasiswa pria yang berusia 18-22 tahun dari Rochester, NY. Setiap responden memberikan contoh air maninya dan menjawab pertanyaan tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi dan terlibat dalam latihan fisik.

Hasil penelitian itu antara lain:
  1. Pria yang sering menonton televisi, lebih dari 20 jam seminggu memiliki jumlah sperma 44 persen lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak menonton.
  2. Pria yang sering berolahraga, lebih dari 15 jam seminggu memiliki jumlah sperma 73 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang jarang berolahraga, setidaknya kurang dari lima jam dalam seminggu.
  3. Karakteristik sperma lainnya meliputi kecepatan berenang, yang sama pada semua kelompok, dan peneliti tidak bisa mengatakan apakah perbedaan dalam jumlah sperma cukup besar berdampak pada kesuburan.


Pada penelitian lain, obesitas dan diet lemak tinggi telah dikaitkan dengan jumlah sperma yang lebih rendah. Namun, dalam studi baru, hubungan antara aktivitas, TV, dan jumlah sperma meningkatkan berat badan bahkan pola diet secara keseluruhan.

Chavarro menunjukkan, perubahan metabolik yang berkaitan dengan aktivitas dan pemanasan skrotum karena kelamaan duduk di depan TV mungkin memainkan peran. Meskipun studi pada jumlah sperma pekerja kantor yang duduk sepanjang hari telah memberikan hasil yang beragam.

Chavarro mengatakan, televisi mungkin terkait dengan faktor makanan, termasuk paparan banyak iklan junk food. Beberapa studibaru lainnya telah menghubungkan menonton televisi berkepanjangan dengan penyakit jantung, diabetes, dan kematian dini.

Seorang profesor Kedokteran Lingkungan di University of Southern Denmark, Tina Kold Jensen, mengatakan, tak ada faktor yang cenderung disalahkan jika jumlah sperma menurun. Dia baru-baru ini menghubungkan jumlah sperma yang berkurang dengan diet lemak jenuh.

"Saya yakin itu adalah gabungan dari gaya hidup, tidak olahraga, menonton televisi, minum cola, dan makanan cepat saji, yang mengurangi kualitas sperma," ujar Jensen.(Mel/Igw)



Spoilerfor Sumber:
Liputan 6 dot com

Indonesia Memiliki Jumlah Hari Sekolah Tertinggi di Dunia



Miris rasanya hati saya mendengar anak Bangsa ini setiap tahunnya seorang murid menghabiskan 220 hari di sekolah hingga akhirnya ,proses belajar tersebut menjadi tidak efektif lagi karena murid-muridnya sudah keburu jenuh dan stress.Kejadian ini pernah saya(korban) alami sewaktu saya masih sekolah dulu syukur dech saya dah lulus :P.Pemerintah kita mengganggap semakin banyak jam belajar disekolah ,maka murid akan akan semakin pintar,padahal itusemua tidak menjamin, hanyalah individunya masing-masing yang bisa mengendalikan kesadaran tersebut.

System pendidikan di Indonesia juga yang masih terkesan value oriented karena masih menghandalkan adanya prinsip-prinsip benar-salah yang diterima oleh individu atau kelompok social itu dalam maksud tersebut adalah dengan mengutamakan nilai di bandingkan prosesnya pada akhirnya anak murid tersebut menjadi robot-robot yang obsessed sama nilai . Guru bukanlah dewa yang selalu benar dan salah dan murid bukanlah kerbau(Soe Hok Gie).

Tujuan dari sekolah itu ilmu mencari ilmu pak/ bu bukan mencari nilai pelajaran yang diberikan bukan untuk nilai tapi biar bisa di praktekan dalam kehidupannya sehari-hari. Ketika KKM(Kriteria Ketentuan Minimal ) dijadikan Patokan pada akirnya murid lebih focus terhadap nilai daripada prakteknya,sampai-sampai murid pun mulai mencontek pada saat ujian agar tidak mau remedial pada akhirnya tidak mau belajar akibat stress dan jenuh ini pada akhirnya, Indonesia pun salah makna dech tentang cerdas yang keliru . dengan tuntutan murid-muridnya di suruh menghapal semua mata pelajaran kalo dia bisa jawab pada saat ujian dengan nilai tinggi dibilang sama gurunya anak Cerdas ,lama- kelamaan anak murid tersebut jadi muntah sama hapalannya di samping itu juga anak muridnya lebih cepat lupa sama hapalnya dalam waktu berikutnya

Bagaimana mau belajar kalau sekolahnya mulai dari jam pagi selesai jam sore sudah itu seminggu lagi ,yang ada malahan muridnya menjadi capek di kelas,lemes,lunglai,letih ,dan lesu(iklan kaleee….),susah berpikir,ditambah lagi guru yang mononton tidak adanya lagi rasa semangtisme yang ada malah muridnya berisiiik tersebut .Ditambah lagi juga murid-murid yang sudah rame,tidak ada yang cakep,cerewet,udah jelek di sok cantik,ckckck….malahan sosialnya menjadi kurang .

Di sini juga di butuhkan guru yang inovatif dan kreatif bagaimana mengatur cara belajar mengajar yang baik dan benar disampin itu,guru juga harus lebih baik komunikasi antar muridnya.Pemerintahnya pun harus bisa mengatur hari sekolah yang lebih oke agar murid tidak bosen bikin pintar …….

SUMBER

http://edukasi.kompasiana.com/2013/0...ia-532259.html

220 Hari sekolah , kepake nya cuma buat 11 Hari ( Pas UN dari SD sampe SMA )
stress dah para murid