Tampilkan postingan dengan label Arena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arena. Tampilkan semua postingan

Lima Aksi Gigit Heboh di Arena Olahraga

Insiden gigit-menggigit dalam pertandingan, seperti yang baru dilakukan Luis Suarez, sudah terjadi beberapa kali dalam sebuah pentas olahraga dan menuai sorotan orang banyak.

Sosok Suarez sedang jadi buah bibir. Kendati acapkali berperan besar buat timnya, Liverpool, penyerang asal Uruguay tersebut sekali lagi mencuatkan kontroversi.

Dalam pertandingan Liverpool lawan Chelsea, yang berakhir 2-2, Suarez terlihat menggigit bek lawan, Branislav Ivanovic. Kejadian itu luput dari perhatian wasit kendati kini muncul desakan agar Federasi Sepakbola Inggris FA dapat menindaknya.

Apa yang dilakukan Suarez itu bukan kali pertama ia lakukan. Semasa membela Ajax, ia pun pernah kedapatan menggigit pemain lawan.

Di dunia olahraga sendiri, kejadian serupa pernah beberapa kali terjadi. Berikut beberapa insiden menggigit lawan yang cukup menyita perhatian.



1). Gigit & Cabik Telinga Lawan




Di dunia rugby, ada satu insiden menggigit lawan yang cukup ramai dibicarakan. Itu terjadi dalam sebuah pertandingan antara tim Afrika Selatan dengan tim Selandia Baru, di Wellington, Selandia Baru, tahun 1994 silam.

Di dalam pertandingan tersebut pemain Afrika Selatan Johan le Roux kedapatan menggigit kuping dari kapten Selandia Baru Sean Fitzpatrick. Sebagian daging kuping dari Fitzpatrick bahkan disebut New Zealand Herald ikut lepas tercabik.

Segera setelah kejadian tersebut, tim Afrika Selatan langsung memulangkan le Roux, yang di negaranya dijuluki 'le Beast'. Pada prosesnya, ia pun diganjar hukuman tak boleh bermain selama 18 bulan.

Setelah menjalani hukuman tersebut, le Roux juga dikutip melontarkan pernyataan yang mungkin bisa membuat orang yang mendengarnya mengernyitkan kening atau malah bergidik ngeri.

"Selama menjalani hukuman 18 bulan, aku berpikir mestinya menggigitnya lepas. Sehingga setidaknya aku bisa bilang, 'lihat, aku kembali ke Afrika Selatan dengan kuping orang itu'," katanya di NZ Herald.


2). Tyson yang Juga Andalkan Gigitan




Pada tahun 1997 silam, dunia tinju digegerkan dengan pertandingan akbar antara dua petinju top saat itu, Mike Tyson dengan Evander Holyfield.

Akan tetapi, yang dibicarakan saat itu justru adalah tindakan Tyson yang dua kali menggigit kuping Holyfield di atas ring. Pada gigitan pertama poin Tyson dikurangi wasit. Pada gigitan kedua partai langsung dihentikan dan Tyson didiskualifikasi.

Tyson beralasan, ia kesal karena Holyfield terus-terusan melakukan headbutt sementara wasit juga tidak berbuat apa-apa terhadapnya.

Insiden tersebut membuat sebagian kuping Holyfield tercabik. Akibat tindakannya, lisensi bertinju Tyson sempat dicabut selama 15 bulan.

Sempat meminta maaf kepada Holyfield dua hari usai menggigit telinganya, pada tahun 1999 Tyson justru melontarkan pernyaatan bahwa ia tak ragu melakukan tindakan serupa jika berada dalam situasi mirip.

"Aku akan melakukannya lagi jika diprovokasi. Aku akan melakukannya lagi dalam situasi serupa," seru Tyson di BBC pada 4 Oktober 1999.




3). Saat Defoe Gigit Mascherano




Sebuah laga antara Tottenham Hotspur kontra West Ham United pada Oktober 2006 memunculkan kontroversi, setelah Jermain Defoe terlihat menggigit lengan Javier Mascherano.

Insiden itu diawali usai Mascherano melanggar keras Defoe. Saat keduanya sedang duduk di rumput, Defoe pun terlihat menggigit lengan Mascherano yang ada di sampingnya.

