Tampilkan postingan dengan label Dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dokter. Tampilkan semua postingan

Profesi Dokter, Sate Kambing Batibul dan Jokowi... (loh?)

Katanya kemarin ada demo di Jakarta yang dilakukan dokter menolak program KJS...
tergelitik dengan beberapa thread yang saya baca, yang seolah memojokkan pendemo tersebut, saya jadi ingin menulis beberapa hal yang sebetulnya perlu dipahami dengan pikiran yang sedikit terbuka dan mau menggunakan logika berpikir.

Okelah langsung saja ya..

1. apa sih arti kata profesi?

Pekerjaan yang membutuhkan pelatihan/pendidikan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Pelakuknya disebut profesional, mereka adalah orang-orang yang menggunakan keahlian khusus/spesifiknya dan dibayar untuk itu.
Jadi seorang profesional, mencari uang/nafkah dari keahlian khususnya itu.

2. apakah salah dokter mencari uang?
ya tidak lah, gak ada uang, anda tidak bisa makan dan membiayai keluarga anda bukan? setiap makhluk yang memiliki lobus frontal tentu dapat melihat itu sebagai suatu hal yang lumrah dan apa adanya.

3. dokter profesi mulia? masak sih?
gini loh, tidak ada profesi yang tidak mulia.
tidak ada insinyur, siapa yang bangun gedung?
tidak ada notaris, siapa yang mau dan ngerti ngurus akta tanah?
sama halnya, jika tidak ada dokter, siapa yang mau nyembuhin orang sakit?
tapi... kenapa kesannya dokter itu profesi yang "lebih dimuliakan" ya? (dulu, sekarang gak tau deh)

karena, profesi kami lekat dan hmmm, mungkin dapat dibilang salah satu profesi yang melakukan pengabdian cukup banyak kali ya (saya pribadi menganggap guru adalah profesi yang paling mulia) dan lekat sekali dengan seringnya melakukan tindakan sosial seperti pengobatan masal, dsb (note: tolong komparasikan dengan pengertian profesi dan profesional tadi)

apakah pernah ada enggineer perminyakan / sipil bikin bangun gedung atau ngebor minyak massal gratis? arsitek bikin rancangan gedung massal gratis? notaris bikin / bagi-bagi pengurusan pembuatan akta tanah gratis?

kalo dokter melakukan pengobatan gratis mah sering banget...
akhirnya lekatlah dokter dengan sebutan profesi "sosial" .

Apalagi dengan kondisi Indonesia yang masyarakatnya masih banyak yang tidak mampu akhirnya banyak dokter yang terpanggil untuk melakukan pengabdian (diperhatikan, kata2 yang selalu digunakan adalah pengabdian dan bukan kewajiban; artinya profesi ini melakukan sesuatu lebih yang sebetulnya diluar kewajibannya, rasa keterpanggilanlah yang membuat sebagian dokter terpanggil untuk mengabdi)

sampai akhirnya....warga waduk pun merasa mereka berhak menduduki tanah negara....
ups kok ngelantur...
hehe

maksudnya, akhirnya terlanjur timbul stigma bahwa dokter adalah pekerjaan sosial, padahal bukan, dokter adalah sama seperti profesi lain, kami menggunakan keahlian kami untuk mencari uang, hanya saja mungkin profesi ini lekat dengan kegiatan-kegiatan sosial sejak dulu kala sampai saat ini.

Dan ngenesnya, sekarang profesi ini, yang telah melakukan banyak hal yang sebetulnya diluar kewajibannya, tetapi tetap dilakukan berdasarkan rasa keterpanggilan untuk mengabdi, kemudian seolah-olah dibuat menjadi seonggok lintah penghisap darah....yang tega menyengsarakan orang yang sedang menderita...ampun deh

padahal ya, tidak sedikit dari dokter-dokter kita yang terkadang tetap mau dipanggil memeriksa pasien padahal sudah bukan jam jaga / prakteknya, tidak jarang kami menggratiskan bahkan nombokin biaya pasien karena ia tidak mampu.

Coba saja dipikir, memangnya ada profesi lain yang mau kerja diluar kewajibannya itu? bahkan nombokin kliennya?
- Apakah ada seorang enginer minyak rela ngebor minyak gratis gak dibayar, karena kasian melihat warga miskin semakin berat jika BBM naik
- Arsitek / sipil bikin gedung gratis karena kasian di Indonesia masih banyak orang tidur dijalanan...
- Notaris buat akta tanah gratis karena kasian banyak warga illegal tak punya sertifikat lahan
sebut deh contoh lainnya
Tapi, banyak dokter rela digaji rendah bahkan tidak digaji, melakukan pengobatan massal, ke hutan pedalaman rimba mengabdi di sana...semua demi pengabdian (catat bukan kewajiban).

Mungkin selain dokter, hanya guru yang mau seperti itu

4. dokter kambing hitam?
huehehehe bener banget udah kambing hitam, batibul pulak! alias bawah tiga bulan, sudah kambing hitam, empuk pula dijadikan santapan!

obat mahal....salah dokter? salahin tuh farmasi dan terutama pemerintah kenapa semua obat impor!

ditolak RS... salah dokter! edan apa? yang nolak itu RS, bukan dokter! kalo anda ditolak RS, dokter ya gak bisa periksa anda, kami kan pegawai RS juga. A very simple logic... nyalahin dokter itu salah alamat.

pasien gak sembuh,... salah dokter? ummm bisa iya, bisa ngak, cuman bayangin yee, anda di puskesmas, poli buka misalnya jam 8-jam 2 , 6 jam noh, minus makan dll, dll paling efektif anda kerja 5 jam (kok cuman 5 jam? mana saya tahu, tanya saja kepada yang membuat kebijakan, kita mah nurut aturan aja), pasien 100, ente dokter sendiri.

