Tampilkan postingan dengan label Dituding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dituding. Tampilkan semua postingan

Film '5 Cm' Dituding Tak Ajarkan Peduli Kebersihan

Film '5 Cm' Dituding Tak Ajarkan Peduli Kebersihan


Film layar lebar 5 CM yang mendulang sukses beberapa waktu lalu, dinilai aktivis lingkungan hanya memberikan dampak peningkatan jumlah pendaki saja namun tidak untuk membuat pendaki peduli dengan kebersihan di kawasan Gunung Semeru. "Tidak ada nilai edukasi semisal kepedulian terhadap lingkungan," kata Sukaryo, aktivis Pecinta Alam Semeru (PAS) kepada Tempo, Ahad, 19 Mei 2013.

Sukaryo yang juga anggota Komunitas Pecinta Alam Pemerhati Lingkungan (KAPPALA) Indonesia ini mengatakan, film yang disutradarai Rizal Mantovani ini hanya menggambarkan bagaimana melakukan pendakian Gunung Semeru. Unsur edukasi peduli lingkungannya, kata Sukaryo yang biasa disapa Cak Yo ini, tidak ada sama sekali. "Bukan kurang namun tidak ada sama sekali yang bisa menggerakkan untuk peduli kepada kebersihan kawasan Gunung Semeru," kata dia.

Film 5 CM, kata Sukaryo, memang tidak secara langsung menjadi faktor yang membuat sampah di Gunung Semeru semakin banyak. Namun, pasca pemutaran film ini, jumlah pendaki Gunung Semeru melonjak tajam. Ironisnya, para pendaki Semeru yang terinspirasi setelah menonton film ini, tidak memiliki kepedulian terhadap kebersihan kawasan gunung yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini. Sampah tidak malah semakin berkurang, namun, kata dia, malah semakin bertambah.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), di Kabupaten Lumajang, Sucipto mengatakan, Film 5 CM memang menjadi magnet bagi penontonnya untuk merasakan bagaimana berpetualang mendaki ke Gunung Semeru. Selama libur panjang akhir pekan lalu, jumlah pendaki Gunung Semeru mencapai 3.000 orang. Hal ini berdampak terhadap produksi sampah plastik yang berasal dari bungkus bekal logistik pendaki. Sucipto belum bisa memperkirakan berapa produksi sampah setiap pendaki.

Sucipto juga mengakui banyak pendaki yang seenaknya meninggalkan sampah plastik di kawasan Gunung Semeru. "Jumlah pendaki ribuan, tapi sampah yang dibawa turun ke Ranupane kok cuma sekian," kata Sucipto yang sempat mengecek ke Ranupane.

SUMBERNYA

SOURCE: www.kaskus.co.id

Kotak Susu Ind**ilk Dituding Sebarkan Gaya Hidup Orangtua Gay

Kotak Susu Ind**ilk Dituding Sebarkan Gaya Hidup Orangtua Gay


Gambar susu bermerek Ind**ilk dituding menyebarkan gaya hidup gay. Kok bisa? karena menurut pengkritiknya, kotak susu buat anak-anak itu bukan menunjukkan gambaran keluarga yang ada ayah, ibu dan anak. Yang muncul 2 lelaki dan satu anak lelaki.

Ribut-ribut soal susu gay ini dilontarkan banyak pihak lewat jejaring sosial media Twitter. Kenapa kotak susu bergambar dua orang dewasa berjenis kelamin laki-laki yang hampir sebaya dan mengapit seorang anak laki-laki seperti menggambarkan keluarga gay.

Kemasan susu tersebut dicap 'susu LBGT (Lesbi Gay Biseksual Transgender)'. Kicauan bermula dari akun twitter @trijakaperkasa. "Ini kemasan susu aneh gak? Aneh yaaaa," begitu isi kicauannya seperti yang diposting 16 jam lalu.

Ternyata, kicauan @trijakaperkasa disambut Fahira Idris dengan menanyakan "Susu apa tuh mas?". Bahkan Fahira Idris ngetweet agar produsen susu menjelaskan maksud iklan tersebut.

Soal 'Susu LBGT' itu semakin ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Padahal, isu susu tersebut pernah ditanyakan pada 2011. Seperti diungkap @valdyabara: "Knp skr baru heboh soal gay di kotak ind**ilk?? Siapa yg bisa jamin sapi poto model susu dari dulu itu straight??".

"Dear parents, both straights and gays, meminum susu dengan box yg menampilkan gay parents gak akan bikin anakmu jadi gay. Yakin deh," isi tweet @AmmarGill.

"Sampai saat ini kita belum tahu pasti dampak pd anak yg diasuh pasangan gay/lesbian. Permasalahkan bungkus susu adl diskusi yg terlalu dini"--@hermansaksono.

Namun tak sedikit pihak yang membela kalau gambar susu itu mencerminkan tiga generasi. Memang jika diperhatikan sekilas kedua pria dewasa hampir sebaya, namun salah seorang pria terlihat tampak tua dibanding yang satunya.

@kemalarsjad 12h:itu iklan dilihat dgn kacamata lebar deh. itu mewakili 3 generasi peminum susu tsb. bukan pendukung gay. *aneh*

Soal 'Susu LGBT' ternyata pernah jadi topik dalam Suara Publika di Harian Umum Republika pada 2 Desember 2011. Suara Publika berjudul "Susu Ind**ilk : Kemasan Mengandung Pesan Berbahaya" akhirnya mendapat tanggapan dari produsesn susu pada Senin, 5Desember 2011..

"Pesan yang disampaikan oleh produsen Ind**ilk tersebut adalah hendak menyampaikan bahwa abnormalitas adalah suatu hal yang lumrah dan mengubah pandangan struktur keluarga yang selama ini di strukturkan sebagai seorang ayah, seorang ibu dan anak-anak," begitu isi blog berjudul 'Rahasia di Balik Kemasan Susu Ind**ilk' di mujibeljawy.blogspot.com seperti dikutip Selasa (30/4/2013).

Hingga saat ini pihak Ind**ilk belum memberikan klarifikasi mengenai maksud gambar tersebut. Pihak Ind**ilk yang dihubungi Liputan6.com mengaku arti gambar kotak susu anak-anak itu tidak seperti yang diributkan.

"Sepertinya nggak seperti itu maksudnya, tapi marketing yang tahu betul arti gambarnya," kata Suryanto dari PT Indolakto yang memproduksi susu tersebut.

Sumber

--------
terserah mau dipandang seperti apa,, yang penting rasa susunya enak dan bermanfaat bagi tubuh

SOURCE: forum.indowebster.com