Saat itu wasit Steve Bennett melayangkan kartu kuning kepada kedua pemain tersebut. Mengingat wasit telah mengambil tindakan, FA pun kemudian memilih tidak menindak Defoe lagi.

Martin Jol, manajer Spurs saat itu, membela Defoe dengan mengatakan bahwa tindakan pemainnya itu cuma sekadar kekonyolan komikal dan tidak berniat melukai lawan.

Mascherano pun meresponsnya dengan keras. "Reaksiku bahwa itu bukanlah lelucon. Ada bekas gigitan di lenganku dan reaksiku tidak berlebihan seperti yang dikatakan pelatih Spurs. Aku memang berduel dengan Defoe di dalam pertandingan, tapi sepakbola adalah olahraga untuk pria, bukan mereka yang ingin menggigit lawannya," gerutu Mascherano di Daily Mail.




4). Gigitan Suarez Berbuah Sanksi Tujuh Pertandingan





Sebelum pindah ke Liverpool dan menggigit Branislav Ivanovic, Luis Suarez pernah dijatuhi sanksi berat di Belanda ketika melakukan tindakan serupa.

Pada 20 November 2010, ketika masih membela Ajax, Suarez kedapatan menggigit bagian bahu pemain PSV Otman Bakkal dalam pertandingan antara kedua kesebelasan.

Akibat tindakan tersebut, Ajax menghukum Suarez sebanyak dua pertandingan dan juga menjatuhi denda finansial, yang tidak disebutkan jumlahnya.

Hukuman larangan bermain untuk Suarez itu kemudian ditambah oleh Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) menjadi tujuh pertandingan.




5). Suarez Kembali Menggigit




Tindakan menggigit lawan dilakukan lagi oleh Luis Suarez ketika berseragam Liverpool. Saat timnya sedang berhadapan dengan Chelsea, Minggu (23/4/2013), Suarez terlihat menggigit Branislav Ivanovic.

Kejadian itu luput dari pengamatan wasit Kevin Friend sehingga ia pun tidak menuai hukuman di atas lapangan. Kini Federasi Sepakbola Inggris (FA) pun diminta untuk bertindak tegas terhadap Suarez.

Segera setelah laga yang berakhir 2-2 itu sendiri, Suarez sudah langsung meminta maaf kepada Ivanovic yang ia gigit.

"Aku sangat sedih atas apa yang terjadi sore ini. Aku meminta maaf kepada Ivanovic dan juga dunia sepakbola atas tindakanku yang keterlaluan ini. Aku sangat menyesal soal kejadian ini," ujar Suarez di akun Twitter-nya.



Source : DetikSport

SOURCE: forum.indowebster.com

Review Lengkap: Barcelona Hancur Di Allianz Arena

Spoilerfor Pembukaan:
Quote:Akhirnya HT juga gan!

Quote:
4-0 untuk Bayern menjadi hasil akhir lagaQuote:
Quote:Bola.net - Luar biasa! itulah yang ditampilkan Bayern Munich saat menghadapi Barcelona di depan publik mereka sendiri. Memainkan sepakbola menyerang, The Bavarians berhasil mencukur habis raksasa Spanyol dengan skor telak 4-0.

Dalam laga first leg semifinal liga Champions di Allianz Arena dini hari tadi (24/4) gol Bayern dicetak oleh Thomas Müller. Baru pada babak kedua Mario Gomez yang hanya menyentuh bola 9 kali dan belum pernah mengancam gawang Barca sebelumnya berhasil menggandakan keunggulan tuan rumah.

Arjen Robben tak mau ketinggalan, pemain asal Belanda tersebut mencatatkan namanya di papan skor setelah menambah keunggulan The Bavarians. Tidak berhenti di situ, lagi-lagi Muller mencetak gol keduanya di menit ke 82 dan memastikan kemenangan Bayern dengan skor cukup telak 4-0.

Sama-sama mengusung target menang, pertandingan babak pertama berlangsung cukup terbuka. Kedua tim menampilkan sepakbola menyerang.