5 jam itu 300 menit, at least 100 pasien. Berarti 1 pasien dikasih 3 menit. Kalo trus anda ke puskesmas gak sembuh, jangan salahin dokternya, tapi salahin pemerintah edan yang nyuruh kami mendiagnosa dan mengobati pasien hanya dalam waktu 3 menit.

Anda tahu berapa waktu ideal untuk dokter periksa pasien? minimal 10 menit, ideal 15 menit. Jadi tolong jangan salahkan dokter puskesmas jika diagnosa mereka diagnosa "3 menit". Kan itu tho yang pemerintah anda sediakan buat warganya. Dokter meriksa pasien 30 sehari itu sudah limit, lebih dari itu bahaya, jujur aja, saya menyadari kok cara saya meriksa sudah berbeda sekali antara pasien pertama dan ke-50... dokter itu manusia, punya rasa lelah dan batas juga.

5. Lha hubungannya dengan Jokowi?
Nah sejak KJS jalan kan gratis tuh, pasien membludak luar biasa, pasien puskesmas di berbagai surat kabar dikatakan membludak 2 kali lipat. tenaga dokter tidak ditambah, setelah program dijalankan, baru "mengajukan penambahan dokter" astaga.... sebelum ada KJS aja, seperti ilustrasi di atas, dokter indonesia dipaksa pemerintahnya untuk melakukan diagnosa kilat 3 menit, membludak 2 kali lipat berarti jadi jadi 1,5 menit! Luar biasa. Ini yang edan siapa sih sebenernya?

Kalau beliau memang mau main dengan baik, harusnya yah hal ini sudah diprediksi, jumlah tenaga dokter ditambah sesuai prediksi tersebut baru program di-launching! bukan program dilaksanakan baru tambel sana tambel sini, emang nambah dokter kayak bikin kue nastar, beli telor pagi, sore jadi kue, kan tidak, bisa berbulan-bulan, jadi kalau sejawat di jakarta ada yang memprotes KJS itu justru normal dan wajar, karena pemerintah melakukan / melaksanakan program dengan persiapan yang tidak wajar...

Kemudian masalah wacana menggandeng universitas dan menggunakan dokter muda. Ampun...
Tolong ya, dokter muda / Co-assistant itu belum dokter, mereka bahkan belum ujian kompetensi, apalagi STR / SIP. Apa dasar hukum menggunakan jasa mereka? Mereka itu belum legal untuk berpraktik, mereka dapat berpraktik di RS pendidikan karena dinaungi institusi pendidikan dan disupervisi oleh dokter seniornya. Jika nanti dalam perjalanan anggaplah terjadi kesalahan pengobatan, malpraktek dsb, siapa yang mau disalahkan? kan jadi tidak jelas, kalau dalam RS pendidikan jelas yang jadi penanggungjawab jika terjadi hal-hal seperti itu terjadi adalah supervisornya, tapi dalam konteks pemanfaatan mereka untuk mendukung KJS tersebut? kan jadi absurd dan tidak jelas. Kebijakan prematur saya bilang.

Atau... menggunakan jasa dokter intrnship.. jiah... ini lagi, salah satu sasaran & tujuan internship kan sekalian pemerataan dan memenuhi kebutuhan dokter ke daerah2, selain memberikan kesempatan magang dan pematangan kompetensi, apa artinya kalau mereka ujung2nya disuruh di Jakarta lagi?

Kemudian masalah RS keluar KJS... gini, jokohok ngajuin ke pemda DKI itu hitungan 50.000 per kepala, tapi cuman di kasih berapa ya, saya agak lupa sekian belas ribu, maka mereka mengusahakan agar jadi setidaknya 23 rb kalau tidak salah (mohon dikoreksi) tetap sajalah, logis tidak, anda menganggarkan biaya kesehatan 20 rb untuk sebulan? buat beli panadol 2 strip saja habis itu.

Apalagi RS swasta, kan operasional gak ditanggung pemerintah, kalau mereka gak nutup utk biaya operasional, siapa yang mau bayar gaji karyawan RS tersebut? banyak yang "jelek2" justru tidak diketahui/disampaikan pada masyarakat.

Saya tidak tahu jika KJS ikut-ikutan suka telat bayar atau tidak, tapi kalau jamkesmas/jamkesda... bukan berita baru pemerintang nunggak mulu.

Gini deh, apa RS beli obat pakai daun? gaji SDM pakai rumput? semua kan dibayar pakai uang, dan itu berputar terus, pemerintah telat bayar, berarti mengganggu perputaran tersebut. Sekarang bayangin anda jadi direkturnya, anda wajib terima pasien terus, pengeluaran jalan terus, obat tetap harus dibeli , SDM tetap harus digaji, semua pakai uang dan gak bisa bayar pake daun dan batu, tapi bayaran gak turun2, telat. Lha trus itu bagaimana ceritanya? Kalau anda yang punya RS mau? kalau maupun, gimana mengelolanya?

Jokohok pemimpin yang baik, tegas, dan luar biasa. Tetapi untuk KJS ini memang perlu diakui banyak kelemahannya.

Sekian, terimakasih
Mungkin agak berantakan, tapi itu beberapa pikiran yang terlintas.

Oh iya, TS gak ikutan demo yak
lagian tidak di jakarta juga, tapi KJS ini memang menarik untuk diikuti

SOURCE: www.kaskus.co.id

[Buat yang mau lulus SMA] Jangan pernah punya cita-cita jadi dokter "Kaya"

Apa Bedanya Kambing dengan Dokter di Indonesia?

Trit ini kami dedikasikan kepada :



Hari Kamis 7 Maret 2013 mungkin merupakan momen yang tepat menurut penulis sebagai momen ketika profesi dokter di Indonesia telah mencapai titik terendah di dalam peradaban bangsa Indonesia. Pada hari itu, Jawa Post National Network dalam beritanya mengutip ketua komisi IX DPR RI Dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati (F-PDIP) dalam suatu diskusi di gedung DPR RI yang menyatakan bahwa dokter lebih jahat dari polisi lalu lintas. Pemberitaan itu menimbulkan banyak reaksi karena ketika itu pemberitaan negatif mengenai profesi dokter mengalami peningkatan. Reaksi pembenaran datang dari berbagai masyarakat yang mengaku memiliki pengalaman buruk dengan dokter dan/atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, sementara tentu saja perlawanan datang dari kebanyakan dokter di Indonesia. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kemudian dalam suratnya tertanggal 15 Maret 2013 meminta klarifikasi pernyataan tersebut namun hingga tulisan ini dibuat, dokter lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini belum memberikan klarifikasi dan berbagai pro dan kontra terus berlangsung.

Hari Kamis 7 Maret 2013 adalah hari ketika profesi dokter Indonesia telah terhinakan tanpa ampun. Pada hari itu sudah jelas bahwa masyarakat, penguasa, media , politisi bahkan sejawatnya sendiri telah menghinakan profesi yang seharusnya mulia ini. Profesi dokter di Indonesia dalam pekerjaannya yang penuh dengan risiko tertular penyakit, mengalami kecelakaan kerja, pagi-siang-sore-malam tanpa henti yang kemudian masih harus berhadapan dengan penguasa yang memberikan jam kerja yang tidak proporsional, upah yang tidak proporsional, jumlah pasien membludak berkat sistem pelayanan kesehatan gratis tanpa persiapan sistem dan fasilitas yang baik demi memenuhi janji kampanye, tidak merata distribusi infrastruktur yang mendukung pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa; kemudian tekanan-tekanan pekerjaan dari berbagai preman berwujud lembaga swadaya masyarakat, lembaga bantuan hukum, partai politik, organisasi kemasyarakatan yang mengancam dokter secara pidana, perdata, adat istiadat dan sebagainya sementara pemerintah daerah, kemenkes dan jajarannya serta pihak pengelola rumah sakit cenderung membuang kesalahan sistem kepada lini terdepan sistem yaitu dokter; ditambah media yang mengagungkan kebebasan pemberitaan sambil mengangkangi kode etik jurnalistik, yang tiba-tiba amnesia dengan kementerian kesehatan dan jajarannya serta pemerintah daerah sebagai pembuat kebijakan, terus menggaungkan betapa dokter sebagai pelaku utama pelayanan kesehatan adalah sasaran empuk kritisi sistem kesehatan. Jarang sekali mereka mengabarkan betapa terjalnya perjuangan dokter puskesmas di tingkat pelosok, bagaimana pemahaman masyarakat terhadap paradigma sehat yang dicanangkan pemerintah, bagaimana nasib kesejahteraan dokter di Indonesia, benarkah pendidikan dokter demikian mahal hingga nanti ketika lulus akan bermental komersil kepada pasien, bagaimana sebenarnya sistem kesehatan di Indonesia, apa yang dimaksud malpraktek, apa saja hak pasien untuk menghindari malpraktek, dan sebagainya manapun itu yang sifatnya mencerdaskan masyarakat. Masyarakat hanya mendengar sayup berita mengenai buruknya dokter di suatu tempat tanpa informasi lengkap dan tanpa bersifat kritis dan skeptis, kemudian ikut panas dan tidak sedikit hadir di tengah kelabu kontroversi sebagai asap hitam lain. Tidak ada satupun yang berusaha untuk menjadi penerang.

Semua ini bisa dikatakan kejahatan kemanusiaan yang sistematis dalam mengkerdilkan hak dokter sekaligus membesarkan tanggung jawab dokter di semua pojok kesalahan sistem kesehatan. Dari pernyataan profesi dokter adalah profesi mulia yang tidak mengharapkan balas kasih menjadi eksploitatif: dokter harus tidak mengharapkan balas kasih dan tidak perlu dikasihi. Seperti kambing. Pasien datang berobat, harap diobati sampai sembuh. Pasien tidak nyaman sedikit saja, golongan Anda dianggap gagal dan harus dianggap malpraktek untuk kemudian dicemooh. Bagi yang tidak setuju maka dianggap pro dokter Indonesia, kemudian juga dicemooh. Intinya masyarakat Indonesia anti dengan dokter. Walau demikian, sebagian besar masih berobat ke dokter di Indonesia.