Barcelona yang kembali diperkuat Lionel Messi bermain lebih tenang daripada Bayern. Namun, tuan rumah justru mampu menggetarkan gawang Barca melalui Muller di menit ke 25. Crossing dari Arjen Robben disambut sundulan Dante yang kemudian berhasil diteruskan oleh Muller.

Unggul satu gol membuat Bayern semakin percaya diri. Baru dua menit dari gol Muller, mereka kembali mengancam. Namun bola terobosan bisa dibaca bek Barca.

Memasuki menit-menit rawan di penghujung babak pertama, Barca mencoba terus menekan pertahanan tuan rumah. Namun sampai turun minum tidak ada lagi gol tercipta.

Kepercayaan diri tuan rumah semakin menjadi ketika babak kedua baru berjalan empat menit. Berawal dari corner kick, Muller menyambut datangnya bola dengan tandukan. Bola meluncur menuju Gomez yang berdiri bebas. Tanpa kontrol, striker jangkung tersebut menceploskan bola ke gawang Victor Valdes.

Unggul dua gol tidak membuat anak asuh Jupp Heynckes puas. Hasilnya, Robben menambah keunggulan timnya menjadi 3-0 di menit ke 73.

Memainkan Messi sejak menit pertama tidak memberikan arti apa-apa bagi Blaugrana. Serangan-serangan yang dibangun anak asuh Tito Vilanova masih belum mampu memperkecil kedudukan.

Alih-alih mencetak gol, petaka justru kembali hadir di pihak Barca. Pada menit ke 82 Muller kembali mengoyak gawang Blaugrana dan membuat timnya semakin tak terbendung dengan keunggulan empat gol.

Ketika laga memasuki menit-menit akhir waktu normal, pasukan Barca mulai frustasi. Protes kepada wasit sering dilancarkan. Di pihak lain, Bayern semakin menikmati pertandingan dengan lebih banyak memainkan ball possession. Sampai pertandingan usai skor tidak berubah dan kemenangan 4-0 menjadi milik Bayern.

Dengan hasil ini Bayern telah menapakkan satu kakinya di partai puncak final Liga Champions. Sedangkan bagi Barcelona, butuh perjuangan ekstra keras di laga second leg nanti jika ingin lolos ke Wembley.

Starting Line Up Kedua Tim:

Bayern Munich (4-2-3-1): Neuer; Lahm, Boateng, Dante, Alaba; Martinez, Schweinsteiger; Robben, Muller (Claudio Pizarro 83'), Ribery (Shaqiri 89'); Gomez (Luiz Gustavo Dias 71').

Barcelona (4-3-3): Valdes; Alves, Bartra, Pique, Alba; Xavi, Busquets, Iniesta; Pedro (Villa 83'), Messi, Alexis. (bola/gag)

Quote:

Quote:"Saya harus mengucapkan selamat kepada lawan yang hebat, kami tidak punya banyak peluang, tapi itu karena mereka. Saat Anda menghadapi rival yang lebih tangguh, yang bisa Anda lakukan adalah memberi selamat kepada mereka, sekarang kami harus bangkit dari ketertinggalan 0-4 dan tentu saja itu akan sangat sulit. Tapi, pokoknya kami akan mencoba, kami merasa terpukul pada saat ini karena kami menghadapi leg kedua yang luar biasa sulit. Akan sulit untuk mencetak empat gol, khususnya melawan tim ini." -Dani Alves
Quote:"Saya senang dengan hasil pertandingannya. Tapi, saya tidak ingin terbawa suasana, saya tahu, kami masih akan menghadapi 90 menit yang berat di Spanyol, kami akan menikmati apa yang kami dapatkan malam ini, tapi tidak lebih dari itu." -Jupp Heynckes
Spoilerfor Cuplikannya:

Spoilerfor Momen:

Spoilerfor Momen:

Spoilerfor Momen:

Spoilerfor Momen:

Spoilerfor Momen:

Spoilerfor Momen:

Spoilerfor Momen:

Spoilerfor Momen:

Spoilerfor Momen:

<<Berita Bayern-Barca Lainnya>>
<<Dibalik Layar Bayern-Barca>>
<<Report Full Time>>
Quote:Sumber: Youtube.com, detik..com, Bola.net, Kompasiana.com, Uefa.com


SOURCE: www.kaskus.co.id