Dalam posisi seperti ini, tetap ada dokter dengan dedikasi tinggi menerobos kemelut kontroversi dengan terus bekerja seperti biasa. Ada yang memang telah memaklumi situasi seperti ini, ada yang memang merasa sudah tidak mungkin tersentuh hal-hal sepele seperti masalah-masalah yang dialami dokter umum di tingkat daerah, ada yang tidak tahu harus ke mana mereka harus berteriak menyuarakan hak mereka sebagai sesama manusia sambil terus bekerja. Bagaimanapun posisi mereka, mungkin juga mereka tidak tahu bahwa mereka ibarat kambing potong, ada banyak pasal pidana dan perdata yang dapat mengancam mereka kapanpun dalam rangka mereka menjalankan tugasnya. Belum lagi ancaman penguasa untuk mencuci tangan terhadap sistem kesehatan yang mereka sedang jalani. Beginilah situasi menjadi dokter di Indonesia: siap menjadi kambing. Kambing hitam dan kambing potong.

Masih mau menjadi dokter di Indonesia? Profesi mulia yang tidak dimuliakan? Tentu ada beberapa dari dokter adalah oknum yang memberi preseden buruk kepada profesi dokter, tetapi hanya profesi dokterkah yang seperti itu? Dan adilkah ulah oknum dikatakan mencerminkan dokter secara umum?

Dan ketika tidak ada lagi dokter di Indonesia, siapa yang akan disalahkan media, masyarakat dan pemerintah terhadap sistem kesehatan yang mereka jalankan?

Ya kambing.

Sumber

Beginilah gambaran salah satu tahap sekolah kedokteran :



Quote:Original Posted By kokomarkokom ?
Di Indonesia untuk jadi dokter harus orang kaya, bayar uang kuliah selangit, ketika lulus jadinya makainya ya naluri bisnis. Di luar, dokter kebanyakan justru direkrut dari keluarga menegah ke bawah, terutama orang India yang kurang berkecukupan. Orang kaya? ya tinggal bayar.

Di sana, dokternya miskin, digaji negara. Orang kaya yang bayar.
Di sini, dokternya orang kaya. Orang miskin yang bayar.


Bener gan
Mudah2an tidak ada lagi anak bangsa yang belajar di kedokteran gan
Sehinga nanti dokter dari luar negeri banyak pada masuk ke indonesia membawa pola pikir dan etos kerja mereka di indonesia

Etos kerja membatasi jumlah pasien sehinga pelayanan ke pasien bisa maksimal karena sistem asuransi sudah berjalan dengan baik

"Kalau ada pasien yang tidak bisa dilayani karena pasien dibatasi (jumlah penduduk indonesia banyak banget), ITU RESIKO YANG HARUS SIAP KITA HADAPI SEBAGAI CALON PASIEN"
Biar para dukun juga kebagian rejeki gan


Komen kaskuser lainnya :
Spoilerfor Komen Kaskuser:
Quote:Original Posted By Hikari Airu?
IIYA GAN DOKTER DI INDONESIA DIHARAPKAN MISKIN, LIAT AJA DI KORAN, MASYARAKAT INGIN GRATIS, MANA BISA DOKTERNYA KAYA HAHAHA GAJI DOKTER BARU LULUS DI INDONESIA 1,2 JT, SEDANGKAN DI MALAYSIA 12 JUTA HAHAHA makanya jangan jadi dokter ya agan2 yg mau snmptn hahah


Quote:Original Posted By zulmad ?
apapun itu, ane tetap bangga menjadi mahasiswa kedokteran, bullshit dokter ngga butuh uang, ane juga mau kaya, mau punya mobil bagus,rumah mewah dan kehidupan lainnya, tapi ngga ada yang lebih membahagiakan ane selain ngeliat anak2 dan orang tua senyum liat mereka sehat

karena ane jadi dokter bukan liat materi yg di dapat nantinya, tapi pengharapan ayah dan almh ibu ane yang punya cita2 bikin masyarakat sehat lahir batin, seribu rupiah pun ane terima, masalah rezeki udah cukup Tuhan ane yang ngatur, ane yakin Dia ngga bakal biarin ane kelaparan

apapun birokrasinya, siap maju terus


Quote:Original Posted By meianlu ?
ane udh daftar kedokteran buat snmptn taun ini, doain ya gan


Quote:Original Posted By boboww ?
ane tetep mau jadi dokter gan


Quote:Original Posted By mivia ?
boleh jadi dokter. tp harus siap dgn kenyataan. klo mau jd dokter tuk kaya bagusnya jadi pengusaha aja. lbh terjamin.

tp jadi dokter byk yg didapat kok, ga cm masalah uang


Quote:Original Posted By kalung46 ?
Ane emang dari kecil ga mau jadi dokter gan..
Ketika orang tua ane nanya cita2 mau jadi apa?
Ane jawab kalo ane cuma mau jadi pasien!!!
Ditanya lagi ma bokap ane, kenapa ane kekeh banget mau jadi pasien??
Soalnya ane yang kasih makan tuh para dokter2!!!


Miris, Gaji Dokter Setengah Gaji Supir Busway



JAKARTA, KOMPAS.com - Kritik dan cercaan kerap kali datang untuk dokter. Sedangkan perjuangan dokter yang mengabdi hingga ke pelosok jarang mendapat apresiasi. Hal itulah yang membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menginginkan adanya seimbangan antara keduanya.

Salah satu anggota IDI Profesor Zubairi Djoerban mengatakan, bahkan untuk dokter baru, mereka hanya digaji Rp 2 juta hingga Rp 3 juta rupiah per bulan. "Jumlah itu hanya setengah dari gaji supir busway," ujar pada wartawan dalam konferensi pers Senin (18/3/2013) di Jakarta.

Konferensi pers tersebut diadakan untuk mengonfirmasi kritik-kritikan yang selama ini kurang tepat ditujukan pada dokter. Dalam konferensi pers turut hadir dokter-dokter yang bekerja di wilayah pelosok seperti Aceh Timur.

Sekretaris Jenderal IDI Daeng M. Faqih mengatakan, dokter selalu dituntut profesional, memiliki kemampuan setinggi-tingginya dalam penguasaan ilmu dan teknologi kedokteran, tapi jauh lebih penting lagi dokter harus memiliki integritas etik dan moral yang tinggi.

"Pekerjaan profesi dokter (harus) diniatkan dan diarahkan untuk mengabdi kepada kepentingan kemanusiaan," ungkapnya.

Kendati demikian, kata Daeng, masih ada aja oknum dokter yang tidak menjunjung tinggi tradisi luhur kedokteran. Hal inilah yang menciptakan banyak kritik bahkan cercaan datang pada profesi ini.

"Memang ada kalanya dokter berbuat kesalahan, namun tidak semua dokter berlaku demikian. Jangan digeneralisasikan," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar IDI Zaenal Abidin mengatakan, sistem kedokteran di Indonesia masih belum baik. Hal itu yang lebih kurang mempengaruhi kinerja dokter.

"Sepandai apapun dokternya jika ada di sistem yang buruk, tidak akan terlihat kepandaiannya," ujarnya

SUMBER

Yuk mengenal Dokter Tidur

WELCOME TO MY THREAD

Spoilerfor No Repost:


Quote:Quote: Kalo Thread Ini bagus tolong bantu

Quote: Budayakan Komeng Yang bermanfaat
Quote: Terimakasih Buat Kaskus Opicer,Agan-agan, Specially ANTIK HT Pertamax Ane 18 Mar



Quote:Quote:
Dokter Tidur

Agan tau gak sih dokter tidur itu apa?
Bukan dokter yang kerjaannya cuma tidur doang gan
Tapi dokter tidur yang dimaksud ini adalah dokter yang memeriksa keadaan pasiennya dikala pasien sedang tidur.
Sebagai satu-satunya praktisi kesehatan tidur di Indonesia, dr Andreas Prasadja RPSGT getol menyosialisasikan pentingnya tidur yang cukup dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Di laboratorium tidur tempatnya bekerja, pasien diperiksa saat tidur dan ia akan sabar mengamati pola tidur pasiennya.

Dokter yang menjuluki dirinya sebagai ‘tukang intip orang tidur’ ini akan melakukan segala cara agar pasiennya tidak stres saat diperiksa sehingga bisa terlelap saat diperiksa gangguan tidurnya.
.

Quote:Siapa sih Dokter Tidur itu gan?

Quote:
Nama lengkap:
dr Andreas Prasadja, RPSGT (Registered Polysomnographic Technologist atau Praktisi Kesehatan Tidur)

Nama panggilan:
dr Ade

Tempat dan tanggal lahir:
Jakarta, 16 Mei 1975

Status pernikahan:
Menikah dengan Kristanti Madona Gunadi
Dikaruniai 2 anak, Chiara Monica Prasojo (6 tahun) dan Patricius Kiano Prasojo (1,5 tahun)

Hobi:
Bersepeda (aktivis bike to work) dan memasak

Riwayat Pendidikan:
Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya (1993-2000)
Polysomnography Course and Sleep Medicine Review, Singapore (September 2005)
Sleep Medicine and Technology Course, The University of Sidney Australia (November 2005)
Registered Polysomnographic Technologist, American Academy Of Sleep Medicine.

Riwayat Pekerjaan:
Dokter umum di Klinik Pandawa, Jakarta (2002)
Dokter jaga di RS Mitra Kemayoran, Jakarta (2003-2005)
Praktisi kesehatan tidur di Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran, Jakarta (2005-sekarang).


Quote:Gimana caranya meriksanya gan ?
Quote:
Pasien yang diperiksa pola tidurnya ini, tubuhnya dipasangi kabel-kabel lalu dr Ade akan memantaunya dari komputer. Dalam kondisi khusus tak jarang alat-alat yang dimiliknya (polisomnigrafi/PSG) dibawa ke rumah pasien.


Tanya langsung sama dr. Ade yuk gan

Quote:dr Ade Gangguan tidur itu dampaknya apa buat kesehatan kita ?

Gangguan tidur menurut dr Ade adalah hal yang serius sayangnya banyak orang mengabaikannya. Gangguan tidur bisa membuat fungsi tubuh tidak maksimal, makanya ia prihatin melihat pejabat-pejabat yang tertidur saat bekerja.

Jika seorang pemimpin punya masalah tidur baik ngorok maupun ngantukan, maka sedikit banyak kesehatannya akan terpengaruh. Dampaknya antara lain konsentrasi menurun, kemampuan menganalisisi masalah berkurang dan area emosionalnya terganggu sehingga gampang tersinggung saat menerima kritik.

Dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk juga memicu komplikasi yang lebih serius misalnya diabetes dan gangguan jantung sehingga biaya kesehatannya akan membengkak. Dalam waktu 2 tahun saja, biaya kesehatan seseorang bisa naik 10 kali lipat jika tidurnya tidak berkualitas.


Quote:Gimana awalnya dr Ade belajar tentang tidur?

Awalnya kecemplung ha ha ha. Saya bisa mempelajari masalah gangguan tidur karena memang dari awal sudah bekerja di RS Mitra Kemayoran sebagai dokter umum. Dan kemudian saya mendengar kalau rumah sakit ini akan membuat sleep laboratory. Dalam hati saya mengatakan, ‘apaan nih’ dan saya pun tidak menaruh perhatian lebih terhadap itu. Sampai suatu saat the owner of the hospital over me to study, ya kenapa tidak. Saat itu saya baru ambil course-nya saja di Singapura. Tapi, mata saya langsung terbuka bahwa yang dipelajari dokter tidur itu ternyata luas sekali. Akhirnya saya yang meminta untuk disekolahkan kembali dan mendapatkan sertifikasinya, waktu itu saya belajar di Sydney University, Australia.

Saya belajar langsung dari Prof Collin Sullivan yang menemukan alat Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) untuk masalah sleep apnea. Rasanya luar biasa, yang pasti pada awalnya saya tidak tau kalau beliau itu penemunya ha ha ha. Sadarnya, setelah banyak orang membicarakan mengenai latar belakang dia dan membaca langsung penelitiannya.



Quote:Terus kenapa pilih buat belajar beginian?

Jujur sampai saat ini saya tidak tahu, mungkin karena saya dilihat orangnya nekatan. Dan dulu dianggap Bahasa Inggrisnya yang paling bagus, padahal modal saya hanya jeblak doang ha ha ha. Tapi, pada intinya proses itu berangkat dari visi rumah sakit yang ingin menjadi rumah sakit yang terlengkap. Dan kami juga melihat bahwa kedokteran tidur di luar negeri sangat maju sekali, bahkan di Singapura atau Malaysia sekali pun. Di Asia Tenggara, Indonesia-lah yang paling tertinggal untuk kedokteran tidur. Karena kita baru memulainya belakangan ini saja dan di Indonesia rumah sakit inilah yang pertama kali berani mendirikan sleep laboratory.

Sebagai perbandingan, di Australia, hampir setiap enam kilometer ada sleep clinic. Rumah sakit besar, sleep laboratory-nya minimum terdiri atas empat tidur. Sedangkan kita baru satu tempat tidur. Dan di sana, pasien yang ingin memeriksakan dirinya atau melakukan sleep study itu waiting list lebih dari satu bulan. Bahkan, ada beberapa sleep laboratorium yang ternama, kalau ingin diperiksa harus mengantre sampai enam bulan. Karena mereka sudah aware dengan kesehatan tidur, sedangkan kita bisa dibilang tidak masuk hitungan sama sekali.


Quote:Seberapa penting tidur itu bagi kesehatan?

Kalau mengambil pemikiran Prof William C Dement, the father of sleep medicine, ada tiga komponen penting untuk kesehatan. Pertama, physical fitness. Kedua, keseimbangan nutrisi, dan terakhir adalah tidur. Tapi, tidur sering diremehkan banyak orang bahkan oleh kalangan medis sekalipun. Karena the practice of the medicine stop when the patient sleep. Itu mengapa dulu pasien hipertensi ditangani dengan koridor pikiran bahwa pasien makan apa dan bagaimana kegiatan olahraganya. Yang dilihat hanya diet and physical fitness, sehingga tidak pernah mempertimbangkan tidurnya. Padahal, contoh satu gangguan tidur saja, sleep apnea, dapat menyebabkan hipertensi. Perlahan-lahan ilmu gangguan tidur semakin berkembang sehingga di luar negeri pemeriksaan tidur sama umumnya seperti pemeriksaan darah, roentgen, bahkan menjadi basic diagnostic.


Quote:Terus hal menarik apa yang dr pelajari tentang tidur?

Ternyata sepertiga dari hidup kita itu adalah tidur. Artinya, tidur itu sangat penting manfaatnya bagi kehidupan. Karena kalau tidak penting atau terjadi tanpa maksud apa-apa, maka it would be the biggest mistake that God made. Jadi, tidur itu sangat penting sekali karena sepertiga hidup kita diisi dengan tidur.

Tidur menjadi penting karena ketika tidur REM (rapid eye movement atau fase mimpi-Red) dipercaya meningkatkan kemampuan mental, kognitif, dan emosional. Ini artinya tidur membentuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebenarnya pada tahap tidur REM, otak itu amat aktif karena gelombang otaknya sama seperti ketika kita sadar. Termasuk signal-signal yang dikirimkan ke anggota gerak tubuh seperti tangan dan kaki. Hanya saja pada tahap itu juga ada mekanisme pengaman yang memotong sinyal sehingga otot-otot besar lumpuh, maka ketika tidur kita tidak gerak-gerak seperti ketika sadar. Itulah mengapa orang yang kurang tidur sebenarnya kurang memaksimalkan memorizing otaknya.


Quote:Banyak rumah sakit yang mendirikan laboraturium tidur, emang lagi trend ya?

Sebenarnya trend ini sudah telat sekali, karena kami sudah menyadarinya sejak tahun 2001. Kami sering melihat apa yang sedang trend di luar negeri, lalu kami implementasikan di Indonesia. Di Amerika Serikat laboratorium tidur berkembang pesat karena alasan asuransi. Contohnya, pasien sleep apnea yang tidak terdiagnosis dan tidak dirawat akan memerlukan kunjungan ke fasilitas kesehatan 10 kali lebih sering dibanding pasien sleep apnea yang dirawat. Maka, menurut asuransi di sana, lebih murah biaya klaimnya apabila dilakukan pemeriksaan tidur. Itulah mengapa di luar negeri pemeriksaan tidur sama umumnya seperti pemeriksaan darah, roentgen, bahkan menjadi basic diagnostic.

Keprihatinan saya sekarang ini, munculnya laboratorium tidur yang tidak disertai peralatan lengkap, sehingga tidak memenuhi sebuah syarat laboratorium. Ada beberapa yang alat laboratorium tidurnya sebenarnya diperuntukan untuk screening saja bukan diagnosis, jadi sayang sekali. Tapi, makin bermunculannya laboratorium tidur harus disemangati juga. Artinya kan makin banyak orang yang sehat. Karena penyebaran seputar tidur akan semakin gencar dan menciptakan awarness di masyarakat.


Lanjutannya dibawah gan

'Prita Jilid II', Dokter Ira Mengejar Keadilan ke MA

Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Masyarakat Indonesia masih terngiang drama keadilan Prita Mulyasari. Hal ini terulang dalam email curhat dr Ira Simatupang tentang perilaku atasannya. Dokter yang pernah bertugas di RUSD Tangerang ini pun mengejar keadilan ke Mahkamah Agung (MA).

"Tindakan pemohon kasasi dilakukan dalam kondisi di luar kesadaran serta dalam kondisi tekanan mental yang sangat besar akibat berlarut serta bertubi-tubinya permasalahan yang dialami," kata kuasa hukum dr Ira, Slamet Yuwono saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/3/2013).

Permasalahan yang dia alamai dia tumpahkan dalam email yang dia kirim periode 23 April hingga September 2010. Emailnya berisi curhat apa yang dialami di kantornya, terutama perilaku tak senonoh atasannya. Email ini membuat orang yang digunjing merasa tidak nyaman dan mempolisikan hal tersebut.

Pada 17 Juli 2012, PN Tangerang menghukum dr Ira pidana percobaan selama 10 bulan. Jika dalam waktu itu dia mengulangi lagi perbuaatannya maka langsung masuk penjara selama 5 bulan.

Putusan ini dikuatkan dan hukumannya diperberat oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banten pada 29 November 2012. dr Ira malah divonis menjadi hukuman percobaan 2 tahun. Jika dalam waktu itu dia mengulangi lagi maka akan langsung dipenjara selama 8 bulan.

Merasa banyak kejanggalan, dr Ira pun mengejar keadilan lewat kasasi ke MA. "Atas Putusan Pengadilan Tinggi Banten No 151/Pid/2012/PT.BTN tersebut dr Ira Simatupang melalui kuasa hukumnya, OC Kaligis pada 17 Januari 2013 telah menyatakan kasasi sekaligus mengajukan memori kasasi melalui Pengadilan Negeri Tangerang," cetus Slamet.

Kasus ini mengingatkan masyarakat atas apa yang dialami oleh Prita Mulyasari. Meski akhirnya Prita dibebaskan di tingkat Peninjauan Kembalil (PK) MA, namun Prita sempat merasakan dinginnya penjara karena email curhat yang dia sebar soal keluhan layanan rumah sakit.

"Harapan kami MA bisa memeriksa secara obyektif perkara ini karena lagi-lagi terkait Pasal tentang UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di mana pemeriksaannya harus bener-benar ditangani oleh hakim agung yang mengetahui dan ahli tentang UU ITE," pungkas alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang ini.

(asp/fjp)





[Prestasi ANAK INDONESIA] Arya Pradana, Tim Dokter Madrid Pengagum Casillas

Spoilerfor pict:

Quote:Arya Pradana, Tim Dokter Madrid Pengagum Casillas

KOMPAS.com - Siapa sangka putra Indonesia ini adalah salah satu andalan tim medis Real Madrid. Benar, dialah Arya Pradana Budiarto.

Sebulan terakhir, nama Arya sempat menghiasi sejumlah berita di Kompas.com. Sempat tersiar beberapa keraguan dari pembaca tentang kredibilitasnya sebagai dokter tim Madrid, karena namanya yang bernuansa Indonesia.

Tak salah kalau ada yang berpikir demikian. Untuk itu, Kompas.com menghadirkan wawancara dengan Arya. Butuh waktu sekitar dua pekan bagi pria berusia 25 tahun itu untuk menjawab pertanyaan demi pertanyaan. Maklum saja, saat itu fokus Arya sepenuhnya untuk dua laga El Clasico plus bigmatch Liga Champions antara Real Madrid kontra tuan rumah Manchester United, Selasa (5/3/2013). Tiga laga berat dalam rentang 10 hari.

Akhirnya, akhir pekan lalu, Arya berkenan mengirimkan petikan wawancara Kompas.com via surat elektroniknya. Berikut petikannya:

Bisa diceritakan sejarahnya sampai Anda dipercaya sebagai salah satu tim dokter Real Madrid dan timnas Spanyol?


Sebenarnya saya bekerja untuk Sanitas (perusahaan asuransi kesehatan), dan Sanitas bekerja sama dengan Real dan timnas. Mungkin, nanti kalau sudah tidak bekerja sama ya tidak bekerja lagi dengan mereka (Madrid). Saya sendiri sudah (bekerja untuk Madrid) dari 2008. Jabatan saya dokter di Moraleja Hospital (rumah sakit di mana Sanitas menjalin kerja sama).


Gandeng tangan Sanitas dengan Los Blancos sudah dijalin sejak lima tahun lalu. Dan, sejak itu pula Arya menjadi andalan utama untuk menjaga kebugaran para pemain raksasa kolektor sembilan trofi Liga Champions. Pada 4 Oktober 2012, kerja sama kedua belah pihak diperpanjang hingga 2015 dan bisa jadi sampai saat itulah Arya akan tetap berada di sana. Dalam sebuah obrolan digitalnya dengan Kompas.com, Arya mengaku menjadi penentu keputusan siapa yang fit, layak bertanding, dan bisa jadi pilihan Jose Mourinho untuk pertandingan yang akan dimainkan.


Apa yang membuat Sanitas memilih Anda sebagai salah satu tim dokter Madrid?

Sebenarnya, kita ada 15 doctor, jadi bukan hanya saya. Kami bergantian menemani tim. Ada juga (dokter) dari Australia. Pertama datang saya belum menguasai (Bahasa Spanyol), namun Sanitas memberi semacam course (kursus). Saya punya paspor Spanyol untuk memudahkan travelling ke negara-negara Eropa saat menemani tim.

Pemain Madrid yang paling Anda akrabi? Mengapa?

Kalau dibilang akrab tidak juga. Tetapi saya dekat dengan Iker (Casillas), karena saya mengidolainya sebagai sosok yang rendah hati dan sederhana.

Di timnas Spanyol, siapa yang paling Anda kagumi? Mengapa?

Saya kagum dengan dokter senior profesor saya, dokter Cota. Dia mengajari saya banyak hal terutama dalam hal memotivasi pemain dan juga sang entrenador Vicente del Bosque, karena dia sangat charismatic dan talk less do more dengan strateginya.

Saat Casillas cedera patah telapak tangan, apakah Anda dilibatkan untuk memulihkan cederanya? Ceritakan apa yang Anda lakukan?


Kami sebagai tim medis melakukan operasi. Ada sedikit fraktur (retak) di daerah pertengahan ibu jari dan telunjuknya. Kebetulan pemimpin operasinya senior saya di Sanitas.

Bagaimana kondisi Casillas saat ini?


Kondisinya baik, seperti dugaan tim dokter. Dia memang pemain yang selalu bisa menyemangati teman maupun lawan dan pastinya, dia bisa menyemangati dirinya untuk segera sembuh.

Menurut Anda, pelajaran apa yang bisa dipetik dari Cristiano Ronaldo dalam hal kebugarannya? Apa yang rutin dilatihnya setiap hari dan setiap latihan? Berapa jam Ronaldo berlatih?

Untuk latihan di Valdebebas, saya kurang mengamati, karena saya hanya menghabiskan waktu saya di Moraleja untuk mengecek kondisi tubuh pemain. Cristiano pemain luar biasa. Dia sering melakukan latihan dengan asisten pribadinya di rumahnya di madrid.

Menurut Anda, faktor terpenting apa yang membuat pemain Madrid dan Spanyol selalu bugar saat tampil di lapangan?


Gizi yang baik, konsumsi makanan serta suplemen yang baik

Pengalaman yang paling berkesan selama menjadi tim dokter Madrid dan Spanyol?

Mungkin ketika menjuarai Piala Dunia (Afsel) 2010. Itu momen yang sangat luar biasa, terlebih di pertandingan pertama kita kalah dari Switzerland dan tidak sangka melaju hingga ke final dan juara.

Apakah suatu saat nanti Anda akan kembali ke Indonesia?


Ya, saya ingin sekali berbakti kepada negara asal saya, tetapi untuk saat ini saya ingin menimba ilmu.

Pesan Anda terhadap para pesepak bola Indonesia

Terus berlatih dan yang terpenting bermain untuk kemajuan sepak bola indonesia.

Baiklah, Arya, kami sangat menghargai waktu dan jawaban Anda. Sukses selalu. Gracias.

De nada... .


Sekilas Fakta
Nama lengkap: Arya Pradana Budiarto
Panggilan: Aya
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 9 Februari 1988
Pendidikan terakhir: Sarjana Master (S2)
Karier: Dokter Sanitas

* Pada kesempatan terakhir, Arya meminta Kompas.com untuk tidak menampilkan foto dirinya untuk kepentingan privacy dirinya. Ia mengaku tidak terlalu senang diekspos agar tetap fokus untuk pekerjaan yang demikian dicintainya. coba cek ini @doctoraryafaith
Spoilerfor kayaknya doi deh:


http://bola.kompas.com/read/2013/03/...campaign=Kblwp


indonesa bisa !!!
hentikan saling hujat sesama anak indonesia



dan